Resensi Jakarta Under Kompor-Arham Kendari

Posted: Juli 6, 2008 in Resensi Buku Fiksi
Tag:, , , ,

Ini buku konyol entah ke berapa yang aku beli, tapi jujur aja ini gara-gara aku sering blog walking ke blog-nya si Arham ini, sebelumnya aku beli majalah Hai yang berisi Komik-komik horor jayus (Aduh edisinya lupa, mo bongkar-bongkar tumpukan buku kok malaysie..yaa..:p). Trus beli Komiknya Benny & Mice yang Jakarta Luar Dalem. Yang terakhir ya..ini..Jakarta Under Kompor..

Set… dah, gambarnya Patung Pancoran versi Arham! pake kolor ijo..(kali..) soalnya gambarnya di greyscale-sih. Narsis plus-plus beneran nih anak..kirain dia mo pasang Siti Nurhaliza, atau Dian Sastro secara dia ngebet banget tuh sama teh Dian juga si Siti…wakakakkaa….

Kalo boleh dibilang ini cerita sebenernya cerita keseharian, berhubung disampaikannya dengan cara konyol dan penuh rasa humor tinggi akhirnya jadi menariklah cerita ini. Emang sih, kayaknya sebuah cerita itu bisa hidup dan menarik itu tergantung bagaimana cara menyampaikannya.

Buku ini diambil dari Blog-nya si Arham sendiri. Jadi buku ini blog. Blog-nya juga buku ini. Bahasa timbuktu-nya Book from Blog.

Kalo kalian pengen baca yang ringan-ringan, yang lucu-lucu aku rekomen deh buku ini. Dijamin gak nyesel! kalo di kasih bintang-bintangan, aku kasih bintang 6 untuk buku ini.

Ini salah satu puisi gak sopan yang ada di buku si Arham ini,

Baru juga seminggu ku dapat kerjaan
Teman-teman udah pada kreatif buat schedule traktiran
Dari Jakarta Utara sampai Jakarta Selatan
Namun apa daya, tak kuasa ku melawan

Bingung ku memikirkan
Gimana dapatkan tambahan modal secara instan
Apakah jadi preman Tanah Abang?
Ataukah jual diri di Taman Lawang?

Tanggal muda bulan depan
Haruskah ku minta perlindungan ke Komnas HAM
Mungkinkah ku mabur ke Pulau Nusakambangan?
Ataukah invisible for everyone?

oh, Pak Sutiyoso yang ganteng dan rupawan
Mengapa kotamu begitu kejam
Mengapa budaya merokok di tempat umum di larang?
Tetapi budaya traktir gaji pertama dilestarikan?

Oh, Pak SBY yang macho nan jantan
Tak bisakah kau buat kepres dan undang-undang?
Yang melindungi keselamatan warga pendatang?
Yang terbebaskan dari traktiran yang seolah jadi kewajiban?


Oh, teman-teman yang berperikemanusiaan dan berperikeadilan
Mengertilah diriku yang hanya karyawan kecilan
Kuharap gajian nanti gak minta macam-macam
Kecuali satu diantara kalian bersedia kujadikan istri simpanan

Oh, Emak nun jauh di kampung halaman
Maafkan jika bulan depan gak ada kiriman yang kujanjikan
Terserahlah jika kau anggap anakmu ini Malin Kundang
Asal jangan kau kutuk diriku jadi patung Pancoran
Oh, para pembaca yang budiman

Maafkan jika puisi ini gak sopan

Karena aku bukanlah ponakan Kahlil Gibran

Hanya anak perantauan yang konsisten mempertahankan ketampanan

Komentar
  1. ipk4cumlaude mengatakan:

    Nah kalau ini bisa jadi koleksi. Bisa buat bacaan pas di jalan nih. Awas loh kalo ga kocak!

  2. dobelden mengatakan:

    hakakka.. narsis emang arham yg satu inih

    jdi inget id kendari di kaskus😀

  3. agvin mengatakan:

    kok resensi ny g lngkap sih??

    g ada data jdl,harga,tebal dll

    bwat tgs sekolah nihh

    kudu lgkp

    ”hehehehe”

  4. eviwidi mengatakan:

    Halo Agvin…, kalo mau lengkap spesifikasinya klik aja di Web-nya Gramedia yang ada di Blogroll saya…

    Thanks ya dah mampir..

  5. Syaifuddin Gani mengatakan:

    secara pribadi saya salut dengan terbitnya novel arham. paling tidak ia telah menyokong hadirnya masyarakat literat di kendari. meskipun demikian salah kekurangan novel ini menurutku adalah: bahasanya. ia menggunakan dialek betawi-jakarta dalam pengungkapan dialog tokoh-tokohnya. padahal setting dan suasaba cerita berada di kendari. momoer ini, sepertinya ditulis oleh orang jakarta. karena jakarte bangets gitu lo.

  6. dprima mengatakan:

    gw salut sama bang arham :thumbup: seorang yg sederhana namun break trough menumbus batas kewajaran. Salah satu the rain maker di dunia maya. buat mpunya blog ini kalo ada versi pdfnya boleh dong kirim email :ngarep: hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s