Review Buku KONSER; Hidup Dalam Kepura-puraan Demi Sebuah Konser

Posted: November 1, 2009 in Resensi Buku Fiksi, Review Buku Fiksi
Tag:, , ,

45-09-28828Judul buku :Konser
Oleh :Meiliana K. Tansri

ISBN :9789792249057
Rilis :2009
Halaman :296p
Penerbit :Gramedia
Bahasa :Indonesia
Harga :Rp.40.000

Setiap anak manusia berhak punya ambisi. Berhak menempuh cara-cara sesuai rencananya yang dianggapnya “benar”. Demikianlah Fajar. Seorang Pianis handal yang akhirnya menikahi Elise, putri seorang konglomerat yang bisa memuluskan jalan panjang menuju impian terbesarnya; Konser tunggal. Dan tentu saja, tanpa ada cinta di dalamnya.


Di Simfoni Bintang, tempatnya bekerja, Fajar dipertemukan dengan seorang pemain biola muda, cantik, berbakat dan memiliki kehidupan yang kurang beruntung. Mantan orang kaya. Dalam kehidupan rumah tangganya yang penuh basa-basi dan kepura-puraan, Fajar jatuh cinta pada Kirana yang masih polos dan membutuhkan uluran tangan.

Hidup Fajar terbelah menjadi dua dunia. Dunia rumah tangganya yang laksana panggung drama, dan sebagai pemeran utama Fajar harus memainkan peran dengan penuh kehati-hatian, tak boleh ada kesalahan sedikitpun. Dan dunia tuntutan hati untuk mengungkapkan cinta sejatinya pada Kirana.

Sepertinya terdengar sangat klasik.

Sesuatu yang klasik, selalu mengandung kekuatan dan kelemahan. Yang pertama tentu saja dia bisa abadi dan tak lekang dimakan jaman. Yang kedua, adalah membosankan.

Kisah novel Konser ini, memiliki kans untuk menjadi novel klasik, entah nanti bisa abadi atau tidak, itu sepertinya hanya waktu yang akan menjawabnya.

Dalam balutan suasana dunia konser musik klasik yang memainkan musik semacam karya Beethoven – Concerto, karya Bach- Minuet #1, karya Mozart – Plaisir d’Amour, dan lain-lain kisah novel ini dibangun. Jadi jika Anda penggemar musik-musik klasik, atau sedang mencari literature tentang musik klasik, Anda kemungkinan besar akan menyukai novel ini. Penulis dengan hati-hati menulis setiap bagian yang mengetengahkan adegan-adegan yang melibatkan karya-karya klasik tersebut saat dimasukkan untuk menguatkan bagian cerita.

Dan karena ini berhubungan dengan konser musik klasik, segala sesuatu seperti hal-hal detil tentang konser, juga tak luput dari penceritaannya.

Konflik antar pemerannya yang dibuat sedemikian halus namun cukup menusuk perasaan, tidak sampai mengantarkan pembaca untuk sampai menitikkan air mata. Terkadang malah penulis kelihatan terlalu hati-hati dalam mengungkapkan setiap peristiwa. Sehingga, emosi yang terbangun tidak pernah sampai puncak.

Pengetahuan tentang musik klasik, patut diacungi jempol. Penulis sudah sangat akrab dengan dunia musik klasik sepertinya. Tak banyak buku fiksi yang mengetengahkan tema musik klasik, utamanya pada novel-novel produk Indonesia. Novel Konser, adalah salah satu yang mengambil bagian kosong tersebut.

Berhubung tidak ada keterangan tentang jati diri penulis, atau karya-karya selain novel ini (ataukah novel ini karya pertamanya?) jadi tidak bisa untuk mengulas atau sedikit membandingkan karya-karya yang telah dibuatnya.

Jika ini karya pertamanya, ini karya yang tidak bisa dibilang jelek. Meskipun bukan sesuatu yang sangat bagus. Tapi untuk debut awal, ini adalah awal yang bagus. Penulis, sangat indah menuliskan deskripsi-deskripsi juga diksi. Dan sepertinya inilah salah satu kekuatannya. Coba simak salah satu deskripsi berikut:

“Rencana ternyata tidak berjalan semulus harapan. Kepergian Elise yang tiba-tiba seperti tumpahan tinta gelap di atas sketsa lukisan masa depannya. Menimpa dan menutupi semua garis rancangan yang hanya tinggal diwarnai.” (hal. 263)

Juga pilihan diksinya:

“Jangan asamkan masa mudamu yang manis dengan kecutnya pesimisme Kirana.” (hal. 110)

Cinta pada musik klasik, mengantarkan Fajar menjalani cinta pura-pura untuk mencapai impiannya. Cinta pada Kirana mengantarkannya pada penyesalan akan cintanya pada Elise. Jadi, cinta yang bagaimanakah yang Anda ingin jalani?

Cheers..

-Eviwidi-

Komentar
  1. febby mengatakan:

    kalo klemahan dan kekurangan buku ini apa ya mbak??. tlng d jwb, cz ytk tgs bhasa indonesia saya🙂

  2. eviwidi mengatakan:

    Novel ini mengandung kekuatan sekaligus kelemahan yaitu: klasik.

    Sesuatu yang klasik, selalu mengandung kekuatan dan kelemahan. Yang pertama tentu saja dia bisa abadi dan tak lekang dimakan jaman. Yang kedua, adalah membosankan.

    Kisah novel Konser ini, memiliki kans untuk menjadi novel klasik, entah nanti bisa abadi atau tidak, itu sepertinya hanya waktu yang akan menjawabnya.

    Salam,

    Evi

  3. febby mengatakan:

    oooh trimakasih ya mbak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s