Sejingga

Posted: Oktober 11, 2009 in Puisi
Tag:,

Fatamorganaku, tlah sejauh ini aku melangkah
Menuntunku dalam ragu
Rinduku adalah jantung, suaramu adalah nyala
api, dalam jiwa rapuhku

Raungan dalam diam, tatkala
tak kuasa hati terombang-ambing rasa
Sejingga matahari sore, merona
merindu menjelma fajar

Kan kuhirup wangi rambutmu,mimpi
aku terjatuh dalam lamunan ini
manjakan aku lagi dalam buaimu
selagi nyata belumlah kembali

Biarkan waktu yang tua menghalangi
Hingga, kau aliri hariku dengan kecupmu
Mengurai tanya dan cinta yang ternoda
Oleh gejolak yang penuh doa dan dosa

Jakarta, Oktober 2009

Komentar
  1. Novie mengatakan:

    I lope ur puisi ..mbak ,
    Terharu …

    Sukses selalu , GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s