BBM Naik, Harga Buku Ikut Naik…

Posted: Mei 20, 2008 in Secara Menurut Aku....
Tag:, ,

Naiknya harga BBM pada akhir Mei ini, ternyata sudah ‘diekori’ oleh naiknya sejumlah harga barang yang lain, buku misalnya.

Kenaikan harga buku ini tak bisa dipungkiri karena faktor tersebut, selain faktor seperti harga kertas yang makin mahal,honor penulis, laba penerbit, pajak penjualan di toko buku, distribusi..dan hal-hal teknis lain yang mungkin saya belum tahu.

Dan Masyarakat sebagai konsumen buku yang tidak memiliki uang lebih untuk membeli buku barang sekali sebulanpun, semakin mengganggap buku adalah sebuah barang mewah.

padahal, bagaimana kita bisa meningkatkan minat baca untuk tujuan mulia ‘mencerdaskan bangsa’ bisa tercapai jika media penyampainya saja tidak bisa dijangaku masyarakat?

Kenyataan inilah yang membuat makin miris pada bangsa ini. memenuhi kebutuhan hidup 4 sehat 5 sempurna saja sudah susah, boro-boro mikirin beli buku…

Akan tetapi, tidak adakah jalan keluar..?!

Terus mengkritisi pihak pemerintah tentang kebijakan-kebijakan yang semakin hari semakin bikin pusing rasanya itu sesuatu yang sia-sia. Sekeras apapun kita meneriakkan kebijakan pemerintah supaya pro-rakyat kecil seakan tidak di gubris, apakah kuping para pembuat kebijakan itu tuli? ah entahlah..

Yang jelas saat ini, ada baiknya kita memikirkan bagaimana kehidupan kita sendiri saja nantinya, mencari solusi supaya kehidupan lebih baik, bisa membeli buku tanpa ada rasa sakit hati pada naiknya harga buku, bisa makan sehat tanpa mengomel karena BBM naik dan bisa ibadah tanpa dendam pada pemerintah yang korup.

Persoalan naiknya harga buku ini sangat dilematis baik bagi penerbit, konsumen, maupun penjual buku. Harganya di naikkan konsumen gka mau beli, diturunkan penjual dan penerbit yang merugi, repot kan?

Dari Harian Kompas tanggal 19 Mei kemaren, dilaporkan ada sekitar 20 penebit di Jawa Timur yang merupakan anggota tetap IKAP (Ikatan Penerbit Indonesia) sejumlah 92 penerbit, sudha menyatakan tutup, hal itu di picu naikknya harga kertas sebesar 20 % pada bulan Februari lalu.

Apakah hal ini merupakan indikasi akan hancurnya industri perbukuan kita?

ataukan akan beralih ke buku elektronik (e-book) industri perbukuan ini untuk mensiasati pasar? sementara kita tahu bahwa tidak semua masyarakat Indonesia sudha melek komputer,

ataukah hal ini akan membuat laris produk buku digital semacam Kindle dan PRS-505 Portable reader system keluaran Sony?

Kita liat saja perkembangan Industri perbukuan kita selanjutnya…

salam

Eviwidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s