Resensi Buku The Kolor of My Life

Posted: Januari 2, 2009 in Resensi Buku Fiksi
Tag:, , , , , ,

iloi5955bigPenulis : Netty Virgiantini

Harga : Rp 25.000,- *

Ukuran : 11 x 18 cm

Tebal : 216 halaman

Cover Design : Arham Kendari

Terbit : Desember 2008

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Soft Cover

———————————

Kolor adalah: “Celana kain bertali, yang biasa dipadukan dengan kaus oblong dan biasa dipake saat santai sehari-hari di rumah!” (Hal. 8).

Okay, itu untuk menyamakan persepsi tentang “kolor” yang akan saya resensi kali ini. What?! Kita akan ngomongin kolor untuk diresensi? Gak ada hal yang lebih penting Vi?

Hey..hey..jangan under estimate dulu temans, ini kolor bukan sembarang kolor. Kolor ajaib ini adalah yang mengantar Netty Virgiantini menjadi juara 1 lomba cerita konyolnya GPU, catet, Juara 1!

Setelah beberapa waktu lalu saya meresensi bukunya Anindita – R n B Love In The Jungle, yang menjadi juara 3 sekarang giliran yang juara 1 dapat jatah diresensi. Kenapa tidak urut sih ngeresensinya dari juara 1 dulu, lalu 2 dan 3? Karena eh karena emang belinya gak barengan ceritanya…hehehe..

Back to topic. Sesuai dengan konsep ceritanya yang cerita konyol, cerita yang ditulis oleh Netty ini asli emang konyol banget. Kisahnya tentang remaja umur 17-an bernama Neyra yang menganggap kolor batik motif kawung miliknya adalah barang antik yang bisa memberi keberuntungan padanya.

Maskipun ini semacam teenlit, jangan berharap ada cerita mirip sinetron yang dalam materi ceritanya penuh dengan agenda yang tidak jauh-jauh dari: Mall,Cafe,Clubbing,party,rebutan cowok,hura-hura gak jelas,pergi kemana-mana dengan mobil mewah dan tinggal dirumah mewah, papa sibuk mama arisan dandanan menor dan ngomong ‘gaul’ masa kini. Di buku ini, jauh dari itu, makanya itulah kelebihan buku karya Netty ini. Bener-bener natural dan down to earth.

Netty menghadirkan cerita konyol yang segar dan tidak mengada-ngada.

Alkisah (eh, masih relevan gak sih hari gini menulis pakai awalan ini?!) Neyra adalah anak tunggal kelas 2 SMU di Magetan yang hidupnya tidak jauh-jauh dari kolor. Yup, Neyra adalah kolektor kolor mania. Berbagai jenis dan motif kolor bertumpuk di lemarinya. Tapi ada satu kolor yang menjadi salah satu kesayangan yang dirawat bak barang keramat. Yaitu kolor batik motif kawung (yang tidak tahu kayak apa motif kawung, silakan search sendiri di Google ya).

Kolor ini dalam riwayatnya adalah barang yang didapat dari pasar Klewer-Solo akibat kena gendam penjual kolor. Saat kena gendam itu Neyra menyerahkan semua uang yang ada di dompetnya yang sedianya akan digunakan untuk mengambil kain pesenan neneknya. Akhirnya dia pulang dianter pulang tukang becak dan nangis ke neneknya kalo udah gak dapet barangnya, kehilangan uang pula..! huhuuhu…

Meski benci dengan insiden itu, Neyra tetep pakai juga itu kolor. Aneh bin ajaib, setiap kali memakai kolor itu, Neyra selalu dapat keberuntungan (kebetulan beruntung?!). Mulai dari naik bus sewaktu pulang bus yang awalnya mau dinaikin ternyata rusak, ulangan matematika duduk sebelahan dengan temannya yang jago matematika, telat sekolah eh, dapet tebengan guru olahraganya, semuanya lolos dari kesialan saat memakai kolor itu. Dan juga hari-hari berikutnya. Hal itu semakin menguatkan persepsi Neyra kalo kolor itu kolor bertuah meskipun didapat dari musibah kena gendam.

Lantas, saat kolor itu dijemur dilantai atas rumahnya, gak sengaja kolor itu terbang dan nyangkut di genteng rumah simbah, tetangganya yang sudah dianggap kakeknya sendiri. Olala…langsung Neyra kebat-kebit gak karuan. Apalagi saat saudara simbah yang bernama Damarwulan yang seumuran dengannya dan baru datang dari Sragen, pakai kolor motif itu! Waaa…..masak mo makai kolor yang bekas dipakai cowok?

Akibatnya tanpa ba-bi-bu Neyra jadi benci banget sama Damar yang main pakai kolor keramatnya. Apalagi ternyata dia satu kelas denganya!

Penampilan Damarwulan ini, sangat lugu, santun dengan rambut lurus belah samping. Mirip banget dengan tokoh Sayuti di sitkom OB. Walhasil saat pertama kali masuk kelas dia diolok-olok dengan panggilan Mas Say…dan yang ketiban sampur jadi Susi adalah….. Neyra..! hahahha… Makin kesallah Neyra dibuatnya.

Meskipun sering dibentak-bentak dan diomeli gak jelas, Damar tetap baik sama Susi eh Neyra. Terlebih lagi Simbah tetangganya yang gemar bikin acara pagelaran wayang pribadi (Dalangnya Simbah, sindennya Mbah Putri dan gamelannya Neyra..:p) getol banget menjodoh-jodohkan Neyra dengan Damar. Sehingga saat Neyra yang tiap malam minggu membantu mengiringi Simbah main gamelan untuk pagelaran wayang pribadinya gondok banget waktu ada Damar di sana, karena Damar adalah ancaman merebut posisinya di pagelaran itu. Kenapa gondok? Karena setiap habis jadi nayogo atau pemain gamelan, Neyra pasti dapat jatah uang saku. Nah kalo ada Damar menggantikan posisinya bisa-bisa melayang tuh uang saku yang jadi jatahnya.

Kekesalan Neyra makin menjadi-jadi manakala setelah tidak pakai kolor itu, kesialan hampir selalu gak pernah absen dalam hidupnya. Mulai ulangan dapat nilai 0, dihukum membersihkan WC dan lain-lain.

Akankah Neyra bisa mendapatkan kembali kolor keramatnya? Dan apakah kolor yang dipakai Damar benar-benar milik Neyra? Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Mas Say dan Susi versi Netty ini?

Lebih jelasnya sih, baca ajah bukunya Netty ini..hehehhe…

Aku paling suka saat nenek Neyra memberi wejangan ketika Neyra pulang dari pasar sehabis kena gendam. “Wis, cup… cup… ndak usah nangis lagi. Ini pelajaran berharga untukmu, Ra. Setiap saat kita itu harus selalu eling dan waspada!” (Hal. 33).

Wejangan ini sama persis yang diucapkan kakekku sendiri, cuma kalimatnya lebih lengkap: “Sak bejo bejaning wong kang lagi lali, mekso iseh bejo wong kang eling lan waspodo” (Artinya: Seberuntung-beruntungnya orang yang lupa/lalai, masih beruntung orang selalu yang ingat dan waspada).

Ya..kurang lebih pesan moralnya seperti itulah. Jadi orang jangan ceroboh dan selalu waspada dalam setiap situasi. Gitu…

Berarti tinggal satu lagi nih yang nunggu giliran diresensi, yaitu bukunya Rudyant, James Bond-Adeknya! Yang jadi juara 2. Kabarnya si Rudyant ini kokinya Bakmi yang terkenal itu loh…aku baru mengintip beberapa halaman bukunya belum tak baca semua…

Lengkap deh, 1 bulanan ini melahap buku-buku konyol..hehehhe…

Cheerz..

-Eviwidi-

Komentar
  1. mang kumlod mengatakan:

    Kok cewek pake kolor…?
    Tapi keren juga nih cerita…

  2. eviwidi mengatakan:

    Ceritanya emang keren abis, gak rugi kok kalo beli bukunya..hhahahha…*ups…gak boleh promosi, ntar di suspend sama Matt!*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s