Resensi buku Agar Siapa Saja Tak Bisa Lagi Membohongi Anda

Posted: Oktober 14, 2008 in Resensi Buku Non Fiksi
Tag:, , ,

Cukup lima menit bahkan kurang, Anda dapat mengetahui apakah dia berbohong atau tidak

by: David J. Lieberman, Ph.D

Spesifikasi:

ISBN: 978-979-024-070-4

13 x 20,5 cm

257 hal /HVS

Harga SC: Rp. 39.900,00

Penerbit : Serambi

Ingat kata Bang Napi? “Kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan”

Penipuan merupakan kejahatan yang paling gampang kita temui. Di rumah di sekolah, di kantor, dimanapun. Ada kalanya orang menipu karena kita tanpa sengaja memberi “kesempatan”. Memang menipu atau berbohong kembali lagi keorangnya masing-masing. Apakah dia memang punya niatan untuk menipu atau tidak. Saat ini ada banyak macam kegiatan penipuan baik skala besar maupun kecil, yang skala negarawan, direktur perusahaan, Pak Lurah, Pak Kades sampai Pak RT. Lantas bagaimana menghindari agar tidak di bohongi dalam kehidupan sehari-hari?

Kita yang memiliki pilihan untuk mempelajarinya, bisa melalui buku karangan David J. Lieberman Ph.D ini. Supaya kita tidak lagi memberi “kesempatan” kepada orang lain untuk menipu kita dan kita akan jadi tahu bagaimana menipu yang baik..Upss…

David menulis buku ini seperti sekumpulan tips-tips. Pembahasan yang pendek-pendek dan to the point. Dia membaginya ke dalam 8 Bagian pembahasan. Masing-masing bagian masih dibagi lagi menjadi menjadi bagian kecil-kecil. Bagian kecil-kecil itupun masih di pecah lagi menjadi bagian yang sangat kecil dan detil.

Ini saya kasih bocoran 8 Bagian besarnya:

Bagian 1 : Tanda-Tanda Penipuan

Bagian 2 : Menjadi Detektor Kebohongan

Bagian 3 : Taktik untuk Mendeteksi Kebohongan dan Mengumpulkan Informasi

Dalam Percakapan Sambil Lalu.

Bagian 4 : Permainan Pikiran

Bagian 5 : Teknik-teknik Canggih Untuk Mendapatkan Kebenaran.

Bagian 6 : Psikologi Di Tangan Anda

Bagian 7 : Penghalang-Penghalang Kebenaran Internal: Kita Berbohong paling

Lantang Ketika Kita Berbohong Pada Diri Sendiri.

Bagian 8 : Penghalang-Penghalang Kebenaran Eksternal: Kiat-Kiat Jitu

Jika di kepolisian, Anda pasti ingat ketika seseorang diragukan keterangannya, pihak kepolisian akan menggunakan alat Lie Detector atau Detektor Kebohongan untuk mengetahui orang itu berbohong atau tidak. Sebenarnya hal itu bisa juga melalui beberapa kiat yang ada di buku ini yang ada di Bagian 2.

Hampir semua penjahat tidak mudah untuk jujur atau mengakui kejahatannya. Mungkin memang itulah sifat dasar manusia susah mengakui kesalahan biarpun sudah terbukti sekalipun. Jangankan yang kejahatan besar, sehabis kentutpun Anda susah kan buat ngaku kalo Anda yang kentut? Iyakan..? ayooo..ngaku…

Dalam buku ini David juga memberi beberapa contoh konkret situasi untuk mengetahui seseorang berbohong.

Skenario

Anda mengira seorang rekan sekerja telah mencuri perlengkapan kantor.

Contoh susunan pertanyaan I: “Samantha, apa kamu menyadari bahwa orang-orang tampaknya melihatmu dengan cara yang agak aneh?”

Anda pasti akan mendapati Samantha selanjutnya “melihat” bahwa orang-orang memandanginya, dan itu akan menyedot perhatiannya sampai dia menghentikan perbuatannya.

Contoh susunan pertanyaan II: “Samantha, kupikir semua orang di kantor tahu tentang perlengkapan kantor-apa kamu pernah memperhatikan bagaimana mereka kadang-kadang memandangimu?”

Susunan pertanyaan ini lebih langsung dan konfrontatif.

Jika Anda mengetahui bahwa jika Samantha memang mencuri peralatan kantor, dia akan percaya bahwa setiap orang “memerhatikan dirinya” sebab dia akan menyadari bahwa setiap orang memandanginya. (hal. 211)

Kejujuran dan kebohongan kadang hanya terpisah sehelai rambut, kadang juga tanpa sadar kita melakukannya karena memang kita membutuhkannya seperti untuk menyenangkan orang yang kita cintai.

Setelah membaca buku ini, meskipun akhirnya kita tahu bagaimana orang berbohong dan akhirnya tahu supaya tidak ketahuan ketika berbohong, David dalam Catatan Untuk Pembaca mengatakan di akhir kalimat:

“Semoga saja teknik-teknik didalam buku ini akan digunakan secara tepat, bijaksana dan sesuai dengan tujuan yang dicanangkan” (Hal. Xvii)

Itu harapan jika buku ini dibaca oleh orang baik dan memang membeli buku ini untuk menghindari supaya tidak dibohongi oleh orang lain. Lantas bagaimana jika buku ini dibaca oleh seorang psikopat? Yang memang seorang pemain watak asli yang menggunakan kemampuannya untuk melakukan kejahatan kepada orang lain.

Yach…seperti halnya pisau, kalau di tangan Chef atau koki pisau akan menghasilkan irisan makanan yang indah dan lezat untuk dimakan. Kalau jatuh ke tangan semacam punya si Ryan Jombang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s