Resensi Novel Istana Kedua – Asma Nadia

Posted: Juli 17, 2008 in Resensi Buku Fiksi
Tag:, , , ,

Poligami. Mendengar istilahnya saja sudah membuat alis bertaut dan saat ini sepertinya kasus poligami menjadi polemik tak berujung di negeri ini. Apalagi lagi saat sosok public figure yang semula begitu dicintai dan di hormati, melakukanya juga..arghh…

Membaca Novel berjudul Istana Kedua karya Asma Nadia ini juga memunculkan polemik yang sama dalam mindset-ku. Tapi sepertinya, kisah yang terjadi di kisah novelnya Teh Asma ini cukup menyedot pikiranku…

Terlebih, saat penyebutan lokasi setting ceritanya, itu tempat aku tinggal beberapa waktu lalu..di Bogor! Kalo pernah ke Bogor, pasti tahu banget yang namanya IPB dan Baranangsiang. Dan tempat ketemuan waktu Arini Reuni dengan temen-temen kost-nya aku curigai tempatnya adalah Botani Square atau Bogor Trade Mall alias BTM yang emang ada tempat makan atau Pujasera di teras Mall bagian atas. Jadi bisa makan sambil memandang cakrawala…(halah..)

Kisah Poligami selalu menarik untuk disimak meskipun sudah berulang-ulang dibahas baik di bisik-bisik dengan tetangga, forum, film, koran, majalah, cerpen, novel, tv, radio, internet.. dan tak bosan-bosannya untuk dibahas dan dibahas lagi. Ibarat cinta dan benci, seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dan terus menjadi sumber inspirasi..

Perkawinan,perselingkuhan,poligami, saat ini sudah seperti 3 sisi segitiga yang manyatu, sudah sesuatu yang dianggap biasa. Tapi, benarkah harus seperti itu?

Novel berjudul Istana Kedua karya novelis laris Asma Nadia ini, menghadirkan lagi kisah poligami yang dilihat dari ‘kaca matanya’ yang mungkin tidak semua orang bisa memandang dengan sudut yang sama. Asma bertutur dengan lembut khas tulisannya, namun terasa sangat tajam dan menusuk. Ada bagian-bagian dimana sebuah pemberontakan yang nyata dalam tulisannya.

Apakah perempuan ditakdirkan untuk disakiti? Dan laki-laki bisa melenggang saat melakukan perselingkuhan dan poligami?

Asma menghadirkan 3 tokoh utama,

Arini-penulis yang cukup sukses,lulusan IPB dan seorang istri yang cantik lembut dan sabar, tipikal ibu rumah tangga sejati-.

Andika Prasetya –suami baik-baik,dosen dan tipikal suami dan bapak yang baik-.

Mei Rose –Wanita keturunan tionghoa yang kurang beruntung dalam cinta dan keluarga, namun cukup beruntung dalam karir, tidak terlalu cantik dan ingin mengakhiri penderitaan hidupnya dengan bunuh diri-.

Lantas apa hubungan ketiganya? Kisah bergulir dengan perlahan, Saat-saat bahagia Arini yang menikah dengan Pras dan kehidupan bak dongeng. Keluarga yang di karuniai 3 orang anak membuat kebahagiaan bertambah lengkap. Lalu apa yang salah? Tidak ada satu kesalahanpun sampai suatu ketika Pras menolong seorang wanita yang mengalami kecelakaan. Wanita keturunan tersebut mengenakan baju pengantin dan dalam keadaan hamil besar,dia adalah Mei Rose.

Kejadian-demi kejadian seperti terususun bak puzzle yang tak bisa dihindari dan dirubah susunannya. Mei Rose masuk dalam kehidupan perkawinan Pras dan Arini. Semua berbalik. Kebahagiaan menjadi penderitaan. Kecintaan menjadi Kebencian dan kesempurnaan menjadi kehancuran.

Apa yang kemudian terjadi dalam hidup Arini, Pras dan Mei Rose selanjutnya?

Asma tidak memberikan doktrin tentang poligami maupun secara frontal menentang poligami. Namun ada kejadian logis yang sepertinya ingin disampaikan, bahwa poligami adalah sesuatu yang absurd. Tak mudah dijabarkan kemudian mengkotakkannya menjadi sesuatu dalam kelompok hitam atau putih.

“Ketika dia tak tahu bagaimana harus memilih, hidup memilihkan jalannya sendiri”(hal.190)

Jika penasaran seperti apa poligami dalam kacamata Asma Nadia dan bagaimana poligami bisa menghancurkan sekaligus menyelamatkan hidup seseorang, Novel ini sangat layak untuk jadi pertimbangan bacaan. Selain tidak ada bahasa bertele-tele dan kesan menggurui maupun mendoktrin tentang sesuatu. Jangan lewatkan!.

Cheerz

-Eviwidi-

Komentar
  1. nm mengatakan:

    wah, lumayan juga ulasannya untuk novel istana kedua. tapi jika ditambah dari sudut pandang sastra yang lebih banyak, pasti akan lebih menarik….

  2. eviwidi mengatakan:

    Wah..pakar resensi yang mampir nih…hehehhe..tengkyu ya mas…soal sastra aku masih hijau mas…jadi belum pede untuk komentar dari sudut pandang itu…

  3. n mursidi mengatakan:

    wah, jangan nganggap aku pakar resensi. hanya sekedar pembaca buku, seperti yang lain. soal ISTANA KEDUA, aku juga sudah membuat resensinya, tetapi belum aku publikasikan di blog-ku. maklum, masih banyak tulisan yang hrs diantrikan untuk tampil duluan….

  4. indah mengatakan:

    Sedih,euy…hbs baca bbrp hr yg lalu.Kpikir endingnya Arini akn dptkan istananya kmbali.Benar jg ya mengapa dongeng sll berakhir bahagia.Krn ia tak prnah nyata.Mei Rose,I hate you!

  5. disavela mengatakan:

    cinta sejati itu menomorduakan pamrih, bahkan tanpa pamrih sekalipun😦

  6. Adel mengatakan:

    Teman,,,
    Aku Adel…
    Maaf, aku butuh bantuan kalian…
    Aku membutuhkan buku “Istana Kedua” ini… Amat sangat membutuhkan
    Sudah kucari hampir di seluruh toko buku di kota bandung,, tapi tak ada juga…
    Aku juga sudah pesan ke berbagai toko buku… tapi NIHIL
    Untuk yang memiliki buku ini,,, boleh pinjem tak?
    Ini untuk bahan skripsiku,,, aku tertarik mengangkat poligami

    Terima kasih bantuannya
    bintang_zea@yahoo.com

  7. Jabon mengatakan:

    sayajarang membaca novel … sebenarnya saya ingin sekalai membacanya namun gak ada waktu karena selalu sibuk hemmm ini saya luangkan untuk mencari novel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s