Review Buku Cewek Apa Cowok Sih Loe?

Posted: Agustus 14, 2009 in Resensi Buku Fiksi, Review Buku Fiksi
Tag:, , , ,

Cover buku Cewek apa cowok sih loe?

Cover buku Cewek apa cowok sih loe?

———————————————–

Resensi ini telah dimuat di Majalah STORY, edisi 3  September 2009. Ada perbedaan versi asli (di blog ini) dan versi cetak  karena keterbatasan ruang yang ada di media cetak.

—————————————————

Review Buku Cewek Apa Cowok Sih Loe?

Penulis : Yennie Hardiwijaja
ISBN : 978-602-8556-02-6
Ukuran :11,5 x 19 cm; 182 hlm.
Penerbit : Kakilangit Kencana
Rilis : Juni 2009
Harga: Rp 30.000,-

Cewek tomboy? Cewek yang bertingakah laksana cowok?
Jika mendengar kalimat-kalimat di atas, sudah barang tentu ingatan kita akan sedikit melayang ke masa silam, tentang tokoh-tokoh yang sempat menjadi pembicaraan pada tahun 90-an. (bagi yang sekarang masih ABG, mungkin belum tahu…:p). Dan saat itu yang merajai adalah tokoh karangan Hilman Hariwijaya, Olga. Meskipun Olga sendiri masih ‘terlihat’ sebagai cewek, tapi dandanan dengan rambut cepak, kemana-mana pakai sepatu roda dan menjadi penyiar radio Ga Ga yang isinya kebanyakan cowok, toh Olga saat itu sempat menjadi idola remaja. Selain Olga juga pernah ada film Rini Tomboy, sebuah film yang diperankan oleh Cornelia Agatha tahun 90-an juga.

Di masa sekarang, sudah jarang diangkat tokoh-tokoh cewek tomboy dalam buku yang bisa merajai seperti karya Hilman jaman dulu. Dan bersamaan dengan diterbitkannya 13 buku dari Kakilangit bulan Juni lalu di Istora-Jakarta, terselip satu buku novel ringan dengan tokoh cewek tomboy yang penampakan bukunya juga 11-12 dengan buku Olga jaman dulu. Judulnya Cewek Apa Cowok Sih Loe, karya Yennie Hardiwijaja.

Jika di buku Olga, memasang cover yang cukup menarik, cewek rambut cepak dengan memegang sepatu roda, buku baru ini –dan masih berhubungan dengan sepatu—justru cuma memasang gambar kaki dengan sepatu kets dan kaus kaki panjang hampir selutut garis-garis mirip pemain bola, jadi pembaca dipersilakan membayangkan sendiri bagaimana rupa karakter si cewek tomboy dalam buku ini. Dalam kasus ini, cover buku kurang begitu menarik untuk ukuran cerita remaja. But, don’t judge a book by its cover, katanya….:p, tapi-tapi sepertinya akan lebih menarik jika buku bagus didukung dengan cover yang bagus juga…setuju?

Vina, tokoh utama dalam novel ini, diceritakan adalah satu-satunya cewek dalam keluarganya. Memiliki empat kakak laki-laki, Jefri, Jerry, Ponco dan Panca yang tidak kalah bandel dan ngawur bukan main dan Arman, seorang ayah yang masih suka sok ganteng. Tidak adanya ibu karena sudah meninggal, menyebabkan Vina tumbuh selayaknya cowok-cowok saudaranya. Sepertinya hukum sebab akibat berlaku di sini.

Dampak kelakukan Vina, sudah sering dirasakan baik oleh keluarganya sendiri maupun oleh lingkungan sekitar dan terutama teman-teman sekolahnya. Sudah tidak terhitung berapa orang yang sudah jadi korban tingkah Vina, termasuk Gugun, kepala sokolahnya…

Arman, sang ayah, sudah sering mendapat complain dari Kepala sekolah karena ulah Vina. Sampai akhirnya Vina yang dendam dengan kepala sekolahnya karena mendapat teguran keras dari papanya, berbuat iseng, megoleskan lem besi di handle pintu masuk ruangan Pak Gugun, dan akibatnya Pak Gugun harus mencopot handle pintu tersebut supaya tangannya tidak terus menempel di pintu. Dan akhirnya keluarlah ultimatum, jika dalam satu bulan Vina tidak merubah kelakuannya maka dia harus keluar dari sekolah tersebut.

Kakak-kakak Vina yang merasa kasihan pada papanya dan tidak ingin Vina dikeluarkan membuat rencana ajaib untuk Vina. Akankah Vina bakal berubah?

Meskipun diceritakan sangat ‘cowok’ karakter Vina di sini, dan sudah hidup di era informatika, penuh kehidupan hedonisme dan keabsurdan, toh tidak ada kata-kata yang benar-benar ajaib. Biasanya yang diakrabi oleh anak-anak yang dikategorikan ‘bandel’ adalah kata-kata istilah mereka sendiri yang diucapkan seenaknya. Penulisannya juga tidak terlalu jauh keluar jalur EYD (atau sudah dibabat habis-habisan sama editornya?!) seperti halnya Olga yang memuat kata seperti ‘terdaptar’,’diinterpiu’ dll. Tapi dengan gondrongnya bulu ketek dan hobinya memanjat pohon hingga mengejar truk, cukup mewakili ketomboyannya. Vina dengan lincah bisa menjadi tokoh yang pantas dikangeni oleh keluarga dan teman-teman sekolahnya juga tak ketinggalan pembacanya.

Yennie dengan humor-humor segar bisa menyelipkannya dengan manis dalam buku ini. Meskipun buku ini –hampir– tidak didukung riset khusus mengenai lokasi maupun karakter yang tercermin dari ceritanya, tapi kisah ini cukup layak untuk dinikmati. Bukan tidak mungkin jika Yennie mau sedikit bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian untuk memperluas cerita ini dengan riset tentang lokasi, permasalahan, atau penggalian karakter yang lebih dalam tokoh Vina akan semakin mantab untuk dinikmati.

Kutipan:

“Tangan yang ini masukin dulu.. trus..tangan yang ini, talinya ditarik, di belakang ada pengait- balik lo! Dikaitin…beres deh. Tretet…Sekian peragaan baju dalam untuk hari ini” Jefri (hal. 90)

“Kosongkan pikiran elo, Vinaa… Diam itu emas, emas itu duit, kosong itu isi, isi itu kosong..?? ARRGGHH!!” Vina (hal.137).

Cheers..

-Eviwidi-

Komentar
  1. dira mengatakan:

    Penggemar novel ya? Salam kenal.

  2. sony mengatakan:

    ini resensi nya udah jadi kan gan?
    ane lgi ada tugas resensi neh… ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s