Resensi Buku TIKIL Titipan Kilat : Kami Antar,Kami Nyasar

Posted: Desember 25, 2008 in Resensi Buku Fiksi
Tag:, , , , , ,

tikilJudul Buku : TIKIL Titipan Kilat : Kami Antar,Kami Nyasar

Penulis : Iwok  Abqary

Terbit : Cetakan Pertama, Desember 2008

Tebal : vi+206 hal

Ukuran : 11.5 x 19 cm

ISBN : 979-780-287-6

Penerbit : Gagas Media (www.gagasmedia.net)

Harga : Rp. 25.000,-

Well, ini buku humor ketiga yang aku resensi, setelah Jakarta Under Kompor-nya Arham trus R n B: Love in the Jungle-nya Anindita sekarang….taraaaa…..TUKUL eh salah TIKI….L! hahahha…plesetannya TIKI jasa pengiriman Titipan Kilat!

Ini salah satu bukunya Kang Iwok yang bergenre humor komedi cinta. Kumaha Kang, damang?

Ceritanya nih buku tentang sebuah perusahaan cabang jasa pengiriman barang bernama TIKIL berlokasi di Tasikmalaya. TIKIL ini terancam bangkrut karena jarang terima order kiriman barang hal itu karena ulah pegawai-pegawainya yang nyentrik kalo gak mau dikatakan aneh bin ajaib.

Ada Lilis, resepsionis yang maunya dipanggil Lili tanpa “S” dan sangat terobsesi dengan Adjie Massaid. (Gak ada yang lain Lis?).

Trus ada Dasep yang menyalurkan hobi balapnya dengan jadi kurir yang hasilnya kalo gak nabrak ya ditabrak dan pasti nyasar…karena kebanyakan bablasnya daripada tepat sasaran, ada Dirman kurir tandemnya Dasep dan ada Kusmin yang sangat bangga sebagai hero pemadam kebakaran dan jadi penjaga gawang TIKIL di kantornya yang kecil mungil.

Kisah perusahaan TIKIL diselingi dengan kisah kasihnya si Lilis dengan sopir angkot bernama Bowo yang dianggap Lilis sebagai Adjie Massaid, gak tau nih, si Lilis ini terobsesi atau buta hahhaa… Si Bowo ini adalah sopir angkot yang tiap hari nganterin Lilis ke kantor TIKIL.

Karena frustasi oleh ulah anak buahnya yang rada sedeng, Pak Saleh kepala cabang lama mengundurkan diri dan kantor pusat menunjuk Pak Priyadi menggantikannya.

Setelah Pak Pri datang, dia tak kalah frustasinya melihat tingkah polah anak-anak buahnya, hingga dia memutuskan banting stir untuk bikin masakan saja di kantor sebagai side business dan jaga-jaga kalo TIKIL ditutup sewaktu-waktu.

Pak Pri yang bereksperimen dengan masakan-masakan meminta bantuan anak buahnya untuk mencicipi, walhasil semua anak-buahnya jadi antri ke toilet gara-gara mules karena dalam gulai kambing buatannya  serbetnya ikut berpartisipasi nyemplung di sana! hahahhhaa…..

Melihat kondisi TIKIL yang makin parah, akhirnya kantor pusat mengirim ultimatum untuk ngasih target 250 kiriman perbulan, jika tidak memenuhi target TIKIL cabang Tasikmalaya bakalan ditutup…! Waaa…mau kerja apa mereka kalo ditutup? mengingat tingkah polah pegawainya yang mungkin gak bakalan diterima kantor lain kalo ngelamar kerja.

Akhirnya Pak Pri melakukan rapat darurat untuk menggali ide-ide apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan TIKIL. Tapi rapat malah kacau balau karena semua pada gak ada yang ngasih ide cemerlang.

Tapi Mang Dirman,Dasep,Kusmin juga Lilis tidak tinggal diam. Mereka kemudian mengintip perusahaan competitor DEHEL yang besar dan megah. Aksi investigasi inipun gak lolos dari ulah konyol dari pegawai-pegawai TIKIL.

Bagaimana dong kelanjutan nasib TIKIL cabang Tasikmalaya ini nanti? Trus si Lilis apakah akan jadian dengan Bowo si “Adjie Massaid”?

Baca yukk bukunya Kang Iwoq ini…Yuuuukk…Mareee….

TIKI

Secara ide sih, bolehlah…jarang sih ada cerita yang berlatar belakang perusahaan jasa pengiriman barang semacam ini. TIKIL yang mengingatkan orang dengan jasa pengiriman TIKI tentu sangat mudah diingat.

Sayangnya ada beberapa hal dalam tulisan ini yang masih kurang terkoreksi. Seperti text yang salah, kalimat tanpa spasi dan huruf yang kurang lengkap.

Misalnya saja:

“Bagianresepsionisdanpelayananpelangganada tiga orang.” (hal. 85)

Satu kalimat ditulis tanpa spasi.

“….demi kelangsungan kantor caban.” (hal. 95)

Maksudnya pasti “kantor cabang” jadi kurang huruf “g”.

“Kamu mohon waktu untuk berunding, Pak!” (hal.127)

Maksudnya adalah “Kami mohon waktu…” jadi huruf “u” di kata ‘kamu’ harusnya diganti huruf “i” sehingga jadi “Kami”.

Meskipun ini ceritanya konyol dan mungkin bukan buku serius, tapi soal text ya janganlah…

By the way anyway busway, itu Adjie Massaid mungkin akan jadi cameo doang kalo kisah ini dibikin sinetron..hihii…

Saya menikmati banget bukunya kang Iwok ini, yang buku pemenang cerita konyolnya GPU aku belum baca Kang…:} pasti lebih konyol dan seru nih, pemenang gitu loh…

Selamat ya Kang Iwok…tetep berkarya ya.., SEMANGAT!!!

Cheerz

-Evi-

Komentar
  1. iwok mengatakan:

    Horeeeeeee .. makasih ya Vi udah di review. Jeli banget nih bacanya, sampe salah ketiknya ketahuan juga. Hahaha …

    Buku yang di GPU belum terbit nih. kabarnya sih awal februari nanti. mudah-mudahan sih lancar prosesnya. tar review lagi ya? hehehe … ngarep-rep.

    izin copas ke multiply-ku ya.🙂

  2. eviwidi mengatakan:

    Waah…Kang Iwok mampir juga akhirnya di Blog gue…, makasih ya Kang…

    Sok atuh kalo mau di copas..

  3. n mursidi mengatakan:

    wah, sudah ada review yang baru lagi nih… thanks, doanya. kini sudah sembuh sudah bisa kerja lagi, meski orang2 libur natal, aku justru malah kerja (menebus hari2 kemarin)

  4. eviwidi mengatakan:

    Alhamdullilah kalo Mas Mursidi udah sembuh…jaga kesehatan ya Mas, apalagi musim hujan nih, kemaren ajah aku hampir sakit gara-gara ada acara dari pagi sampe sore nonstop..

    Syukur alhamdullilah ga sampe tumbang..:)

  5. sinta mengatakan:

    hihihihihi…sepakat Kang Iwok, bener-bener jeli dah ^_^

    klo ada waktu mampir ke http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/2008/12/tikil-titipan-kilat-kami-antar-kami.html >>> review versi sinta

    *tetep mantau review2 selanjtnya :P*

  6. jabogar mengatakan:

    Sepakat mba sinta, kang Iwok memang jelly. Ralat; jeli. Salut lah dapetin idenya. Aneh dan unik.
    Mangga geura cobian resensi abdi ttg TIKIL, kantun diintip we kadieu yeuh..
    http://jabogar.blogspot.com/2009/01/tikil.html

  7. eviwidi mengatakan:

    Halo Jabogar..

    Kumaha kang, damang? hatur nuhun ya udah mampir di dieu..

  8. jabogar mengatakan:

    Halo juga teh evi..
    Alhamdulillah damang? Kumaha sawangsulna?
    Justru abdi kedah dihapunten, nembe ameng ka dieu..
    Salam kenal ya teh..

  9. eviwidi mengatakan:

    Salam kenal juga,

    Pangestu Kang, sering-sering ya mampir..hehhehe…

  10. jabogar mengatakan:

    Insyaallah teh..walowpun secara pribadi sy ini orangnya angin2an teh, dan jarang berkeliaran di dunia maya, kadang melakukan penampakan, kadang tidak..

    Beginilah nasip jadi makhluk gentayangan.. ;p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s