Arsip untuk ‘Resensi Buku Fiksi’ Kategori

GIlaaa….dalam satu hari, buku BRISINGR yang merupakan lanjutan dari Eragon dan Eldest karya Om Paolini ini terjual 550.000 copy di US dan Canada!

Untuk berita lengkapnya : klik disini

——————————————-

Berikut ini aku copas berita dari Milisnya Gramedia, teenlit@yahoogroups.com

550,000 COPIES SOLD ITS FIRST DAY:
CHRISTOPHER PAOLINI’S BRISINGR ACHIEVES BIGGEST ONE-DAY SALE IN
RANDOM HOUSE CHILDREN’S BOOKS HISTORY

September 23, 2008 (New York, NY)—On its first day on sale, BRISINGR, Book Three in Christopher Paolini’s Inheritance cycle, sold 550,000 hardcover copies, making it the greatest one-day sale ever recorded for a Random House Children’s Books title, hardcover or paperback, it was announced today by Chip Gibson, Random House Children’s Books, President and Publisher.

BRISINGR was published by Random House’s Alfred A. Knopf Books for Young Readers imprint in the U.S. and Canada on September 20th with a first printing of 2.5 million copies, the largest first-print run in the
publisher’s history.

The first day’s sales for BRISINGR are four times that of Eldest, the second novel in Paolini’s Inheritance cycle, which was published in August 2005.
The publisher reports that the hardcover sales are strong in every region of North America and in all channels of distribution, including independent retailers, bookstore chains, and mass merchandisers.

“We are thrilled with the first day’s sale of BRISINGR: the numbers have far surpassed our projections,” commented Mr. Gibson. “We are grateful to booksellers everywhere for this incredible success and look forward with them to continued sales of the Inheritance cycle books throughout the fall and into the holiday season.”

In addition to midnight parties held at bookstores, many libraries joined in the fun as well. The Norwich Public Library in Norwich, Vt., hosted a read-a-thon last Friday night for fourth- to eighth-graders, to celebrate the release of Brisingr. At midnight, the kids received their pre-ordered copies from Norwich Bookstore across the street, and got to stay up all night at the library, reading.

In addition to midnight parties held at bookstores, many libraries joined in the fun as well. The Norwich Public Library in Norwich, Vt., hosted a read-a-thon last Friday night for fourth- to eighth-graders, to celebrate the release of Brisingr. At midnight, the kids received their pre-ordered copies from Norwich Bookstore across the street, and got to stay up all night at the library, reading.

BRISINGR was also released simultaneously in the U.S. and Canada as an audiobook by Random House’s Listening Library audio division. Initial reports indicate that sales for the audiobook as well as the BRISINGR ebook are also strong.

Lisa Berg.

Paolini, in his first public reading of Brisingr, at the Union Square Barnes & Noble in New York City. Photo: Lisa Berg.

The first-day sales have also broken all records for Random House Children’s Books in the UK, where it was published simultaneously. “BRISINGR is by far and away the fastest-selling book we’ve ever published and we’re delighted with the first weekend’s sales,” commented Helen Randles, RHCB UK Sales Director.

Paolini kicked off a ten-city book tour in New York City over the past weekend and he will be meeting fans in Toronto, Washington, DC, Miami, Detroit, Chicago, Austin, Seattle, San Francisco and Los Angeles over the coming weeks.

Eragon, the first book in the series, has sold 6 million copies in hardcover and paperback in North America since its initial release in August 2003 and the second book, Eldest (2005) has sold 4 million copies. Both books have also been international sensations: there are 50 foreign-language licenses for the Inheritance cycle and together Eragon and Eldest have sold over 15.5 million copies worldwide.

Paolini will write a fourth book to conclude the Inheritance cycle. A publication date has not yet been planned.

The Godfather

Judul : Sang Godfather – The Godfather

Penulis : Mario Puzo

Harga : Rp ,-

Ukuran : 15 x 23 cm

Tebal : 680 halaman

Terbit : September 2006

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

“Pembalasan dendam adalah hidangan yang paling lezat kalau disajikan dalam keadaan dingin” (hal. 618)

Dalam dunia Mafia, balas dendam, pembunuhan dan narkotika adalah hal biasa. Tapi tidak dengan tokoh mafia bernyali tinggi dari Sisilia -Italia bernama Don Vito Corleone. Bagi pemimpin mafia ini yang menguasai New York dan beberapa wilayah di Amerika yang sangat menghargai komitmen juga sangat menjunjung tinggi arti persahabatan dengan tegas menolak narkotika dalam bisnisnya. Meskipun pembunuhan karena pengkhianatan masih menjadi tradisi. Bagi seorang Vito Corleone, membunuh untuk keadilan adalah sesuatu yang pantas dan halal.

(lebih…)

Meskipun secara waktu V For Vendetta uda lumayan lama, namun sejak kehadirannya hampir tidak ada karya lain yang setara baik secara Ide maupun fenomenal-nya.

Untuk itu saya ingin meresensi karya Mr. Moore dan Mr. Lloyd ini, ada yang suka?

Judul Buku : V for Vendetta

Penulis & Ilustrator : Alan Moore & David Lloyd

Harga : Rp 95.000,-

Ukuran : 17 x 26 cm

Tebal : 301 halaman

Terbit : Januari 2007

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Soft Cover

Buku yang saya resensi kali ini bukan buku baru. Film-nya mungkin sudah banyak yang melihat, secara Film V for Vendetta lebih dulu menyapa publik Indonesia.

Sudah banyak para peresensi hebat yang sudah mereview baik buku maupun film-nya setelah beredar di Indonesia. Saya pun menemukan berbagai literaturnya di Wikipedia. Baik ide maupun teknik penceritaan rasanya sampai saat ini belum ada yang melakukan sebaik Alan Moore dan David Lloyd. Meskipun V for Vendetta sendiri adalah buku berat yang tidak sedikit mendapat kritikan pedas saat kemunculannya karena ada indikasi seperti “merestui” anarkisme. Tak bisa disalahkan jika timbul pendapat semacam itu karena memang pada kenyataanya di cerita V for Vendetta ini tokoh V melancarkan tindakan semacam anarkisme dalam menyatakan pendapatnya. Tentu bukan tanpa alasan kenapa tokoh V berbuat semacam itu. Mau tau kenapa?

(lebih…)

Judul Buku : Maximum Ride #1: Eksperimen Malaikat (The Angel Experiment)

Penulis : James Patterson

Harga : Rp 66.000,-

Ukuran : 13,5 x 20 cm

Tebal : 536 halaman

Terbit : April 2008

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Soft Cover

Rekayasa Genetika

Apa yang ada di benakmu begitu mendengar dua kata tersebut? Percobaan dengan tikus? atau lab dengan tabung dan cawan-cawan Petri?

Tokoh kita kali ini, Maximum Ride adalah seseorang remaja putri berusia 14 tahun yang serupakan hasil dari rekayasa genetika, wujudnya adalah seorang manusia yang bersayap burung sepanjang 4 meter yang memiliki kemampuan tidak hanya terbang tapi juga kelebihan-kelebihan lain yang menakjubkan. Komposisinya adalah 98 % manusia dan 2% burung.

(lebih…)

Judul Buku : Boulevard De Clichy: Agonia Cinta Monyet

Penulis : Remy Sylado

Harga : Rp 85.000,-

Ukuran : 13.5 x 20 cm

Tebal : 672 halaman

Terbit : Maret 2006

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Soft Cover

————————–

Kota Paris sebagai salah satu Kota termasyur di dunia dengan Menara Eiffel-nya, sering kali diangkat kedalam sebuah kisah baik oleh pengarang,pelukis,sutradara film dan lain-lain untuk setting cerita mereka. Jika Anda penggemar Film, pasti ingat Film yang pernah dibintangi Nicole Kidman yang Berjudul Moulin Rouge, kalo untuk yang lokal ada Eiffel I’m in Love dan masih banyak lagi.

(lebih…)

Judul Buku : Blakanis

Penulis : Arswendo Atmowiloto

Harga : Rp 36.000,

Ukuran : 13.5 x 20 cm

Tebal : 288 halaman

Terbit : Juni 2008

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Blakanis-GPU 2008

Blakanis-GPU 2008

————————————

Blaka = Jujur (Bahasa Jawa)

Blakan = Sebuah Komunitas atau juga disebut kampung yang di ikuti oleh banyak orang karena tertarik dengan anjuran seseorang bernama Ki Blaka untuk selalu bertindak dan berkata jujur.

Ki Blaka = Orang yang menganjurkan untuk selalu berkata jujur dan merupakan tokoh utama novel ini.

Blakanis = adalah orang-orang yang disebut “pengikut” atau lebih tepatnya partisipan kampung Blakan.

———————————–

Setelah sekian lama tidak muncul, Arswendo Atmowiloto pengarang buku-buku laris Senopati Pamungkas, Canting dan Keluarga Cemara, dan lain-lain ini, kembali menelurkan novel terbarunya ; BLAKANIS. Mengangkat tema besar yaitu kejujuran dan disampaikan dengan bahasa yang “polos” dan gaya narator. Sebenarnya ada satu judul lagi yaitu Horeluya yang terbit April 2008 lalu namun saya belum berkesempatan membacanya.

(lebih…)

Bagi penggemar tokoh-tokoh yang ada di Novel ciptaan Stephenie Meyer, pasti melekat tokoh yang tak terlupakan, ganteng, misterius, dingin namun memiliki misteri yang tidak semua orang tau yaitu bahwa dia adalah mahluk terkutuk penghisap darah..Vampire…, dialah..Edward Cullen..

Sewaktu melihat-lihat thriller Film Twilight di Official site-nya Stephenie, aku menemukan gambar sebuah Cover majalah yang menampilkan tokoh utama di Novel Twilight yaitu Bella Swan dan Edward Cullen.

Edward Cullen & Bella Swan Taken from www.stepheniemeyer.com

Edward Cullen & Bella Swan Taken from http://www.stepheniemeyer.com

Coba perhatikan, apa yang menarik dari Gambar diatas?

Jika Anda jeli pasti sudah bisa menduga bahwa Make-up Artis dari si pemeran Edward itu sepertinya lihai sekali menciptakan tokoh “masa lalu”, di gambar tampak kan bagaimana sosok masa lalu itu bisa di wujudkan oleh sang Make-up artis.

Aku sih gak ngerti siapa make-up artisnya hehhe…

Yang jelas dia bisa menampilkan sosok Edward yang seorang “mahluk” masa lalu yang penuh misteri agak kaku dan memiliki kharisma yang begitu menggoda…(halah..)

Jika tokoh Bella Swan-nya sih masih kelihatan “masa kini” meskipun di balut busana yang tidak terlalu glamour dan trendy.

Ini ada beberapa cover majalah lain yang nampilin mukanya di Robert Pattison:

normal_muri_temp_4373fa06 robcovertwi_dl

portrait-august2008

movie_ew1

29fwl6h1

———————–

—————————–


Winnetou – Awal Petualangan (Buku I)

Jika Anda penggemar Karl May tentu tidak asing lagi dengan judul buku ini. Winnetou memang sebuah kisah klasik petulangan yang sepertinya tak lekang oleh waktu meskipun penulisnya telah meninggal tahun 1912 yang lalu.

Kali ini penerbit Read! Publishing House (Kelompok Mizan) menerbitkan seri petualangan Tokoh Karl di Novel Komik Winnetou dengan gaya bahasa yang “trendy” dan tentu saja banyak diselipkan humor-humor di setiap percakapan tokoh-tokohnya.

Didasari dengan alur cerita yang kuat dan karakter tokoh yang kuat pula, kemudian disampaikan dengan bahasa yang yang renyah membuat novel ini terasa sangat menarik dan tidak akan bisa berhenti begitu membacanya. Serta ditambah ilustrasi komik cerita dengan gambar yang relatif bagus membuat novel ini semakin punya nilai lebih.

Pada Buku Satu ini, diceritakan kisah awal petualangan Karl, seorang pemuda dari Jerman yang sedikit punya sifat narsis memulai petualangannya di Amerika Utara. Di wilayah itu yang pendudukanya disebut yankee, ada istilah untuk orang pendatang yaitu Greenhorn.

Greenhorn itu apaan ya? Hemm..apakah Anda bisa meraba apa arti istilah Greenhorn versi Anda? Kalo menurut Karl dan penduduk setempat, Green adalah istilah yang berarti hijau (yaiyalah..! masak artinya coklat..), masih muda atau belum pengalaman, horn artinya alat peraba. Greenhorn bisa diibaratkan sebagai ngengat muda yang alat perabanya belum matang sehingga harus bertindak ekstra hati-hati. Dengan kata lain Greenhorn adalah istilah lain untuk kata tolol dan tidak bisa apa-apa.

Seperi Rocker, Greenhorn juga manusia yang punya rasa, punya hati dan suatu waktu harus pergi membeli mesiu.Tapi tahu tidak?! Ketika menembak untuk pertama kalinya, dia baru sadar kalo yang di belinya bubuk arang. Gak-gak-gak…”(hal.9)

Coba cermati kalimat pertamanya, itu kan mirip lirik salah satu kalimat di lagunya Sirius Band yang berjudul “Rocker Juga Manusia” ada-ada saja kerjaan penyunting naskahnya Winnetou ini!

Sebagai pendatang, Karl sangat lekat dengan olok-olok sebagai Greenhorn. Meskipun keyantaanya Karl tidak setolol yang mereka kira. Di wilayah tersebut Karl bertemu dengan seorang pembuat senapan bernama Henry, yang awalnya sangat meremehkan Karl. Dia membuat serangkaian test untuk Karl seperti test menembak, menjinakkan kuda liar serta pengetahuan tentang tanah. Dan ternyata dari test-test tersebut Karl lulus dengan sempurna! Namun semua kekaguman itu Henry sembunyikan dihadapan Karl. Karena Henry memiliki sebuah rencana untuk Karl, sebuah rencana besar yang sama sekali diluar dugaan Karl!

Rencana besar apakah itu? Di Buku satu ini Anda bisa tahu rencana besar tersebut.

Winnetou – Guru Suku Apache (Buku 2)

Melanjutkan Seri Winnetou Buku Satu, Pada Buku Dua yang berjudul Guru Suku Apache ini, mengantarkan Karl bertemu dengan suku Indian Apache. Tidak tanggung-tanggung Karl bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi suku tersebut yaitu Klekih Petra, serta Bapak dan Anak petinggi suku tersebut Intschu Tschuna dan anaknya Winnetou.

Kisah kedua ini diawali dengan kekecewaan Karl akan proyek rel kereta Api yanng ditanganinya di wilayah suku Apache. Dia kecewa dengan segala kelakuan rekan kerja tim-nya yang cenderung malas dan lebih senang bermabuk-mabukan daripada bekerja. Untungnya dia masih memiliki Sam Hawkens seorang Westman yang lumayan bisa diajak kerja sama.

Dimulailah petualangan baru bersama Sam, berburu Bison, menangkap Mustang yang akhirnya dapat seekor Bagal (blasteran kuda dengan keledai), hingga tak sengaja berburu Beruang Grizzly yang besar, ganas dan mengerikan.

Sehabis berburu bison ini ada percakapan konyol antara Sam Hawkens dengan Stone:

Kalu kita berdua ikut pemilihan cover boy, setidaknya aku bakal masuk sebagai finalis. Sedangkan kamu, masuk semi fnalis saja tidak! Hihihhi…”(hal. 33)

Emang di jaman itu udah ada pemilihan cover boy-cover boy-an ya?! hehehehhe…

Akhir perburuan Beruang Grizzly yang akhirnya mati ditikam Karl menimbulkan konflik internal dengan rekan sekerjanya Rattler yang sejak awal memang tidak menyukainya. Pertengkaran itu berhenti sejenak begitu ada 3 orang suku Apache yang datang mendekat. Ke-3 orang suku Apache yang tak lain adalah pejabat tinggi suku tersebut akhirnya menyulut pertengkaran antara Suku Apache dan rombongan penggarap proyek rel kereta api yang ada Karl di dalamnya.

Adu mulut terus berlangsung hingga peristiwa yang sangat tidak diharapkan terjadi. Peristiwa apakah itu?

Winnetou – Suku Kiowa (Buku 3)

Inilah Seri ke 3 dari buku Winnetou. Yang melibatkan Karl dengan dua suku Indian paling berpengaruh yaitu Suku Apache dan Suku Kiowa. Jika Suku Apache dalam kisah ini adalah suku yang baik hati dan menyukai persaudaraan dan perdamaian, maka suku Kiowa adalah kebalikannya, mereka adalah suku yang suka merebut hak orang lain alias merampok dan mencuri dan menyukai peperangan.

Perbedaan mendasar ini rupanya terjadi karena pihak orang Amerika atau yang biasa disebut suku muka pucat membeli barang-barang dari suku Indian dengan mahal sehingga membutakan mata Suku Kiowa yang memang dasarnya suka mencuri, untuk medapat barang seperti kuda dan lain-lain dengan cara menjarah milik orang lain untuk dijual.

Setelah insiden beruang yang mati tertikam pisau Karl dan kematian Klekih Petra karena ditembak Rattler, menyebabkan dendam kesumat bagi suku Apache pada kelompok proyek rel kereta api-nya Karl. Di saat yang tengah genting tersebut, Sam Hawkens kabetulan bertemu “teman lama” yaitu suku Kiowa. Sam mengerti Suku Kiowa bukan sekumpulan teman yang baik namun demi mengetahui mereka bermusuhan dengan suku Apache, tentu situasi ini bisa dimanfaatkan.

Strategi disusun, rencana dibuat, pekerjaan dikerjakan secepat-cepatnya sekuat tenaga. Dengan rapi dan cermat Karl dan Sam memutar otak bagaimana bisa selamat dari suku Apache sekaligus dari suku Kiowa yang suka menjarah barang.

Hingga malam yang ditunggu-tunggu tiba. Suku Apache yang berjumlah sekitar 50 orang menyerang ke markas Karl. Suku Apache sudah tahu bahwa suku Kiowa sedang bercokol juga di wilayah itu. pertumpahan darahpun tak bisa dihindari. Suku Apache terdesak hingga Winnetou dan Ayahnya tertangkap.

Akankah Winnetou dan ayahnya bisa selamat dari suku Kiowa yang bengis dan kejam? Buku Tiga Winnetou ini mengungkapkan liku-liku petualangan Winnetou dan Karl dengan sangat apik.

Cheerz

Eviwidi

——————————————————————

Karl Friedrich May (1842-1912)

Adalah penulis kelas dunia berdarah Jerman yang karya-karyanya diterbitkan dalam berbagai bahasa dan banyak dibicarakan orang dari masa ke masa. Winnetou merupakan karya bertema petualangan dan salah satu yang terlaris sepanjang zaman. Kisah petualangan seorang pemuda Eropa ini memiliki penggemar yang tak terhitung lagi jumlahnya.

image: http://www.nytimes.com

Masih ingat Novel Twilight? Yep, ini adalah sekuel kedua seri Romantisme kisah cinta antara Vampire dan Manusia, Bella Swan dan Edward Cullen.

Berhubung ini novel cinta-cintaan yang ‘dibungkus’ dengan kisah-kisah yang masih menjadi mitos dimasyarakat jadi tentu saja kisah romannya bertebaran di sana-sini disetiap sudut kisah.Dan tidak ketinggalan ketegangan ketegangan dengan mahluk-mahluk jadi-jadian..(gilee.pengulangan kata-katanya banyak banget ya..:p)

Kisah diawali dengan cerita Bella yang akan ulang tahun, Edward punya rencana untuk membuat perayaan ulang tahun Bella yang ke-18. Berbagai rencana disusun namun Bella menolak mentah-mentah semua rencana perayaan Ultah-nya dan tak mau menerima hadiah sekalipun. Karena dengan ulang tahun yang ke-18 ini menandakan dia berumur “lebih tua” setahun dari Edward yang berumur “17”.

(lebih…)

Setelah lama tidak muncul, penulis Novel laris Saman ini kembali menelorkan sebuah Novel yang mengangkat tema Spiritualisme Kritis. Yang didalamnya terdapat perdebatan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan hal spiritual, seperti mistis, takhayul, sesajen dan juga kehidupan beragama monotheisme.

Jika di rumuskan secara kelompok, ada dua kubu yang ditampilan disini, kubu yang menghargai dan mempercayai takhayul, adat istiadat, sesajen dll, sementara kubu yang lain yang disebut modern yang tidak lagi mempercayai hal-hal takhyul.

Lantas apa hubungannya dengan Bilangan Fu? Apasih Bilangan Fu itu?

(lebih…)