Rafting Pertamaku di Cicatih dan Perahuku Terbalik!

Posted: April 26, 2009 in Jalan-jalan, Secara Menurut Aku....
Tag:, , , , , ,

Pagi itu, aku bangun jam 04.05 teng! untuk  siap-siap berangkat rafting ke Sukabumi bareng 15 temanku.

Rencana rafting itu sendiri sebenarnya sudah digulirkan beberapa minggu sebelumnya, tapi baru bisa terlaksana pada hari Sabtu, 25 April ini.

Setelah debat masalah transportasi,mudurnya beberapa peserta dll, maka berangkatlah kami berenambelas ke Sukabumi. Teman-teman yang terkumpul dari berbagai forum, temannya teman dan temannya lagi…

2836_1085421107491_1585308434_189900_157767_n

Sungai tujuan rafting kami adalah Cicatih dengan operator Riam Jeram. Dengan membayar perkepala Rp. 209.400 ditambah ongkos transportasi bus Hiba Utama dan lain-lain, maka total jendral tiap orang kena Rp. 300.000,-

Perjalanan ke Sukabumi sempat tersendat di pasar Cicurug yang macet banget.

Pilihan Cicatih sendiri, adalah karena konon koordinatornya (Mang Kumlod) yang sempat tanya sana-sini, tempat rafting yang seru di mana? Setelah membanding-bandingkan antara Cicatih dan Citarik serta pihak Riam bersedia memberi diskon (awalnya gak segitu) maka jadilah kita bulatkan tekad untuk rafting di sana.

Hampir semua peserta pernah arung jeram..tapi..di DUFAN!!!..hehehehe

Dan rata-rata gak bisa renang, termasuk saya!..hiks…

Ya sudahlah, kekurangan tidak bisa renang bisa dikalahkan dengan keinginan rafting yang menggebu-gebu..

Roda bus Hiba sampai di meeting point Riam Jeram sekitar pukul 09.40 WIB setelah berangkat dari Jakarta jam 06.30, tiba di sana langsung ganti kostum. Tas dan barang-barang berharga di taruh di pos tersebut lalu diberi label nama “Pak Farid” pada masing-masing tas dan akan diangkut ke finish point. Perjalanan ke sungai Cicatih menempuh kurang lebih 30 menit menggunakan angkot. Biasanya sih, pakai mobil bak terbuka kayak kuli-kuli gitu, tapi hari itu gak digunakan. Mungkin lebih seru kali kalo pakai mobil bak terbuka dan kami duduk sambil terguncang-guncang di atasnya..hehehhe…

Setelah sampai di tempat start, kami mengenakan pelampung, helm, kemudian sebelum di briefing oleh pemandu kami disuguhi pisang goreng hangat..hemmmm

Lalu brefingpun dimulai setelah semuanya lengkap. Diajari cara memegang dan menggerakkan dayung, jika perahu maju maka dayung di kayuh dari depan ke belakang, jika parahu mundur maka dayung dikayuh dari belakang ke depan. Jika belok kanan yang sisi kiri mengayuh mundur yang kanan mengayuh maju, demikian sebaliknya. Kemudian jika ada perintah stop maka dayung harus diletakkan di atas paha.

Dalam perjalanan nanti jika ada jeram-jeram yang membutuhkan perpindahan penumpang maka kita harus menuruti perintah pemandu. Jika ada perintah “semua ke kanan” maka perintah ini untuk supaya penumpang menggeser possinya ke bagian kanan supaya jika ada jeram dari kanan perahu bisa tetap seimbang dan perahu tidak terbalik.

Demikian sebaliknya, juga jika ada perintah pindah depan dan pindah belakang. Juga ada perintah Boom, yang artinya semua penumpang harus jongkok di tengah perahu, untuk penghindari jeram yang berbahaya.

Tapi perpindahan posisi ini, juga kadang digunakan pemandu untuk ‘mengerjai’ penumpang. Jadi jika tim Anda ikut rafting, lalu pada air tenang pemandu menyuruh pindah posisi, hati-hatilah itu trik mereka supaya perahu terbalik dan Anda akan kecebur di sungai…hehehhe…

Pengarungan yang kami pilih kali ini adalah jenis Adventure. Menempuh perjalanan selama kurang lebih dua setengah jam termasuk istirahat, di sepanjang 12 kilo meter sungai Cicatih.

Setelah berdoa menurut keyakinan masing-masing, maka kami memulai pengarungan pukul 11.30 WIB.

Perahuku terdiri dari 7 orang, aku, Asep,Nowo,Nisa,Ika,Dian dan seorang pemandu bernama Hendi. Di awal-awal perjalanan sungai masih tenang, dengan kurang lebih kedalaman 3 meter kami bergerak perlahan. Di sisi kiri dan kanan sungai Cicatih sangat asri dan memikat,tebing-tebing berdiri kokoh, dengan lebar sungai kurang lebih 10-20 meter (CMIIW)  sebuah pemandangan alami yang masih bisa dinikmati hingga kini dan semoga bisa tetap lestari. Batu-batu di sungai itu juga kokoh di sela-sela sungai. Menurut Mas Hendi yang memandu, batu-batu sekitar awal pengarungan ini jika debit air diatas normal, maka akan tertutup. Bisa dikatakan saat pengarungan kami hari itu debit airnya masih normal.  Perahu untuk kelompok kami dibagi menjadi formasi 5-5-6 artinya ada 3 perahu yang digunakan. Tiap-tiap perahu dipandu oleh seorang pemandu dari Riam Jeram. Ternyata tugas dari pemandu ini, selain memberi aba-aba juga bercerita tentang sungai Cicatih.

Setelah kurang lebih 15 menit perjalanan mulailah jeram-jeram bermunculan di depan mata. Perahu recue masih ada di depan kami. Pada sesi awal jeram pertama yang kami lalui adalah jeram slalom, kemudian jeram ngehek, jeram jontor, Jeram serius, jeram kuku patah, jeram gigi, jeram zig-zag, di jeram zig-zag yang memang zig-zag bentuknya dua temen saya dari perahu lain sempat terlempar dan hanyut…yaitu Mang Kumlod dan Teguh, kemudian ada jeram warok dan lain-lain dan ada sebagian jeram yang tidak bernama (mungkin belum?).

Yang paling membuat deg-degan pada sesi satu ini adalah jeram warok. Jeramnya cukup curam dan tajam tapi untunglah sampai tempat peristihatan pertama, perahu kami mulus..dan kami bisa mendayung sambil teriak-teriak “Kelapa muda..kelapa muda…” untuk mencapai “pit stop” tersebut, karena memang di peristirahatan itu akan disuguhi kelapa muda dan goregan. Sayang saat aku sampai atas, gorengan sudah tandas..hiks…dasar pada kelaparan semua…dan aku manyun cuma dapat kelapa muda.  Beberapa saat sebelum tempat istirahat itu, dayung Dian sempat bengkok  karena si pemandu melompat lalu jatuh di dayung Dian, mungkin untuk menghindari jeram, tapi juga ada kemungkinan dia action saja karena ada fotografer di sekitar situ.

3224_75902528630_703543630_1626418_4265408_n

Setelah puas meneguk kelapa muda kami melanjutkan pengarungan. Tak disangka perjalanan kami yang kedua ini akan bertemu jeram-jeram yang lebih barbahaya dan bikin deg-degan sentengah mati. Kami sempat boom satu kali di jeram roller coaster yang memang curam berada di celah tebing.

Kami juga sempat melewati jeram Marzuki Usman, yang konon saat Pak Marzuki ke sana ketika masih menjabat jadi Menteri dia jatuh di situ.

Saat melewati jeram-jeram itu, ada kelompok lain dari operator lain yang sedang istirahat di pinggir sungai. Di Cicatih ada 2 operator yaitu Riam Jeram dan Cherokee.

Setelah melewati jeram-jeram tajam tersebut, kami akan melewati jeram panjang. Kenapa dinamakan jeram panjang? Karena jeramnya memang panjang…

Karena sudah melewati jeram-jeram tajam dan kami berhasil lolos, saat melihat jeram panjang, kami melihat perahu lain mulus-mulus saja melintasinya, kami tidak begitu khawatir. Kami perlahan maju, dayung, maju lagi…dan saat berada di jeram dan terguncang-guncang selama beberapa saat perahu mulai kehilangan keseimbangan, dan sedetik kemudian…dunia gelap..blup..blup…dua-tiga teguk air masuk kekerongkonganku…oh Tuhan..oh Tuhan..aku meminum air yang mirip capucino itu sambil menggapai-nggapai di dalam air berusaha memunculkan kepalaku di permukaan air.

Untunglah ternyata pelampungnya masih berfungsi dengan baik.

Buk!. Tiba-tiba aku sudah menyentuh sesuatu yang tak lain adalah lengan pemandu, aku langsung pegangan dengan erat dan panik. Saat hanyut, pahaku sempat terantuk batu, tapi untunglah gara-gara itu aku bisa duduk di batu itu selama beberapa saat menunggu pemandu naik ke perahu lagi yang masih terbalik! Akhirnya setelah pemandu berhasil naik, aku ditarik ke atas perahu dengan menarik pelampungku, dan aku akhirnya nangkring di atas bagian bawah perahu itu. Masih terbayang rasanya aku duduk diatas batu di tengah sungai Cicatih yang berarus deras…

Kemudian sambil masih terombang-ambing di atas perahu yang terbalik, aku pindah ke perahu temanku, Mang  Kumlod yang berjumlah 5 orang. Oh..Alhamdullilah aku selamat…dan seharusnya namaku dan kawan-kawan yang perahunya terbalik di situ diabadikan jadi nama jeramnya…:D

Satu persatu akhirnya teman-teman satu perahuku sudah ditolong tim rescue dan perahu lain, dan bisa kembali ke perahunya. Sementara aku masih tetap di perahu yang tadi aku pindah hingga nanti sampai di finish point. Sempat ditawari pindah kembali lagi ke perahu asal, tapi aku menolaknya, beberapa saat setelah aku menolak, eh, perahu asalku itu tiba-tiba oleng dan hampir terbalik lagi, tapi untungnya gak jadi, jadi semua yang melihat pada ketawa-tawa…:D

Kemudian, perjalanan kami lanjutkan lagi, beberapa jeram masih tajam, yaitu  jeram terlena dan terakhir jeram maskot.

Total ada sekitar 20 jeram yang kami lewati (CMIIW), dan akhirnya setelah sampai finish point, kami berfoto-foto dengan ceria dan melakukan tos..untuk perjalanan yang seru dan menegangkan dan kami berhasil melaluinya, ucapan syukur langsung berdengung begitu kaki sudah menginjak di bebatuan pinggir sungai.

Bermain arung jeram sungguh mengasyikan, aku ingin lagi asal tidak ada sesi perahu terbaliknya..hehhe..

Acara terakhir adalah membersihkan diri dan makan…huwaaa….rasanya nikmat sekali makan saat habis rafting itu. Sebenarnya ada acara tambahan gratis yaitu flying fox, tapi berhubung aku sudah kelelahan karena hanyut tadi jadi tidak ikutan ber flying fox-ria.

Nah, untuk foto-foto selama pengarungan pihak Riam Jeram memang memberi satu foto grup di CD, tapi foto-foto lainnya yang difoto fotografer mereka, kami musti bayar…

Kami yang berenambelas akhirnya dapat foto berjumlah 46  foto digital seharga Rp. 200.000,-  dan ada tambahan yang sebenarnya gak penting, yaitu “Ijazah” untuk setiap peserta yang sudah ditandatangani oleh pimpinan dan pemandu selama perjalanan, sayang tanggal yang tertera adalah 25  Maret 2009, ngantuk kali yang ngetik..hehhehe

Semula aku takut bermain arung jeram ini,bahkan sempat terlintas ingin duduk-duduk saja di tepi sungai sambil lihat biawak kalo mereka muncul. Dan pasti aku akan menyesal sekali jika jadi menjalankan “Plan B” tersebut, konyol ya?  tapi setelah perahuku terbalik aku seperti sedang sakit kepala lalu menelan pil sakit kepala dan sakitku hilang begitu saja…

Bermain arung jeram adalah salah satu cara menghilangkan sedikit rasa takut bagiku. Karena selama berhari-hari sebelum rafting itu, aku sempat googling tentang Cicatih, sampai-sampai Dian selalu bilang, “Gak capek lo?”. Yah, gimana lagi selain gak bisa renang jujur saja aku takut loh..kalo terjadi sesuatu nantinya. So, ibaratnya sedia payung sebelum hujan gitu deh….

Layak rasanya aku keluarkan uang untuk perjalanan yang mengasyikkan ini.

Terimakasih buat semunya yang sudah mensukseskan pengarungan ini, ini adalah pengalaman tak terlupakan seumur hidupku.

Thanks To:

– Allah SWT

-Mang Kumlod yang udah koordinir acara rafting.

-Kang Asep yang begitu teliti menghitung setiap pengeluaran (maklum orang Bank..:P)

– Mas Wanto yang udah booking Hiba Utama

-Dian yang udah setia jadi temen dudukku di bus..:)

-Kru Riam Jeram yang kadang suka jail tapi sangat profesional..

————

Aniway Mo bikin acara apalagi?..:)

Catatan, 26 April 2009.

-Eviwidi-

Komentar
  1. didikeren mengatakan:

    kikiki…terbalik kayak tangkuban perahu, instruktur ku aja yang ngarepin team ku terbalik nggak kesampean, padahal satu team udah cowok semua. kasian instrukturnya😀

    • eviwidi mengatakan:

      Wah, kalo aku sih gak ngarepin kebalik…capek bow..hanyut di sungai….tapi sekarang jadi gak takut lagi kalo kecebur..hehhe…udah pernah sih…:P

  2. mangkum mengatakan:

    Seru… seru…!!!
    Meskipun hanyut, tapi tetep ga kapok…!!!

  3. armand nase mengatakan:

    mba/mas..tolong infonya dong rafting yg telah ada kunjungi ini,setelah saya baca testi anda,saya sangat tertarik..tolong kirim contak person, web, atauun brosur yg lengkap beserta harganya. kirim ke email saya: armand.nase@gmail.com trims

  4. full house mengatakan:

    pengalaman seru tuh..
    salut.. gw jadi pengen arum jeram nih, pengen tahu gmn rasaya gitu…
    klo diliat difoto kayaknya seru ya…

  5. abdul aziz mengatakan:

    boleh minta kontak person untuk ke cicatih? saya dengan teman2 yg lain, tertarik kesana,.,.
    terimakasih.

  6. gunawan mengatakan:

    wah kayanya asik banged tuh, tanggal 21 mei 2011 rencana bakal menyusul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s