Review Buku Ganteng is … Dumb

Posted: Maret 23, 2009 in buku baru, Resensi Buku Fiksi
Tag:, , , ,

jbkq1242big

Ganteng is … Dumb

Oleh : Iwok Abqary

ISBN:9789792243512

Ukuran : 11 x 18 cm

Halaman:232

Penerbit:Gramedia Pustaka Utama

Bahasa:Indonesia

Harga : Rp. 26.000,-

Terbit : Pebruari 2009

Soft Cover

Apakah menjadi cantik atau ganteng itu sebuah kesalahan?

Jawabannya sudah tentu tidak! Cantik atau ganteng adalah anugerah Tuhan.

Pada zaman nabi-nabi dulu, Nabi Yusuf yang sangat mahsyur dengan ketampanannya hingga para wanita yang mengupas apel saat melihatnya, tidak merasa tangannya teriris karena bagitu terpesona oleh ketampanannya, menjadi kisah tak terlupakan dalam sejarah kenabian.

Lantas kenapa di zaman iPhone ini, ketampanan justru kadang menjadi olok-olokan dan identik dengan ‘kebodohan’ pemiliknya. Sudah umum rasanya jika ada orang cantik atau tampan biasanya ‘diikuti’ kebodohannya’ dan menjadi luar biasa jika dia cukup punya otak. Jadi jika di rumuskan :

Ganteng + bodoh = biasa

Ganteng + pintar = luar biasa

Tidak ganteng + bodoh = kasian deh lo..:)

Yang diangkat dalam kisah buku Ganteng is … Dumb karya Iwok ini, adalah cowok ganteng yang sebenarnya gak pintar-pintar amat tapi berusaha untuk memperbaiki ketidak pintarannya. Boleh kan, cowok ganteng yang gak pintar berusaha untuk pintar?

Tersebutlah (eh, awalan ini masih relevan gak sih..?..:P) seorang anak ABG bernama Davi Maulana yang bersekolah di SMU Bodafide di Bandung. Sekolah ini memang namanya Bonafide, tapi bukan jaminan Bonafide beneran.

Sebagai cowok yang dikaruniai wajah yang tampan, sepertinya membuatnya sedikit gelap mata.

Sehingga dia lupa untuk berprestasi dan kurang mengasah otaknya, gue ganteng nih, mau apa lagi..?

Tapi rupanya, pamor kegantengan Davi, tidak berlaku untuk Saskia, cewek teman satu sekolah SMU-nya, yang cukup pintar namun begitu antipati dengan soal-soal yang berhubungan dengan kegantengan. Kenapa? Kalo aku bilangin nanti jadi spoiler dong….

Davi yang sudah PD untuk diterima cintanya oleh Saskia tidak menyangka akan ditolak mentah-mentah. Saskia mengatakan bahwa Davi tidak punya prestasi apa-apa yang bisa dibanggakan, dan melontarkan kalimat bahwa ganteng is…DUMB!

Davi yang merasa tertohok dengan kalimat Saskia, langsung lari ke kost-kostan sahabatnya Aris, untuk….banting piring! Kacau juga nih cowok…:D

Sampai-sampai si Aris dapat julukan Mas Piring oleh kasir minimarket tempat dia belanja gara-gara keseringan beli piring akibat ulah Davi yang konon karena faktor keturunan.

Akhirnya ketika ada lomba esai yang diselenggarakan oleh salah satu operator seluler di sekolahnya, Davi bertekad ikut, untuk membuktikan pada Saskia bahwa dia bisa berprestasi. Hah?! Davi ikutan lomba esai..?

Ya sudahlah, the show must go on.

Davi akhirnya melakukan riset kecil-kecilan untuk bahan esainya. Dia dapat inspirasi saat bersama adiknya untuk membuat kartu dengan nama TELUNJUK….!

Ide telunjuk tentu tidak jauh-jauh dari salah satu operator yang ngeluarin kartu JEMPOL, hehhe..

Lalu pihak penyelenggara yaitu PT. Sukamindo sebenarnya juga sudah mengeluarkan kartu JOKER, yang pasti idenya adalah adanya kartu AS..!

Konon katu JOKER ini untuk menandingi  kartu KING yang sudah dikeluarin oleh  Komporsel…… (ini mau bikin kartu telepon apa kartu Remi sih?!).

Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, tibalah saatnya Davi untuk mempresentasikan esainya. Loh kok bisa presentasi? Iyah karena ternyata Davi lolos 5 besar kawans….amazing!

Davi yang tidak biasa dan sangat jarang presentasi begitu grogi menghadapi saat-saat menegangkan itu hingga harus bolak-balik ke kamar mandi. Apalagi Saskia juga ternyata terpilih menjadi kandidat dalam 5 besar peserta esai terbaik itu…

Akankah Davi dapat melewati saat-saat menegangkan itu dan lolos babak spektakuler show..?….(emang Indonesian Idol?!), dan bisa memenangkan esai sekaligus dapat membuktikan pada Saskia bahwa dia tidak cuma ganteng tapi juga punya otak?

Tentang ‘Hihihi’

Secara keseluruhan, kisah ini sangat konyol, apalagi ditambah perusahaan yang bikin lomba esai yang gak kalah konyol. Mana ada perusahaan perusahaan yang bikin iklan lomba resmi tingkat nasional dengan butir-butir aturannya seperti berikut:

Persyaratan:

  1. Terdaftar sebagai siswa SMA dan sederajatnya.
  2. Esai ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pake istilah asing atau gaul boleh kalau perlu, asal jangan pake huruf Palawa.
  3. Panjang esai 4-5 halaman A4, diketik pake computer dengan font Times New Roman, 12pt,spasi 1,5. Jangan lupa di-print, ya. Yang nggak bisa ngetik pake computer boleh juga pake mesin tik. Tapi masa iya sih hare geneee nggak bisa make computer? Kemane aje?
  4. Setiap peserta mewakili sekolah masing-masing, jangan sekolah orang laen.

(hal. 76)

Tapi ada beberapa hal yang menurut saya cukup mengganggu. Yaitu banyak sekali kata ‘hihihi’ di hampir setiap akhir paragraphnya. Kalimat ini  seharusnya adalah respon  pembacanya sebagai efek setelah membaca paragraph-paragraph yang cukup lucu, bukan oleh penulisnya sendiri, sehingga tidak ada kesan ‘nulis sendiri, dikomentari sendiri’.

Meskipun kisah ini ditulis dalam gaya narator, dimana penulisnya bisa menggambarkan  perasaan masing-masing tokohnya dengan mudah, namun dalam penerapannya ada kerancuan saat dituangkan dalam penulisan ceritanya, karena antara opini tokoh dan opini penulis seakan jadi kabur. Hal itu karena diikut sertakannya komentar ‘hihihi’ maupun komentar-komentar yang lain dalam setiap akhir paragraph.

Kang Iwok rupanya masih terjebak dalam gaya penulisan blog yang memang cenderung sering ‘nulis sendiri, dikomentari sendiri’.

Buku ini, merupakan salah satu ‘Pemenang Berbakat’ dari Lomba Cerita Konyol Remaja 2008′ yang diselenggarakan oleh GPU beberapa waktu yang lalu.

Dan mau tidak mau, secara naluriah saya akan membandingkan tulisan antara pemenang juara I, Juara II Juara III dan juara Berbakat ini.

Secara penulisan dan penceritaan, The Kolor of My Life yang dinobatkan sebagai juara I memang lebih unggul, meskipun Netty sebelumnya  belum memiliki buku yang terkenal apalagi bombamtis dan bestseller.

Namun sebagai buku ringan, buku Ganteng is..Dumb ini cukup lumayan untuk dinikmati. Apalagi saat sore-sore sambil minum cappucino..:)

Selamat ya Kang Iwok..!!

Saya tunggu karya-karya berikutnya…!!!

Cheerz..

-Eviwidi-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s