Pastikan Bisnis Anda Tumbuh dan Berkembang dengan Menghindari ‘Broken Windows’

Posted: Juni 17, 2008 in Bisnis Advices, Resensi Buku Non Fiksi
Tag:, , , , , ,

Apa yang akan anda lakukan ketika berkunjung ke sebuah klinik kesehatan dan mendapati bahwa lantainya kotor? Atau sebuah restoran yang toiletnya kurang bersih? Tentu anda jadi malas mengulang untuk kedua kalinya berkunjung kesana. Hal-hal kecil yang seperti itulah yang bisa menyebabkan konsumen enggan kembali apalagi jadi pelanggan, dan hal itu bisa menjadi pemicu hancurnya bisnis sebuah perusahaan yang dalam istilah bukunya Michael Levine ini disebut “Broken Windows”.

Jika diartikan secara harafiah, broken windows adalah pecahnya jendela salah satu atau dua jendela rumah kita yang tidak kunjung diperbaiki. Kerusakan itu bisa merembet dan menimbulkan dampak yang sangat serius untuk kerusakan kerusakan berikutnya jika tidak cepat ditanggulangi. Karena secara sosial, jika sebuah rumah jendelanya pecah dan dibiarkan maka masyarakat akan menganggap bahwa rumah itu pasti tidak ada penghuninya dan bebas dicorat-coret maupun diapakan saja.

Pada sebuah perusahaan, broken windows bisa terjadi dari mana saja, bisa karpet dan kursi yang mulai usang, bisa dari salah seorang karyawan yang senang telat dan tidak memperhatikan kinerjanya bisa menjadi broken windows yang sangat potensial.

Michael Levine mendapat istilah broken windows ini dari ahli kriminal James Q.Wilson dan George L. Kelling pada sebuah karya berjudul “Broken windows” di majalah Atlantic Monthly edisi Maret 1982. Istilah yang sebelumnya hanya untuk kasus-kasus kriminal ini berkembang interpretasinya pada bidang-bidang yang lain. Levine memberi contoh-contoh nyata perusahaan terkenal yang ‘terancam’ ambruk karena broken windows ini, seperti Mcdonald yang sering membuat pelanggan kecewa pada hal-hal yang (mungkin) dianggap sepele oleh pihak manejemen McDonald. Pasokan happy meal yann tidak memadai sementara promosi begitu gencar untuk anak-anak mendapatkan mainan itu jika makan di sana, dan anda mungkin pernah mengalaminya. Tidakkah itu sebuah broken windows?

Perusahaan yang berhasil mengurangi broken windows juga diberi bocoranya oleh Levine, seperti situs pencari terkenal Google yang hanya memerlukan 0,35 detik untuk bisa menampilkan hasil pencarian. Meskipun Google gratis bagi penggunanya, namun pihak manejemen Google sangat peka dengan tingkat kepuasan pengguna merupakan hal krusial untuk sebuah situs pencari, selain faktor ketepatan data yang dihasilkan sesuai dengan kata kunci. Karena jika pengguna puas tentu akan lebih banyak lagi yang akan memakai dan itu artinya pemasang iklan yang menjadi mesin uang mereka akan terus setia menggunakan jasa Google. Dan masih banyak contoh-contoh nyata lain yang sepertinya harus dibaca dan diketahui untuk menghindari broken windows. Dengan format font yang cukup memadai (tidak terlalu kecil) dan spasi yang ‘lega’ anda tidak akan merasa cepat lelah membaca buku ini. Levine tidak hanya memberi contoh tapi juga memberi jalan keluar bagaimana mengatasi dan mecegahnya.

Kalau berkaca pada keadaan yang ada disekitar kita, adakah broken windows yang potensial merusak rumah,perusahaan,kota bahkan Negara? Seperti jika di Jakarta saja broken windows-nya mungkin sudah begitu banyak. Macet,sampah,banjir,panas, apalagi jika melihat lebih luas di Negara kita yang mungkin sudah mengalami broken big windows karena oknum pemerintah yang korup,system birokrasi yang ruwet,budaya suap menyuap belum lagi kenaikan harga BBM yang tidak dibarengi dengan kenaikan income perkapita penduduknya.

Sebuah buku yang sangat inspiratif dan sangat layak untuk dimiliki dan dipelajari. Sebagai penulis dan Public relation yang terkenal, Michael Levine seperti jaminan mutu bahwa sebagai pembaca anda tidak ada kerugian memiliki buku ini.

Adakah di rumah ada atau perusahaan anda memiliki broken windows?

Cheerz

Evi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s