Review Buku The Mannequin of Dharma

Posted: Mei 27, 2009 in Resensi Buku Fiksi, Review Buku Fiksi
Tag:, , , ,

The Mannequin Of Dharma

preview-imelOleh : Roro Syin

No ISBN: 9789791893305

Halaman:336p

Penerbit:Bisnis2030

Bahasa:Indonesia

Harga : Rp.72.000

Berapa banyak novel  tentang  kehidupan wanita metropolis yang pernah Anda baca? 10? 100? 1.000?

Well, di beberapa penerbit  Indonesia sendiri genre ini semakin banyak diminati oleh penulis-penulis muda kita. Yang masih dengan darah segar ‘idealisme’ dan menggebu-nggebu dengan antusiasme untuk  pembuktian eksistensi diri.  Hal ini menambah semarak khazanah literature kita dan tak jarang buku-buku tersebut akhirnya banyak yang berakhir di layar lebar.

Apakah pada genre tersebut  banyak buku yang buruk? Jawabannya sudah pasti ; banyak…

Tapi adakah yang bagus?  Tentu saja; ada…

Genre-genre seperti ini  akan sering dikait-kaitnya dengan issue feminisme. Meskipun kadang banyak penulis yang ogah disebut-sebut karya mereka mengusung issue itu dan menolak karyanya disebut sebagai chick lit yang lebih popular untuk genre tersebut.

Salah satu pendatang baru yang telah bersusah payah menembus genre itu dengan karya yang lumayan adalah Roro Syin dengan novel  perdananya The Mannequin Of Dharma.

Meskipun novel ini dibangun dengan beberapa plot yang kuat, kemudian ‘disambungkan’ menjadi satu cerita, tidak mengurangi  inti cerita yang ingin disampaikan.  Meskipun saya sendiri lebih menyukai novel yang  yang terdiri dari satu plot dan sub-plot saja, sehingga lebih fokus dan kuat, tapi sesekali membaca novel yang terdiri dari beberapa plot seperti ini adalah salah satu selingan segar.

Beberapa tokoh yang mewarnai kisah ini adalah, Dharma sebagai tokoh sentral bekerja sebagai seorang copywriter di salah satu perusahaan advertising di Jakarta, kemudian ada Nadya, Cindy dan Kinar. Masing-masing tokoh memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Keempat tokoh yang hidup di jagad metropolis ini bersahabat dengan baik. Saling tolong menolong dan selalu berusaha menjadi tempat bersandar satu sama lain.

Dharma sendiri, sebenarnya memiliki permasalahan klasik, kisah cinta tak sampai-sampai dengan seorang cowok yang disebutnya Brown Sugar.

Yeah, dan permasalahan utama yang menjadi tajuk novel ini adalah “haruskan setiap wanita menjadi manekin”?  Yang harus terlihat sempurna secara fisik, memakai pakaian indah, berlaku bak putri kedaton, dan memiliki tubuh bak boneka Barbie. Tidak bisa dipungkiri, kenapa salon-salon kecantikan dan klinik-klinik kecantikan begitu ramai dan dokter-dokter kulit kaya raya, adalah karena begitu banyak wanita yang ingin terlihat cantik dan sempurna. Merawat diri dan ingin terlihat cantik pada setiap wanita sebenarnya adalah naluri alamiah. Tapi banyak wanita salah kaprah dengan hal itu,hingga malah sering menjerumuskan wanita pada operasi plastic yang mahal dan konon menyakitkan.

Hidung dipermak, payudara dipermak, sedot lemak dll. Mungkin untuk beberapa kasus seperti karena bermasalah dengan obesitas, sedot lemak masih bisa dipahami.

Inilah yang Dharma ingin sampaikan, mempertanyakan tindakan-tindakan para wanita yang sering membabi buta hanya karena mengejar kata ‘cantik’ atau ‘seksi’.

Dan selain mengungkap masalah wanita, Dharma yang seorang copywriter juga banyak menyinggung tentang profesi Copywriter, tentang seluk beluk dan hiruk-pikuk pekerjaan tersebut. Karena Roro Syin sendiri konon adalah seorang copywriter juga, jadi jika Anda tertarik ingin tahu bidang profesi ini, tak ada salahnya Anda membaca buku ini.

Itulah salah satu episode yang ingin Dharma sampaikan dalam buku ini. Saya tidak membeberkan semua, karena masing-masing tokoh memiliki plot ceritanya sendiri. Jadi silakan Anda membaca buku ini untuk mengetahui tokoh-tokoh lain…J

Dan seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, novel ini pun juga tidak luput dari beberapa hal yang mengundang kritikan. Misalnya saja paragraph monolog yang lumayan panjang dari tokoh Dharma. Dan tentu saja berhamburan argumen-argumen tentang hal-hal yang Dharma kritisi.

Plot-plot yang kuat yang ada dalam novel ini sebenarnya bisa berdiri sendiri sebagai cerita bahkan novel, mudah-mudahan Roro Syin bukanlah type penulis “sekali berarti, sudah itu mati” dan akan berkarya lebih dan lebih baik lagi.

Cheerz,

-Eviwidi-

Komentar
  1. firindadus mengatakan:

    buku yang bagus dan menarik akan tetapi apakah bisa kami mendapatkan diskon harga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s