3172_72761573702_694168702_1580369_4482390_nJudul Film : Rasa

Produksi: Magma Entertainment & Golden Light Studies (UK)

Rilis : 14 Mei 2009

Film karya : Charles Gozali

Pemain : Christian Sugiono,Pevita Pearce,Wulan Guritno,Steve Benitez,Samantha Aguilar,Alex Komang,Ray Sahetapy,Joe Taslim,Sarah Benitez. Cameo: Rianti Cartwright.

Penulis Naskah: Charles Gozali, Steve Benitez,Samantha Aguilar,Hilaman Hariwijaya.

Sutradara: Charles Gozali

————

Awalnya ada sedikit rasa under estimate film ini gak lebih dari sebuah drama horror garing dengan hantu-hantu di sana-sini ditambah mengumbar air mata dan kata-kata romantis najis. Juga karena dari thrillernya di Youtube yang memperlihatkan karakter mirip-mirip salah satu karakter di film seri Heroes.

Tapi setelah mengikuti setengah jam film ini jalan dan aku masih duduk konsentrasi, loh, kok bagus ya? Tumben..:)

Awal kisahnya di buka dengan 2 pihak yang tidak saling terkait sama sekali. Pihak pertama adalah Profesor Anthony (Steve Benitez) , bule dari Inggris yang di undang ke Indonesia untuk mengisi salah satu kuliah seminar, dia memiliki keahlian ‘Rasa’ di mana dia bisa menebak sesuatu. Profesor ini memiliki istri seorang warga Indonesia bernama Laras (Wulan Guritno) dan seorang anak bernama Mariah Collins.

Suatu hari, adalah ulang tahun Mariah yang dirayakan di sebuah cafe oleh hanya Laras dan Mariah, sementara Anthony masih sibuk dengan urusan dan akan segera menyusul ke cafe tersebut. Karena Anthony terlambat meyusul di Cafe, Laras akhirnya berininsiatif untuk kembali ke hotel naik taksi dengan anaknya. Malang, ditengah perjalanan mereka disekap di dalam taksi dan dibawa entah ke mana.

Merasa panik, Anthony yang menyusul di cafe tidak menemukan anak dan istrinya dia langsung membuat laporan ke Polisi. Sayang, polisi Indonesia tidak sama cara penangannya dengan polisi Inggris saat menghadapi suatu kasus…:)

Pihak berikutnya adalah Wisnu (Christian Sugiono) dan Rianti (Pevita Pearce). Rianti adalah seorang pelukis, karya-karyanya lebih kepada gambar-gambar ekspresi wajah manusia yang berada dalam situasi tertentu, kebanyakan berhubungan dengan kematian. Sedangkan Wisnu adalah seorang Kurator muda yang menjual lukisan hasil karya Rianti.

Rianti ini, ternyata memiliki kemampuan ‘melihat’ masa depan pada diri seseorang. Kemampuan ini tidak bisa dihadirkan secara sengaja, tapi akan datang dengan sendirinya jika memang ada kejadian yang harus dilihat Rianti. Setiap kali ‘saat’ itu datang maka akan datang angin berhembus kencang, tubuh Rianti roboh kemudian dia akan memasuki dimensi di mana dia akan bertemu dengan orang yang ‘harus’ ditemuinya itu. Setelah menatap sekeliling dan menangkap suasana, maka kejadian yang harus dilihat oleh Rianti mulai berjalan. Begitu kejadian itu usai, dan Rianti kembali ke dunia nyata, matanya akan berubah putih semua, lalu tangannya mulai menggoreskan lukisan yang menggambarkan kejadian yang baru dilihatnya.

Begitulah takdir Rianti. Rianti tidak pernah mengerti kemampuannya itu adalah anugerah atau suatu kutukan. Sehingga dia merasa dirinya aneh dan menolak semua perlakukan baik dari orang lain, karena dia takut, orang tersebut akan meninggalkannya begitu tahu dia memiliki kemampuan aneh seperti itu. Sehingga dia selalu berusaha hidup mengasingkan diri dan menghindari keramaian.

Suatu saat, dia melukis seorang gadis kecil usia 10 tahunan. Dia tidak pernah tahu siapa gadis kecil yang ada dalam lukisannya itu,tapi lukisan itu tetap dia simpan.

Wisnu, yang telah berhasil menjualkan lukisan Rianti memberi kabar bahwa ada seorang wartawan majalah yang ingin mewawancarainya. Berkali-kali Rianti menolak, namun akhirnya dia luluh juga untuk menemui Fauzi (Fauzi Baadillah) wartawan tersebut.

Beberapa pertanyaan yang membuatnya tidak nyaman, dan penolakan pemotretan saat wawancara, membuat Rianti memutuskan untuk meninggalkan wawancara itu. Saat keluar dari ruangan, dia bertabrakan dengan Anthony dan Emma (Samantha Aguilar) sahabatnya, yang membuat lukisan-lukisannya berserakan, salah satunya adalah lukisan gadis kecil yang ternyata adalah Mariah, anaknya yang hilang…

Anthony yang sangat terkejut kenapa bisa Rianti melukis anaknya, meminta penjelasan kepada Rianti. Tapi bagimana mungkin menjelaskan sesuatu yang Rianti sendiri tidak tahu? Dalam kepanikan tiba-tiba datang serangan dari orang-orang tak dikenal dipimpin seorang pria bertampang kriminil oriental (Joe Taslim), yang pada akhirnya memunculkan berita bahwa Mariah akan dibebaskan jika Anthony bisa memecahkan kode rahasia yang menunjukkan keberadaan keris Chandra Wulan.

What’s Next…?

Silakan nonton di bioskop-bioskop terdekat…:D

Ada beberapa kejadian jayus dalam film ini. Saat Rianti lari ketika Anthony memohon penjelasan tentang Mariah, dia mencegat taksi. Begitu semua orang teriak nama Rianti untuk mencegahnya pergi yang keluar dari dalam taksi, adalah Rianti Cartwright!…:P

Kemudian saat Wisnu malam-malam keliling cari siomay, ada salah satu tukang siomay yang masih tersisa dagangannya, siapa dia? Pedagang itu adalah Nugie!..:P

Secara cerita, film ini cukup kuat, meskipun agak sedikit kurang paham kenapa memasukkan keris Chandra Wulan dalam film ini. Lagi pula yang memiliki kepentingan adalah orang bule yang secara umum kurang begitu paham dengan masalah klenik di Indonesia.

Mengambil perspektif tokoh Rianti dengan kemampuan seperti itu, memang akan mengait-ngaitkan dengan salah satu tokoh Heroes, Isaac Mendez yang diperankan Santiago Cabrera. Tapi menurut Charles Gozali, dia menyoroti tokoh tersebut bukan karena meniru Heroes atau yang lain, tapi berusaha untuk melihat kenyataan bagaimana kehidupan dan perasaan orang yang memiliki ‘kemampuan’ tersebut. Tentang penderitaan yang dia alami dan ketakutan-ketakutan yang akhirnya membuatnya merasa tak memiliki harapan bahkan kepada orang yang dicintainya.

Sebuah film drama psikologi yang cukup bagus untuk dinikmati. Meskipun ada sedikit unsur horor tapi tak ada hantu-hantu gak penting yang hadir. Jika mengingat kata Charles Gozali, bila kita terbiasa makan ikan bakar dengan duri, sekarang jika tidak ada durinya bukannya lebih enak? Ini merupakan perumpamaan, bila biasanya penonton film Indonesia terbiasa nonton film horor dengan hantu, jika tidak hantunya kenapa tidak? Ya kurang lebih seperti itulah.

Dalam film ini, sangat terasa Christian Sugiono melafalkan dialog-dialognya begitu tertata dan sesuai text (CMIIW). Mungkin memang seperti itu ciri khas Tian, sangat hati-hati dan tidak pernah melakukan improve sembarangan dalam setiap film-filmnya. Meskipun hal itu akhirnya akan sedikit memberi kesan kurang ‘lepas’ tapi sebagai pemain film yang terus berproses akting Tian kali ini boleh dibilang lumayan dibandingkan film-film-nya terdahulu.

Tokoh-tokoh antagonis yang menghiasi, selain Joe Taslim masih terasa kurang ‘kejam’ dalam ekspresinya tapi mungkin hal ini dilakukan supaya karakter Joe di film ini tidak ‘tenggelam’ oleh ekspresi pemain lain. Secara ekspresi sebagai tokoh antagonis penjahat kejam, Joe sudah mewakili dengan mimik dan gesture yang memadai. “Break the code, and get the keris..!”

Cheerz..

-Eviwidi-

—————————————————————————————–

Review RASA yang sedikit beda dengan review saya, klik di sini.

Note:

Berikut ini penjelasan dari Charles Gozali berkaitan dengan review ini yang sebelumnya saya posting di Facebook saya, hari Minggu, 17 Mei 2009.  Tanpa menambah ataupun pengurangi.

Terimakasih Om Charles Gozali atas tanggapannya, semoga perfilman Indonesia makin maju dan Rasa semakin sukses!!

———–

Charles Gozali

Terima kasih buat Evi yang udah nonton RASA dan apresiasinya lewat tulisan yang sangat saya hargai.

Ikut rembuk soal kemiripan kasus Heroes dalam penggambaran penglihatan Rianti di RASA, saya tidak menyangkal. Memang penggambaran itu kami pilih salah satunya lewat Heroes, tapi juga setelah melihat beberapa alternatif lain seperti The EXCORSIST karya William Friedkin di tahun 1973 yang jelas jauh sebelum Heroes dibuat. Dan buat Dian, saya berharap kamu tetap tergerak untuk melihat RASA di bioskop2 terdekat untuk bisa membuktikan bahwa kemiripan itu hanya dari segi penggambaran penglihatan Rianti secara tampilan, tapi inti cerita maupun konflik masalah yang ditampilkan sama sekali tidak berhubungan dengan tokoh Issac di Heroes. Tolong dikreksi ya Evi kalau pernyataan saya salah🙂

Charles Gozali

Jadi kalau boleh saya berkomentar bahwa memang kami sering terinspirasi dari banyak medium yang sudah lebih dulu ada, karena sebagai sutradara dengan film pertama, saya berusaha untuk tidak terlalu over confident dan terus mau belajar. Tapi saya juga setuju bahwa kami harus kreatif dan tidak hanya menjiplak inspirasi tersebut secara mentah. Karena itu, mohon dukungannya untuk nonton fillm RASA dan saya siap mendengar masukan dan kritik kalian selanjutnya. Agar film2 berikut kami bisa semakin baik dan berkenan.

Charles Gozali

Lanjut ya Evi soal komen kamu yang OK itu,

Kehadiran teman2 seperti Rianti Cartwright, Wink Wiryawan, Nugie, Fauzi Baadila karena mereka percaya kita sedang berbuat sesuatu yang baik. Dan kehadiran tokoh tukang sekoteng (bukan siomay Des ^^) adalah usaha kami para penulis untuk memberikan suatu kesegaran buat para penontonya. Karena scene itu hadir setelah kegagalan Rianti yang kesekian kalinya untuk menemukan jawaban positif dari penglihatan yang ia miliki. Dan untuk menghindari tokoh Wisnu jadi seperti “guru” atau “malaikat” yang terus menyemangati Rianti untuk pantang manyerah dan terus berusaha, kai hadirkan tokoh tukang sekoteng yang terlihat begitu damai dengan keberadaannya. Sehingga secara halus menyindir keputus asaan yang dirasakan Rianti disaat itu. Semoga niat kami bia dirasakan saat teman2 menonton RASA ^^

Kalau soal kehadiran keris Candra Wulan, itu memang request dari pihak GLS agar menambah nilai jual untuk RASA bisa dibawa ke market diluar Indonesia.

Charles Gozali

Semoga tantangan untuk menyatukan keinginan dari dua market penonton yang sangat berbeda, yang juga kami berusaha untuk jawab lewat film RASA, bisa mendapat sambutan dari teman2 sekalian.

Thanks berat buat note ini Desi, karena kami hadir di web Fb page dan situs lainnya memang untuk menjawab dan mendengarkan suara dari teman2 penonton film Indonesia. Karena sebagai pembuat film Indonesia, kalianlah suara pertama yang harus kami dengarkan untuk bisa berkarya lebih baik lagi ^^

Karena itu… terima kasih😀

Komentar
  1. cK mengatakan:

    hhmmm…saya pribadi menyayangkan film ini karena begitu banyak tema yang diberikan. cinta, misteri, thriller, sampai adventure. seperti film indiana jones dicampur dengan heroes, lalu ditambah bumbu film exorcist dan beberapa adegan melankolis. semuanya digabung menjadi satu sehingga terasa kurang fokus.😕

    just my two cents…🙄

    • eviwidi mengatakan:

      Halo cK,

      Review saya dari beberapa review adalah yang tergolong masih ada unsur ‘positip’ karena ‘guru review’ saya sendiri menilai film ini sangat negatip-(baca: jelek).

      Bukannya saya tidak melihat unsur negatip di film ini tapi saya menilai dalam setiap film pasti ada sisi baik yang ada dalam film tersebut, tidak 100% buruk semua.

      Beberapa hal memang terasa kurang fokus dan mungkin bisa dibilang kedodoran di sana-sini. But at least sebagai pertumbuhan film Indonesia menuju tuan rumah di negeri sendiri kita kan tidak ada salahnya mendukung pertumbuhan itu, kalau bukan kita yang dukung, lalu siapa lagi?..:)

  2. Rusa Bawean™ mengatakan:

    kalo film indonesia bertemakan cinta
    masih blom ada yg tertarik nehhh

    kecuali KCB yg paling aku tunggu2🙂

  3. Achmad mengatakan:

    Film terburuk Indonesia yg selama ini pernah saya tonton. Ketika dibioskop banyak penonton yang meninggalkan bioskop sebelum film ini berakhir.

    Maaf jauh dari film yang sangat bermutu. Sangat buruk sekali

  4. ian mengatakan:

    kayaknya bagus nih😛

  5. kyr Khuznauz mengatakan:

    wouw,,
    pokoknya semua film saat Pevita Pearce main adalah film terbaik!!
    klo kesan gw saat nonton “RASA”……..
    => film yg bisa jadi inspirasi bwt smua kalangan.gk mlu anak remaja,orang yg nikah(berumah tangga)pun bisa jadiin ne film sbg acuan dlm menjalani proses hidup yg penuh dgn rintangan!!
    goodluck aja bwt “RASA”…
    Pevita Pearce???
    km adalah inspirasi dlm sgala hal yang aq lakukan…

  6. […] Film Rasa ? ?penglihatan? Eviwidi Bangetz 17 May 09 23:16Judul Film : Rasa Produksi: Magma Entertainment & Golden Light […]

  7. Herman mengatakan:

    BETTER AND BETTER,…….. kesannya lebih keren dibandingkan dgn Film-film KITA yg cenderung “CENGENG”(mungkin kejar pangsa PASAR ,tapi mematikan nilai kreativitas) , tidak dgn Film RASA..bumbunya cukup baik, hampir mencakup smua unsur. GOODLUCK..

    • eviwidi mengatakan:

      Biarpun beberapa review film RASA bilang film ini ancur banget dan bahkah sempet ada statement kalo nonton film ini karena saking jeleknya, RASA(in lo)..:) tapi toh tetep aja ada yang suka…….benci tapi rindu emang film kita..

      Benci..kalo gak bagus..rindu kalo gak ada..hahha…

  8. yeni mengatakan:

    bagus……………

  9. indraahmadpratama mengatakan:

    waah.. senengnya ada yang nge-review film ‘rasa’. sebenernya aku dah nonton dari dulu (update-lah.. hehe). tapi baru baca reviewnya sekarang.. jadi pgn comment.

    menurut aku sich caritanya bagus! kisahnya gw banged lah.. hehe
    cuman satu yang aku sayangin… koq nonton film ini serasa jadul banget ya.
    berantem2nya kayak nonton film2 ari wibowo ato willy dozen jaman dulu, trus efek2 slow motionnya ngeganggu banged!
    trus koq kesannya serasa sepi.. gitu! jarang ada scene yang di tempat rame.. jadi cerita cinta-nya agak kuang seru.. emang sich karena gener-nya ada unsur hoo juga!
    trus wisnu-nya mati lagi! yah baguslah.. film bagus emang harusnya kayak githu! berani!!

  10. trickers mengatakan:

    hmmm gw sih belum nonton atau ga bakal nonton kali dan belum baca banyak tentang film ini dan bukannya sok tau atau mw ngejelekin tp cuma mau berpendapat film inisekilas mirip “The eye” yang di bintangi artis cantik Jessica Marie Alba di film itu juga bisa liat kematian truz pelakunya juga sama di kucilkan dan dibilang itu kutukan

  11. umar mengatakan:

    film ini udah keluar belum sih ?
    gw pgen nyewa nih
    di ultra disc udah ada belum ya ?

  12. inggrid mengatakan:

    aku ska bgt dgn film ini adegan’a romantis walau ad yg nyeremin ka pevita aku sk bgt dgn film’a baguuuuuuuuuuus bgt sampai mau nonton lagi nich

  13. Ryo mengatakan:

    oM gw bLm nntn ne fiLm RASA,,
    gw mo beLi CDnya jarang ada yg juaL gtU..
    gw bsa download dMn ya?
    ksh taU donk oM..
    kirim ke eMail gw aja ya diporyo@gmail.com
    dittunggu LOch jwbnnya

  14. Jumnsa mengatakan:

    Menurut saya film ini gak pantas untuk ditonton
    ceritanya sok diberat-beratin, padahal isinya dangkal kok

  15. Ami mengatakan:

    Kira-kira, bisa di lihat di UTube tidak yach ?

  16. Nuriz mengatakan:

    I like “RASA”…
    masih pngen ngulang lagi …

  17. Hmmm…. Filmx seru benar, jd pgn nonton lg. . . . W jd terinspirasi,,,,

  18. bambang supriy adi mengatakan:

    asyk ni film…..judulnya aja rasa………pengen nonton dimana ya>?

  19. zara mengatakan:

    ada yg tawu link wat download ni film? kok nyari dvdnya susag bgt si? dmna bsa gw temuin ni?

  20. mw tnya dong, klo mw download film ni dmna sih link nya?? plis kasi tw..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s