Review Buku How The World Makes Love

Posted: November 19, 2009 in Resensi Buku Non Fiksi, Review Buku Non Fiksi
Tag:, , , ,

How the World Makes Love
Oleh: Franz Wisner

ISBN : 9789790241589
Rilis : 2009
Halaman : 496p
Penerbit : Serambi
Bahasa : Indonesia
Rp.69.900

Coba Anda bayangkan; ketika sore hari saat duduk-duduk santai nonton tv, kekasih wanita Anda di lain ruangan yang akan berangkat mandi berseru “Aku mau mandi, kau mendengarku?”

Bila sesama perempuan normal, akan terdengar biasa saja, tapi bagi pria ternyata bisa dikonotasikan bermacam-macam.

“Apakah itu ‘kau mendengarku’ yang berarti ‘apa kau mengabaikanku’ atau ‘kemarilah dan bercinta denganku di kamar mandi?”

Ow..ow…..ternyata begitulah yang ada di benak pria.. jadi berhati-hatilah wahai wanita jika melontarkan kalimat pada pasangan Anda..:)

Hal itulah yang diungkapkan Franz Wisner dalam bukunya How The World Makes Love. Buku keduanya setelah Honeymoon With My Brother yang rencanaya akan difilmkan.
Kali ini kepergian Franz keliling dunia, bukan untuk mengobati luka hati akibat insiden Runaway Bride-nya akan tetapi justru ingin tahu dan menguak kisah cinta dan perilaku-perilaku percintaan di Negara-negara lain, sayangnya Indonesia tidak termasuk..:(

Mulai dari Los Angeles, Brazil, India, Nikaragua, Republik Cheska, Mesir, Selandia Baru dan Bostwana.

Petualangannya di India tentu sangat menarik. Apalagi kalau bukan mengulik tentang KAMA SUTRA…. Di Negara “Kuch-kuch hota hai” itu dari awal penerbangannya saja sudah menggelitik. Sambil melirik teman duduknya di pesawat seorang wanita Korea dan menunggunya tidur, dia pelan-pelan mengambil buku Kama Sutra yang dibawa di rangselnya. Lalu setelah teman perjalanannya itu yakin terlelap, mulailah dia “mereview” buku Kama Sutra. Mungkin ini tidak masuk akal, tapi ketahuilah bahwa Vatsyayana penulisnya, ternyata meninggal masih dalam keadaan perjaka! What??!!
Dunia ini memang aneh..

Tidak hanya tentang Kama Sutra, tapi di India Franz juga mempelajari kultur percintaan di sana, yang ternyata orang India sendiri tidak begitu peduli dengan Kama Sutra, bahkan saat Franz menanyakannya, salah satu kenalannya yang orang India berkata dengan santai saat menceritakan ketika malam pertama pernikahannya: “Aku sudah menonton banyak film porno sebelumnya. Semua pria India melakukannya.”

Meskipun India bisa dikatakan adalah Negara penuh cinta, namun semua tak ada artinya jika India kalah dalam pertandingan Kriket.

Selain India, perjalanan ke Negara-negara lain juga tak kalah menariknya. Dan selain menceritakan perilaku percintaan di Negara-negara lain, tak lupa Franz juga punya “oleh-oleh” yaitu berbagai nasihat cinta dan kalimat-kalimat paling gombal di dunia hehehe…
Dalam rentang waktu perjalanan ini, Franz juga tengah menjalin kembali asmaranya yang sempat kandas hingga mengantarkannya menjadi penulis “Honeymoon with my brother” kali ini dengan single parent, Ibu seorang putra berusia 4 tahun, Tracy.

Karena model kisah cinta mereka sering terhalang jarak karena perjalanan Franz keliling dunia, maka diceritakan mereka sering berkomunikasi lewat email. Jadi nantinya Anda akan bisa membaca email-email perjalanan cinta antara Franz dan Tracy..

Selain perjalanannya yang sangat menarik, kisah cinta Franz dan Tracy juga tak kalah menarik. Bagaimana Franz harus beradaptasi dengan Calvin, putra Tracy hingga surprisenya Franz saat Calvin untuk pertama kalinya memanggilnya “Dad..”

Membaca buku ini, akan membuka wawasan Anda untuk lebih memahami pasangan, dan mengungkap apa yang ada di benak seorang pria. Kisah-kisah cinta mereka yang disajikan sebenarnya sangat “keseharian” namun kadang kita luput untuk sekadar memperhatikannya.

Humor-humor Franz yang khas juga tak lepas di buku ini. Selain bercerita, Franz juga banyak memberikan tips-tips dan sepertinya sedang “memberi nasihat”.

Bagi Franz, Tracy adalah seorang wanita memesona. Bukan karena cantik bak Cleopatra, atau berdada sentosa laksana Pamela Anderson. Tapi karena Tracy adalah seorang Ibu yang hebat. Kualitas dari cara Tracy menjalani kehidupannya, dari mulai cara menggendong Calvin, membelikan bajunya sebelum membeli baju untuk dirinya sendiri. Dan Tracy merasakan sakit saat Franz merasa sakit, tertawa bahkan mungkin leluconnya tidak lucu sama sekali, dan terus memberi hingga tak ada lagi yang bisa diberikannya. Yang lain tidak penting.

Perjalananya di India dan Arab juga Calvin, mengajarkannya konsep cinta yang bisa ditumbuhkan. Lupakanlah fantasi tentang belahan jiwa dan hari pernikahan sebagai puncak prestasi cintamu. Pilihlah dengan bijaksana. Mintalah persetujuan keluargamu, setelah itu, lakukanlah.

Membaca buku ini, Anda tidak akan sampai keramas kok, tapi kalau kepala Anda gatal, dan rambut Anda lepek berarti memang sudah waktunya Anda keramas…:p

Cheers,

-Eviwidi-

Komentar
  1. jojo mengatakan:

    good…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s