Kopi Darat Sebagian Anggota ‘Rumah Sehat’ Kompasiana di JHCC

Posted: Juni 14, 2009 in event
Tag:, , , ,

Jakarta Hilton Convention Center alias JHCC, Minggu 14 Juni 2009. Di tengah lalu lalang orang yang berhamburan, berjalan tergesa-gesa di gedung yang beberapa bulan lalu Rihanna batal manggung, diantara banner-banner yang menampilkan senyum manis Luna Maya sambil pegang handphone. Ditambah pemandangan antrian mirip ular naga untuk membeli handphone yang dibuat mirip-mirip Black Berry seharga sejuta kurang, yang ditengarai karena  orang-orang yang antri itu kena demam Facebook hingga membuat saya geleng-geleng kepala. Di tempat lain beberapa waktu lalu banyak orang antre BLT sampai pingsan-pingsan, di sini antre beli HP untuk bisa main Facebook. Saya berjalan melihat-lihat Indonesian Cellular Show (ICS) sekaligus ingin bertemu kembali dengan rekan-rekan Kompasiana.

1824

1827

Lama nian tak bersua, karena kesibukan dan beberapa kegiatan yang cukup menyita waktu dan tenaga, serta “sibuk” dengan blog pribadi, saya tersadar, sudah beberapa bulan saya tidak menampakkan postingan di Kompasiana, yang telah mempertemukan diriku dengan Mas Amril, Mas Pepih, Pak Eshape, Mas Yulyanto,Mba Linda,Pak Prayit, Pak Junanto dan lain-lain. Serta ada alasan klasik yang cenderung mengarah ke alasan pribadi, saya  kurang suka dengan postingan yang sekarang cenderung lebih banyak membahas politik. Oke,oke..sekarang musim kampanye, I have to understand.

Kopi darat itu diadakan di ruang Press Conference di JHCC. Saya datang terlambat. Jadi waktu datang acara sudah berlangsung setelah ber sms-ria dengan Mas Amril. Beruntung acara belum berakhir, jadi Saya masih kebagian sekitar 1 jam lebih, alhamdullilah. Saya disambut mas-mas yang ganteng dan keren (gak tahu namanya) yang ada di depan ruang pertemuan setelah diantar seseorang dari stan Kompasiana (yang saya juga tidak tahu namanya..). Acara sedianya dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB. Tapi berhubung peserta banyak yang jauh rumahnya dan mungkin jalan-jalan dulu melihat pameran (sebagian datang membawa ‘pasukan’..:)), jadi banyak peserta yang datang terlambat (termasuk diriku).

1826

1825

Acara berlangsung penuh canda tawa. Diikuti sekitar 30-an orang (CMIIW). Sewaktu saya datang ada peserta yang menanyakan tentang editing posting yang kemudian dijelaskan secara panjang lebar oleh juru kunci Kompasiana, Mas Pepih, bahwa di Kompasiana  Mas Pepih justru tidak ingin adanya editing, bahkan titik koma pun Mas Pepih tidak ingin mengurangi. Karena Kompasiana adalah ruang untuk berbagi bagi rekan-rekan citizen journalism. Jadi Mas Pepih bertindak sebagai admin saja bukan sebagai editor sebagaimana media main stream.

Selain membahas masalah editing, juga dibahas masalah teknis seperti postingan dan beberapa hal yang terkait seperti jika posting sebaiknya menggunakan text  yang di copas dari Notepad, karena di sana bersih dari coding-coding semacam HTML yang biasanya akan ‘ngikut’ jika text di Copy Paste dari MS Word, hal yang biasa terjadi di blog yang berbasis Worpress.

Setelah berhaha-hihi selama pembahasan, juga ada acara testimonial yang dimulai oleh Blogger senior Pak Prayitno Ramelan, yang sedikit membagi pengalamannya ngeblog di Kompasiana kemudian dilanjutkan dengan Mba Linda Djalil yang juga berbagi pengalaman tentang ‘Rumah Sehat Kompasiana’ dan ada Pak Rahardjo yang masih membaca dan memberikan komentar di Kompasiana tapi belum pernah posting. Dan acara dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing peserta yang hadir dan ditutup dengan acara undian berhadiah 2 handphone,doorprize berupa dua buah “KompasPhone“, ponsel Flexi yang otomatis memuat konten Harian Kompas dan KOMPAS.com di dalamnya. Yang beruntung adalah Mas Hendra (blogger yang kabarnya sering menulis di CHIP, jadi dia ceritanya orang yang mengerti IT) dan Mba Juliana (tidak ada orangnya jadi hadiah diserahkan kepada temannya/kerabatnya-saya kurang tahu).

1829

1832

1838

Setelah itu acara selesai dan peserta mendapat oleh-oleh berupa T-shirt Kompas dan tiket nonton.

Secara keseluruhan, pertemuan kali ini terasa lebih akrab dan terasa lebih focus pada hal-hal detil yang dibahas untuk kemajuan Kompasiana. Kehadiran rekan-rekan senior (its really senior) membuat saya makin kagum. Juga ada sedikit disinggung, tentang diusulkannya ada advokasi untuk blogger terkait kasus Ibu Prita Mulyasari yang kasusnya sempat heboh hingga capres-capres ‘turun gunung’ ikut bersuara.

Kasus Ibu Prita membuktikan bahwa kekuatan suara blogsphere tidak bisa lagi dianggap angin lalu. Dia bisa membawa efek luar biasa

Kehadiran Kompasiana yang berangkat dari media Main Stream (Kompas) kemudian merangkul blogger-blogger warga yang bukan dari latar belakang jurnalistik, menurut saya sangat berarti keberadaannya ditengah-tengah platform blog-blog lain. Apalagi sekarang makin banyak kaum intelektual terkemuka Indonesia yang bergabung sehingga makin menambah bobot blog ini sebagai blog yang layak untuk dicermati.

Semoga kedepannya, Kompasiana dengan makin beragamnya kaum intelektual yang bergabung akan semakin memajukan blog ini dan mengasah kemampuan menulis para blogger-blogger ‘hijau’ semacam diriku.

Terimakasih kepada panitia atas diadakannya pertemuan ini dan hadiahnya, juga kepada anggota blogger Kompasiana atas kehangatan suasana kopi darat hari ini.

Catatan, Minggu, 14 Juni 2009.

-Eviwidi-

Komentar
  1. masoglek mengatakan:

    wah asyik ya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s