IndonesiaUnite, Sekedar Gairah Sesaat Generasi Twitter?

Posted: Agustus 3, 2009 in Riset Kecil-kecilan, Secara Menurut Aku...., Yang Lagi Naik Daun
Tag:, , , , , , , ,

#indonesiaunite – Kami Tidak Takut

Nukman Luthfie salah seorang pesohor di bidang Internet  Marketing  di Indonesia, memakai latar bendera merah putih beberapa waktu lalu dan baru-baru ini berganti latar batik di foto profile-nya di Twitter. Desi  Anwar memasang bendera merah putih kecil di foto profilenya dan sering kali menuliskan nama-nama makanan lokal baik di Twitter dan status FB-nya.  Dan tidak hanya Nukman Luthfie dan Desi Anwar yang berbuat demikian. Ada banyak pengguna Twitter dan FB  yang mengganti foto profile-nya dengan bendera merah putih.  Seolah ada kebanggaan jika bisa mengabarkan kepada dunia bahwa mereka  menunjukkan cinta Indonesia melalui status FB dan Twitter dan mengganti foto profilenya dengan bendera merah putih.

Sebuah gerakan yang konon spontan dari pengguna Twitter, dalam rangka reaksi atas terjadinya bom di hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009. Sebuah gerakan yang menyertakan kata #indonesiaunite, dalam setiap posting update di Twitter.

Kenapa gerakan ini, harus muncul pada saat setelah terjadi Bom di kedua hotel termahsyur itu? Kemana “nasionalisme” kita selama ini hingga perlu kejadian mengenaskan untuk membuat gerakan semacam #indonesiaunite?

Apakah hanya ketika ada ujian untuk negara kita, Seperti kejadian bom,batik dan reog yang diakui milik negara lain, kasus Ambalat dan lain-lain, baru akan tergerak dan membuat  rasa nasionalisme kita meradang?

Bagaimanapun, nasionalisme adalah sesuatu yang absurd. Belumlah tentu, orang-orang Indonesia yang memakai produk-produk luar negeri tidak memiliki nasionalisme terhadap Indonesia. Bahkan beberapa orang asing yang tinggal di Indonesia justru lebih care terhadap kondisi Indonesia dibanding penduduk aslinya. Dan belum tentu juga yang tidak ikut-ikutan dalam gerakan #indonesiaunite, juga tidak memiliki rasa nasionalisme terhadap Indonesia.

Cukup menggelikan jika diperhatikan isi update postingan di Twitter yang diambil dari cuplikan lagu seperti Lbh baik di sini,rumah kt sendiri.Segala nikmat&anugerah Yang Kuasa.Semuanya ada di sini.Rumah kt,ada di sini. INDONESIA :)” , benarkah demikian adanya?

Memang kita sepatutnya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap gerakan ini, akan tetapi, patut diingat pula,penggiat #indonesiaunite kebanyakan adalah pengguna Twitter aktif dan pengguna Blackberry aktif yang sepertinya tidak perlu penjelasan  produk-produk dari mana mereka berasal.

Bila ditengok di perpustakaan terbesar di dunia; Google dan rujukan dari Wikipedia, ada beberapa macam nasionalisme yang ada di dunia, seperti Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil), Nasionalisme etnis, Nasionalisme romantik, Nasionalisme Budaya,  Nasionalisme kenegaraan. Nah termasuk dalam kategori Nasionalisme manakah gerakan #indonesiaunite ini? Atau justru uncategories? Atau inikah model implementasi dari  teori yang pernah diungkapkan oleh Antonio Gramsci*?

Meskipun sebenarnya pelajaran “cinta terhadap tanah air” sudah ditanamkan sejak kecil dalam pelajaran sekolah yang dulu bernama Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan sekarang berganti menjadi PPKn atau Pendidikan Kewarganegaraan. Toh, kita memerlukan “bom” untuk membuat kita berkata cinta terhadap Indonesia dan mengobarkan semangat nasionalisme. Inikah salah satu wujud kegagalan mata pelajaran tersebut?  Dan nasionalisme tampaknya hanya jadi sebuah hal utopis yang tidak pernah bisa diwujudkan di dalam realitas.

Sudah saatnya Indonesia memiliki kurikulum yang bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia tanpa perlu adanya Bom.  Perkembangan tulisan status di Twitter yang kadang-kadang berlebihan dan seolah-olah kita menutup diri terhadap dunia luar, akan menjadikan gerakan ini kehilangan arah dan menjadi seperti sebuah lelucon. Bagaimanapun bangsa kita masih memerlukan dunia luar, akuilah. Kita menggunakan Twitter, Facebook,Windows,Apple,iPod,Blackberry dan lain-lain hampir setiap hari. Yang kita perlukan adalah semakin meningkatkan kewaspadaan secara terus menerus selain memang mendukung dengan memakai produk-produk dalam negeri. Dan bagaimana nasionalisme yang dicapai dan dirasionalisasi oleh sekelompok  orang itu bisa ditularkan ke kelompok masyarakat yang lain.

Jangan sampai, gerakan ini dianggap lucu-lucuan oleh sebagian besar orang yang tidak turut didalamnya karena secara jelas, penggiat gerakan ini sebagian besar adalah orang-orang yang akrab dengan dunia maya dan setiap hari jarinya tidak lepas dari  Twitter atau juga Blackberry, dan rasanya tidak perlu diingatkan bahwa begitu banyak di luar sana, saudara kita yang belum semuanya bisa merasakan menggunakan Twitter, apalagi Blackberry!

Cheers..

-Eviwidi-

Referensi:

*Antonio Gramsci bisa di baca literaturnya pada link berikut:

http://id.wikipedia.org/wiki/Antonio_Gramsci

http://rezaantonius.multiply.com/journal/item/146

Komentar
  1. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

    Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

    Salam hormat
    http://kombes.Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s