Resensi Novel Komik Winnetou; 1-2-3

Posted: Agustus 7, 2008 in Resensi Buku Fiksi
Tag:, , , ,


Winnetou – Awal Petualangan (Buku I)

Jika Anda penggemar Karl May tentu tidak asing lagi dengan judul buku ini. Winnetou memang sebuah kisah klasik petulangan yang sepertinya tak lekang oleh waktu meskipun penulisnya telah meninggal tahun 1912 yang lalu.

Kali ini penerbit Read! Publishing House (Kelompok Mizan) menerbitkan seri petualangan Tokoh Karl di Novel Komik Winnetou dengan gaya bahasa yang “trendy” dan tentu saja banyak diselipkan humor-humor di setiap percakapan tokoh-tokohnya.

Didasari dengan alur cerita yang kuat dan karakter tokoh yang kuat pula, kemudian disampaikan dengan bahasa yang yang renyah membuat novel ini terasa sangat menarik dan tidak akan bisa berhenti begitu membacanya. Serta ditambah ilustrasi komik cerita dengan gambar yang relatif bagus membuat novel ini semakin punya nilai lebih.

Pada Buku Satu ini, diceritakan kisah awal petualangan Karl, seorang pemuda dari Jerman yang sedikit punya sifat narsis memulai petualangannya di Amerika Utara. Di wilayah itu yang pendudukanya disebut yankee, ada istilah untuk orang pendatang yaitu Greenhorn.

Greenhorn itu apaan ya? Hemm..apakah Anda bisa meraba apa arti istilah Greenhorn versi Anda? Kalo menurut Karl dan penduduk setempat, Green adalah istilah yang berarti hijau (yaiyalah..! masak artinya coklat..), masih muda atau belum pengalaman, horn artinya alat peraba. Greenhorn bisa diibaratkan sebagai ngengat muda yang alat perabanya belum matang sehingga harus bertindak ekstra hati-hati. Dengan kata lain Greenhorn adalah istilah lain untuk kata tolol dan tidak bisa apa-apa.

Seperi Rocker, Greenhorn juga manusia yang punya rasa, punya hati dan suatu waktu harus pergi membeli mesiu.Tapi tahu tidak?! Ketika menembak untuk pertama kalinya, dia baru sadar kalo yang di belinya bubuk arang. Gak-gak-gak…”(hal.9)

Coba cermati kalimat pertamanya, itu kan mirip lirik salah satu kalimat di lagunya Sirius Band yang berjudul “Rocker Juga Manusia” ada-ada saja kerjaan penyunting naskahnya Winnetou ini!

Sebagai pendatang, Karl sangat lekat dengan olok-olok sebagai Greenhorn. Meskipun keyantaanya Karl tidak setolol yang mereka kira. Di wilayah tersebut Karl bertemu dengan seorang pembuat senapan bernama Henry, yang awalnya sangat meremehkan Karl. Dia membuat serangkaian test untuk Karl seperti test menembak, menjinakkan kuda liar serta pengetahuan tentang tanah. Dan ternyata dari test-test tersebut Karl lulus dengan sempurna! Namun semua kekaguman itu Henry sembunyikan dihadapan Karl. Karena Henry memiliki sebuah rencana untuk Karl, sebuah rencana besar yang sama sekali diluar dugaan Karl!

Rencana besar apakah itu? Di Buku satu ini Anda bisa tahu rencana besar tersebut.

Winnetou – Guru Suku Apache (Buku 2)

Melanjutkan Seri Winnetou Buku Satu, Pada Buku Dua yang berjudul Guru Suku Apache ini, mengantarkan Karl bertemu dengan suku Indian Apache. Tidak tanggung-tanggung Karl bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi suku tersebut yaitu Klekih Petra, serta Bapak dan Anak petinggi suku tersebut Intschu Tschuna dan anaknya Winnetou.

Kisah kedua ini diawali dengan kekecewaan Karl akan proyek rel kereta Api yanng ditanganinya di wilayah suku Apache. Dia kecewa dengan segala kelakuan rekan kerja tim-nya yang cenderung malas dan lebih senang bermabuk-mabukan daripada bekerja. Untungnya dia masih memiliki Sam Hawkens seorang Westman yang lumayan bisa diajak kerja sama.

Dimulailah petualangan baru bersama Sam, berburu Bison, menangkap Mustang yang akhirnya dapat seekor Bagal (blasteran kuda dengan keledai), hingga tak sengaja berburu Beruang Grizzly yang besar, ganas dan mengerikan.

Sehabis berburu bison ini ada percakapan konyol antara Sam Hawkens dengan Stone:

Kalu kita berdua ikut pemilihan cover boy, setidaknya aku bakal masuk sebagai finalis. Sedangkan kamu, masuk semi fnalis saja tidak! Hihihhi…”(hal. 33)

Emang di jaman itu udah ada pemilihan cover boy-cover boy-an ya?! hehehehhe…

Akhir perburuan Beruang Grizzly yang akhirnya mati ditikam Karl menimbulkan konflik internal dengan rekan sekerjanya Rattler yang sejak awal memang tidak menyukainya. Pertengkaran itu berhenti sejenak begitu ada 3 orang suku Apache yang datang mendekat. Ke-3 orang suku Apache yang tak lain adalah pejabat tinggi suku tersebut akhirnya menyulut pertengkaran antara Suku Apache dan rombongan penggarap proyek rel kereta api yang ada Karl di dalamnya.

Adu mulut terus berlangsung hingga peristiwa yang sangat tidak diharapkan terjadi. Peristiwa apakah itu?

Winnetou – Suku Kiowa (Buku 3)

Inilah Seri ke 3 dari buku Winnetou. Yang melibatkan Karl dengan dua suku Indian paling berpengaruh yaitu Suku Apache dan Suku Kiowa. Jika Suku Apache dalam kisah ini adalah suku yang baik hati dan menyukai persaudaraan dan perdamaian, maka suku Kiowa adalah kebalikannya, mereka adalah suku yang suka merebut hak orang lain alias merampok dan mencuri dan menyukai peperangan.

Perbedaan mendasar ini rupanya terjadi karena pihak orang Amerika atau yang biasa disebut suku muka pucat membeli barang-barang dari suku Indian dengan mahal sehingga membutakan mata Suku Kiowa yang memang dasarnya suka mencuri, untuk medapat barang seperti kuda dan lain-lain dengan cara menjarah milik orang lain untuk dijual.

Setelah insiden beruang yang mati tertikam pisau Karl dan kematian Klekih Petra karena ditembak Rattler, menyebabkan dendam kesumat bagi suku Apache pada kelompok proyek rel kereta api-nya Karl. Di saat yang tengah genting tersebut, Sam Hawkens kabetulan bertemu “teman lama” yaitu suku Kiowa. Sam mengerti Suku Kiowa bukan sekumpulan teman yang baik namun demi mengetahui mereka bermusuhan dengan suku Apache, tentu situasi ini bisa dimanfaatkan.

Strategi disusun, rencana dibuat, pekerjaan dikerjakan secepat-cepatnya sekuat tenaga. Dengan rapi dan cermat Karl dan Sam memutar otak bagaimana bisa selamat dari suku Apache sekaligus dari suku Kiowa yang suka menjarah barang.

Hingga malam yang ditunggu-tunggu tiba. Suku Apache yang berjumlah sekitar 50 orang menyerang ke markas Karl. Suku Apache sudah tahu bahwa suku Kiowa sedang bercokol juga di wilayah itu. pertumpahan darahpun tak bisa dihindari. Suku Apache terdesak hingga Winnetou dan Ayahnya tertangkap.

Akankah Winnetou dan ayahnya bisa selamat dari suku Kiowa yang bengis dan kejam? Buku Tiga Winnetou ini mengungkapkan liku-liku petualangan Winnetou dan Karl dengan sangat apik.

Cheerz

Eviwidi

——————————————————————

Karl Friedrich May (1842-1912)

Adalah penulis kelas dunia berdarah Jerman yang karya-karyanya diterbitkan dalam berbagai bahasa dan banyak dibicarakan orang dari masa ke masa. Winnetou merupakan karya bertema petualangan dan salah satu yang terlaris sepanjang zaman. Kisah petualangan seorang pemuda Eropa ini memiliki penggemar yang tak terhitung lagi jumlahnya.

image: http://www.nytimes.com

Komentar
  1. ucok mengatakan:

    TOP BOSS…!!!!

  2. eviwidi mengatakan:

    hai Ucok..Salam kenal yee…thanks dah mampir, penggemar Karl may nih?

  3. dennylaras mengatakan:

    kelas 5 sd tahun1978 sudah membaca tamat seri winetow karya karl may ini, dapat pinjam diperpustakaan sekolah dasar di soroako ,kab luwu sulawesi selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s