Review Buku Kira-kira (Cynthia Kadohata)

Posted: Maret 4, 2009 in buku baru, Resensi Buku Fiksi
Tag:, , , , ,


jbcp2557big1Kira-Kira
(
Pemenang Newbery Medal)

Penulis : Cynthia Kadohata

Penerjemah : Poppy Damayanti Chusfani

Harga : Rp 26.000,- *

Ukuran : 13.5 x 20 cm

Tebal : 200 halaman

Terbit : Pebruari 2009

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Soft Cover

———————

Cynthia Kadohata, pertama kali  baca bukunya yang berjudul Weedflower yaitu kisah tentang warga Jepang yang tinggal di Amerika. Dan sekarang buku kedua yang saya baca yang berjudul Kira-kira, juga tidak jauh berbeda yaitu tentang warga jepang yang hidup di Amerika.

Ditulis dengan gaya melankolis dan plot yang lurus, tidak mengurangi keindahan cerita fiksi dari penulis yang meraih Newberry award ini.

Kali ini, yang diangkat Cynthia adalah issue tentang buruh pabrik yang bekerja di pengolahan ayam di Georgia.

Cerita diambil dari sudut pandang seorang gadis bocah berumur lima tahun, tidak berbeda jauh model penceritaan yang diambil Cynthia saat menulis buku Weedflower.

Gadis kecil  itu bernama Katarina yang biasa dipanggil Katie. Katie memiliki seorang kakak yang tekun dan sangat cerdas juga sangat cantik bernama Lynn. Lynn memiliki hati yang sangat lembut dan baik, hingga saat ada kejadian dia digigit anjing ketika berada di ladang jagung, dia tidak membiarkan anjing yang dilempar botol susu oleh Katie menjilati susu yang akan membuat lidahnya luka terkena pecahan beling, tapi Lynn justru menyemprotnya dengan air dari selang  supaya anjing itu pergi.

Sayang, dibalik keceriannya,kecerdasannya, dan kecintaannya pada alam dan binatang, Lynn menderita penyakit Limfoma, yaitu  jenis tumor akut yang timbul pada saluran getah bening atau lapisan lymphoid (hal. 146).

Kira-kira adalah kata pertama yang diajarkan oleh Lynn untuk Katie yang dalam bahasa jepang berarti “gemerlap”.

Bukan lantas kisah dalam buku ini nanti akan bercerita tentang gemerlapnya kehidupan keluarga Katie, akan tetapi dalam kesederhannya itulah sisi kemanusiaan dan hati mereka yang justru sangat gemerlap. Hati yang penuh cinta dan saling memperhatikan, keluarga yang selalu tolong menolong dan berprasangka baik, kerja keras, juga tentang keberanian untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan…

Kisah ini bersetting tahun 50-an dimana kaum buruh kala itu diceritakan sangat diperlakukan seperti robot, bekerja 12 jam nonstop bahkan demi pekerjaanya sebagai pemotong daging ayam, ibu Katie sampai memakai popok supaya tidak perlu ke kamar mandi jika ingin kencing hingga badannya berbau aneh.

Setelah pindah dari Iowa, tempat kelahiran Katie, keluarganya pindah ke Georgia dan mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di pengolahan ayam milik pengusaha terkenal bernama Mr. Lyndon. Ayah Katie mendapat pekerjaan sebagai pemisah anak-anak ayam yang baru menetas, yang dipisahkan betina dari jantannya. Ayan jantan dianggap tidak berguna karena tidak bisa bertelur. Sedangkan ibu Katie bekerja juga di perusahaan yang sama hanya berbeda bagian.

Sebagai buruh, tentu gaji yang diterima tidaklah besar, apalagi harus menaggung sewa cicilan rumah,makanan, transportasi dan lain-lain. Tetapi hal itu tidaklah menjadi halangan bagi keluarga itu untuk bahagia, kebahagiaan semakin lengkap saat anak mereka yang ketiga laki-laki dan diberi nama Samsom, dan dipanggil Sammy.

Tetapi rupanya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama dan mulus, kesedihan mulai terasa saat Lynn yang memiliki penyakit limfoma, mulai sering jatuh sakit dan kelelahan. Sebentar sakit, sebentar sembuh, tapi lama-kelamaan sakitnya jadi semakin lama hingga membuatnya tak bisa bersekolah.

Dengan kesibukan dan jam kerja yang semakin bertambah, ayah dan ibu Katie terus berjuang dengan segala cara untuk kesembuhan Lynn. Selama sakit Katie terus menjaga Lynn dan juga menjaga adiknya Sammy yang tidak pernah rewel. Meskipun kadang juga  harus menunggu ibunya yang bekerja dalam mobil yang panas…

Cynthia Kadohata AP/Wide World Photos. AP / Wide World Photos.

Cynthia Kadohata AP/Wide World Photos.

Salut untuk Sammy yang diceritakan hampir tidak pernah merengek manja kecuali saat kakinya terjepit perangkap tupai saat liburan yang hampir membuat pergelangan kakinya patah, ketika berlibur di areal tanah milik Mr. Lyndon.

Karakter-karakter yang disodorkan Cynthia dalam buku ini sangat tegar dan ulet dalam menghadapi beban hidup yang cukup berat di Amerika, terlebih mereka adalah warga perantauan di negeri asing.  Seperti yang pernah saya dengar kisah-kisah sebelumnya tentang orang Jepang yang memang terkenal ulet dan tidak gampang putus asa serta tidak manja.

Meskipun kisah ini cukup menguras air mata, dan menyentuh tapi ketegaran masing-masing tokohnya sangat terasa. Tidak cengeng dan tidak pasrah pada nasib, itu poinnya.

Lalu apakah perjuangan untuk kesembuhan Lynn akan berhasil?

Kisah yang sangat menarik dan banyak memberi pelajaran yang bisa dipetik, meskipun saya agak kurang sreg dengan sampulnya yang berkesan “ala kadarnya” dan kurang mewakili kisah yang begitu apik ini.

Oke, kembali ke pepatah lama, don’t jugde a book by its cover!

Maka nikmatilah kisah ini.

Cheers,

-Evi-

Komentar
  1. fitri fajriani mengatakan:

    nyari buku ini di toko-toko buku gampang nemunya ga ya mba?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s