Review Buku Batman Saroong

Posted: Juni 20, 2009 in Resensi Buku Fiksi, Review Buku Fiksi
Tag:,
Batman Saroong Cover

Batman Saroong Cover

Judul : Batman Saroong
Pengarang : Iwok Abqary
Penerbit : Examedia
Tahun : 2009
Genre : Novel Parodi
Tebal : 188 Halaman
ISBN : 978-979-055-028-5

Ada Batman ada Sarung. Ini bukan promosi film Batman atau sarung “Mesir Asli”..:) tapi Batman Saroong adalah judul buku baru karya Iwok Abqary. Penulis produktif yang baru saja mengadaptasi Film KING ke dalam sebuah buku yang berjudul sama.

Bergenre humor parodi, buku ini sangat menghibur dengan humor-humor membumi dan kadang sedikit jayus khas Iwok. Yang membuat ada nilai tambah dalam buku ini, adalah setting pedesaan yang cukup cantik ditampilkan. Berhubung si penulis bertempat tinggal di daerah Jawa Barat beberapa buku karyanya juga terinspirasi dari daerah tersebut, TIKIL misalnya.

Plot cerita dibuat dengan rapi oleh penulisnya. Kisah dimulai dengan sebuah Prolog tentang seorang tokoh yang muncul di malam hari dan membekuk maling yang sering bergentayangan di desa tempat tinggalnya. Tokoh satu ini memiliki senjata yang ditakuti oleh para maling, yaitu Godam Sakti!

Pada suatu hari, tinggallah seorang pemuda bernama Eman di desa Godam (Desa Godam? Tolong jangan dicari di peta..pliss..karena gak bakalan ketemu..:)). Dia adalah salah satu pemuda harapan desa. Biarpun dia tidak pernah memenangkan juara harapan untuk lomba di acara Agustusan, tapi Eman tetaplah sepanjang tahun hidupnya menjadi pemuda harapan…emaknya. Hihihihi…

Yak, Eman tinggal berdua hanya dengan emaknya yang biasa di panggil Mak Inah di desa itu. Ayahnya telah meninggal karena dipatuk ular berbisa. Desa Godam diguncang prahara. Maling-maling banyak mencuri ternak warga. Sudah banyak yang menjadi korban, awalnya adalah ternak kerbau milik Haji Amin yang dimutilasi dekat sungai, yang berasal dari kampung sebelah. Kejadian kerbau yang dimutilasi menjadikan warga ngeri.

Eman yang sehari-hari bekerja di sawah sepetak warisan ayahnya, berbincang tentang berita kerbau itu dengan teman sepermainanya, Gugun. Kegelisahan dan keresahan warga juga tak luput dari pembicaraan mereka. Kejadian kerbau mutilasi kemudian diikuti oleh hilangnya kambing Kang Jejen yang tak lain tak bukan adalah warga desa Godam sendiri.

Mak Inah, juga merasa gelisah dengan keadaan kampung yang yang tidak lagi aman. Suatu malam, dia mengajak bicara serius dengan Eman untuk bertindak.mengingat dan menimbang Eman memiliki bekal Karate dan sudah beranjak dewasa. Eman yang bingung campur ling-lung tidak mengerti apa yang Mak Inah maksud. Lalu Mak Inah mengeluarkan sebuah topeng, jubah dan celana kolor yang semuanyaa….berwarna hitam! Alamak…, kemudian sambil memandang penuh arti ke Eman, Mak Inah berkata pada Eman, “ Udah saatnya lo berubah, Man” Lalu Eman bertanya dengan bingung “Berubah? Jadi apa Mak?” Mak Inah menjawab “BATMAN!” (hal.66) Gedubrak!!!

Dipilihnya Batman oleh Mak Inah dikarenakan Mak Inah ini sejarahnya pernah mengenal banget dengan Batman dari suaminya yang nge-fans banget dengan Batman. Obsesi ini terbawa-bawa hingga Eman remaja. Hingga saat ada kejadian maling-maling yang mengganggu ketentraman desa membuatnya ingin mewujudkan sosok Batman dalam diri Eman, anaknya semata wayang.

Eman yang tidak tega dengan permintaan emaknya dan melihat kondisi kampungnya, akhirnya mau juga mencoba kostum Batman bikinan emaknya, dan menjadi Batman dengan Sarung yang di kalungkan di leher saat keluar malam hari, sambil membawa sebuah palu atau godam pemberian Mak Inah… sanggupkah Eman memberantas kejahatan dan maling-maling di desa Godam?

Kisah seru ini, selain lucu juga dibuat satu plot yang rapi dan sangat hati-hati oleh Iwok. Jadi buku ini tidak menjual cerita yang mengada-ada karena semua faktor yang terkait, baik tokoh maupun kejadian dibuat selogis dan se-“membumi” mungkin –selain nama desanya yang fiktif-.

Salut untuk Iwok yang sangat konsisten menjaga keutuhan cerita dengan sangat bagus, dan untuk selipan promo buku Pulau Huntu yang bisa-bisanya diselipin dalam cerita saat pertarungan Batsar –Batman Saroong- dengan maling-maling. Sepertinya Cuma Iwok yang bisa begini..hehhe…

Karena saya sangat menyukai cerita dengan setting desa-desa dan daerah selain Jakarta yang sudah banyak sekali diangkat di buku-buku fiksi, buku ini adalah buku humor favorit saya.

Cheerz..

-Eviwidi-

Komentar
  1. aziz_hn mengatakan:

    gokil _Ugga!!!!

  2. Ayahnya Ranggasetya mengatakan:

    Terima kasih, resensi di blog ini bermanfaat sekali. Di sini, saya juga bisa mempelajari karakteristik novel di setiap penerbit.
    Maaf, saya baru saja merampungkan novel saya dan saya sedang mencari alamat penerbit Examedia. Boleh tanya, alamatnya di mana, ya? Sebelumnya terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s