Resensi BLAKANIS – KEJUJURAN ARSWENDO

Posted: Agustus 25, 2008 in Resensi Buku Fiksi
Tag:, , ,

Judul Buku : Blakanis

Penulis : Arswendo Atmowiloto

Harga : Rp 36.000,

Ukuran : 13.5 x 20 cm

Tebal : 288 halaman

Terbit : Juni 2008

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Blakanis-GPU 2008

Blakanis-GPU 2008

————————————

Blaka = Jujur (Bahasa Jawa)

Blakan = Sebuah Komunitas atau juga disebut kampung yang di ikuti oleh banyak orang karena tertarik dengan anjuran seseorang bernama Ki Blaka untuk selalu bertindak dan berkata jujur.

Ki Blaka = Orang yang menganjurkan untuk selalu berkata jujur dan merupakan tokoh utama novel ini.

Blakanis = adalah orang-orang yang disebut “pengikut” atau lebih tepatnya partisipan kampung Blakan.

———————————–

Setelah sekian lama tidak muncul, Arswendo Atmowiloto pengarang buku-buku laris Senopati Pamungkas, Canting dan Keluarga Cemara, dan lain-lain ini, kembali menelurkan novel terbarunya ; BLAKANIS. Mengangkat tema besar yaitu kejujuran dan disampaikan dengan bahasa yang “polos” dan gaya narator. Sebenarnya ada satu judul lagi yaitu Horeluya yang terbit April 2008 lalu namun saya belum berkesempatan membacanya.

Awalnya jika membaca, pembaca mungkin agak sedikit bingung dengan “dimatikannya” tokoh utama Novel ini pada Bab Pertama. Mungkin itu salah satu pengejawantahan Arswendo pada keadaan sekarang dimana seakan kejujuran “sudah mati” dan uang sudah menjadi Tuhan, sehingga segala cara untuk mendapatkannya seakan halal adanya.

Ki Blaka bukan nama sebenarnya. Nama aslinya Wakiman usia 58 tahun. Ki Blaka sendiri dalam kisah ini bukanlah tokoh super hero maupun yang punya “kemampuan lebih”. Dia tokoh biasa-biasa saja nyaris tanpa keistimewaan. Tidak ganteng, tidak kaya, tidak terkenal. Dia hanya mengenakan selimut lorek untuk menutupi tubuhnya. Namun Ki Blaka memiliki gagasan yaitu Kejujuran yang akhirnya diikuti oleh sebagian besar orang disekitarnya. Bahkan pada akhirnya sampai orang-orang yang dari jauhpun datang untuk menjadi bagian kampung Blakan.

Karena yang menjadi Blakanis datang dari berbagai latar belakang, maka tokoh-tokoh yang muncul dalam kisah inipun jadi sedemikian unik-unik. Ada tokoh Mareto, bekas Intel yang punya visi “membunuh untuk menyelamatkan”, Suster Emak yang merupakan sehabat dekat Ki Blaka, Jamil Akamid yang pernah menjadi Menteri, kemudian Ai tokoh cantik nan molek istri pengusaha Linggar Jimaro yang kaya raya.

Dari tokoh Ai ini, ada semacam tradisi tidak umum yang terjadi di Kampung Blakan yaitu ritual mandi dengan telanjang bulat di sungai yang akrab disebut “adus ai”. Meskipun agak menggelikan, apakah mengungkapkan kejujuran itu harus dengan telanjang? Ah, ada-ada saja Bung Wendo ini. Namun dalam penerapanya hal itu akhirnya menjadi ritual yang diikuti oleh banyak Blakanis lainya.

Novel ini terbagi atas 4 Bab. Bab Pertama mengungkap jati diri Ki Blaka, kemudian proses hingga terbentuk kampung Blakan, hingga kematian Ki Blaka bersama meledaknya helicopter yang dia tumpangi. Apa yang menyebabkan tokoh “biasa-biasa saja” ini sampai terbunuh di helicopter yang dia tumpangi? Apa pula yang menyebabkan dia bisa menumpang sebuah helicopter yang biasanya hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja? Semua jawabannya tentu ada di Novel terbaru-nya Arswendo ini.

Dalam perkembangan pembahasan tentang kejujuran dalam Novel ini, sebenarnya kejujuran itu sendiri bukanlah sebuah “agama” yang memiliki kebenaran absolut.

“Masalah utama yang dihadapi dengan kejujuran ketika menjadi nilai bersama dalam kelompok adalah katika dilakukan dengan terlalu berlebihan, terlalu bersemangat” (hal 124)

Bagaimanapun kejujuran jika dilakukan secara serampangan dan tanpa berpikir panjang dan melihat situasi justru akan menimbulkan perpecahan. Baik dalam rumah tangga maupun komunitas. Tentunya Arswendo ingin pembacanya menerapkan kejujuran ini secara bijak.

Cheerz

-Eviwidi-

Komentar
  1. […] Yang pengen tahu tulisanku di Kompas.com klik  di sini dan yang ingin tahu versi asli di blogku klik di sini. […]

  2. wongwingking mengatakan:

    jujur ajor, ra jujur mumur.

  3. Agung Christopher mengatakan:

    Makasih resensinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s