Usaikan Beku

Posted: Mei 3, 2010 in Prosa, Puisi
Tag:,

Ya, tlah sampai  kita di sini jua

Pada pertarungan; ego dan sayang

Menepikan cinta yang lama bersarang

oleh sebuah peristiwa di perjalanan

Berbuang pandangan dalam diam

Tak satupun sisa cinta runtuhkan murka

Pun tercecap manisnya yang melewati

malam kita, masih terasa..

Dan kepergianmu tanpa sapa

heningmu adalah genta yang memekakkan telinga

memecahkan bendungan air mata

melangut rasa mengurung jiwa

Oh, kota yang malang

Inikah akhir dari segala kisah usang?

Bergegaslah, bergegaslah usaikan beku

Atau takkan pecah walau dalam rindu…

30/04/2010

Komentar
  1. RijorL mengatakan:

    salut bwt evi….

    pusi mu mantab bgt….

    minta izin copy n tag di fb aku ya vie…

    hehehe…..terim kasih sblum ny…

    salam sahabat…

    • eviwidi mengatakan:

      Terima kasih Rijo.. atas apresiasinya, ini adalah puisi di hari saya putus dengan pacar dan sekarang dia sudah menikah dengan perempuan lain..

      Padahal kejadiannya hanya selang beberapa minggu.

      Kalau diingat, sungguh perihhh…hiks..:'(

  2. […] hubunganku sudah retak ketika tanggal, 30 April lalu yang melahirkan puisi ini. Namun aku masih berharap masih bisa diperbaiki lagi, karena selama hampir setahun hubunganku […]

  3. bibirmerahmembabibuta mengatakan:

    Keren bgd mbak puisi’y.. Two thumbs up.. b^_^d

  4. Paulita Przybyszewski mengatakan:

    I’d be inclined to comply with you here. Which is not something I typically do! I enjoy reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to speak my mind!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s