Review Film Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole, Burung Hantu Bisa Bikin Helm!

Posted: Oktober 6, 2010 in Resensi Film
Tag:, , , , , , ,

Agak katro’ sepertinya, jika aku ungkapkan, tadi malem adalah untuk pertama kalinya aku liat film 3D di Bioskop! Hihii.. tapi ya sutralah.. yang jelas filmnya cukup menghibur .. aku bayangin Avatar pasti jauuhhh..lebih bagus kalau dulu aku sempetin liat versi 3D-nya..

Aku nonton di Plaza Indonesia, mal besar yang mewah…dan bikin bingung kalau gak biasa ke sana..hiks!  sempet muter-muter cuma buat nyari lift yang menuju XXI di Lt. 6, akhirnya ketemu juga di sebelahnya Mother Care,  kalau kapan-kapan kesitu lagi, patokannya Mother Care (mudah-mudahan sih gak ganti toko lain)😀

Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole, film 3D yang tadi malem aku tonton bareng temenku Dian dan Ardi. Film animasi untuk semua umur, jadi bisa ditonton mulai bayi sampai kakek peyot..*yaiyalahh..nenek-nenek nangkring juga tahu..* :p

Berkisah tentang burung hantu. Dalam spesies burung hantu, konon ada legenda penjaga burung hantu yang berani dan gagah perkasa pelindung kerajaan Ga’Hoole. Adalah sebuah keluarga burung hantu bernama Noctus yang memiliki anak-anak masih remaja dan belum bisa terbang, sang remaja bernama Kludd dan Soren dan adiknya yang paling kecil Eglantine.  Suatu hari, Kludd dan Soren iseng-iseng  terbang agak jauh dari rumahnya, sayang kemampuan terbang mereka yang masih payah akhirnya membuat mereka terjatuh ke tanah. Mau balik ke sarang? tinggi… bukan main, dalam ketakutan itu, mereka diserang oleh Tasmanian Devil, sejenis anjing hutan yang ganas. Tapi tiba-tiba mereka “diselamatkan” dari serangan itu oleh sekelompak burung hantu besar yang mengangkat mereka tinggi…bahkan lebih tinggi..dan jauh.. lebih tinggi… bukan untuk kembali ke rumahnya, tapi..di bawa ke sebuah tempat yang tidak pernah mereka perkirakan sebelumnya.

Sebuah tempat yang lebih pas dinamakan tempat pengglembengan untuk menjadi tentara burung hantu yang di pimpin oleh Metalbeak dan Nyra pasangannya. Setelah sampai sana barulah bisa diketahui Metalbeak memang berencana membuat kerajaan burung hantu dan dia sebagai rajanya, penggemblengan dilakukan dengan mengumpulkan anak-anak remaja untuk dilatih menjadi tentaranya, tentara Tyto. Supaya anak-anak muda itu “menurut” maka mereka dihipnotis dan dicuci otak hingga mereka tak pernah protes mengikuti latihan.

Soren dan Kludd ternyata berbeda pendapat. Soren mengetahui niat jahat Metalbeak sedangkan Kludd memiliki ambisi untuk menjadi tentara yang hebat, sehingga saat Soren mengajaknya melarikan diri, Kludd menolak dan dia memilih untuk tinggal di tempat Metalbeak. Dalam “kerajaan” itu Soren bertemu dengan burung hantu betina mungil (elf) yang masih kecil, yang mengingatkannya pada Eglantine bernama Gylfie. Soren dan Gylfie akhirnya bisa meloloskan diri dari Metalbeak setelah salah satu pengawal Metalbeak berkhianat padanya. Dan terbanglah mereka bebas, namun ternyata kebebasan itu hanya beberapa saat, pengawal-pengawal Metalbeak langsung menyusul dan berusaha untuk menangkap mereka, hingga pada suatu tempat terdapat sebuah area di mana mereka masuk namun para pengawal itu tidak bisa.  Dan petualangan mereka tiba di sebuah lereng gunung yang mempertemukan dengan burung hantu lain bernama Digger. Dari Digger inilah awal petualangan mencari tempat kerajaan Ga’Hoole, bersama dengan buruh hantu yang mengaku penyair dan bisa main musik bernama Twiligt. Lantas dapatkah Soren menyelamatkan Kludd dan yang lain-lain dari cengkeraman Metalbeak? Dan apakah mereka akan bertemu dengan sang penjaga kerajaan Ga’Hoole?

Membuat Helm

Jika nonton film hiburan, letakkan otak di rumah, dan nikmati saja ceritanya.. konon sih kayak gitu tips-nya biar gak pusing-pusing mikir dengan logika.

Dalam film ini, yang paling bikin “kagum” adalah kemampuan para burung hantu itu membuat helm kerajaan yang terbuat dari logam, dengan desain yang cantik, rumit dan pas di kepala! Hohoho…

Coba deh perhatikan, orang aja, rasanya setengah mati kalau bikin helm dengan desain yang rumit kayak gitu pakai hand made, nah ini..burung hantu bisaa!! Bravo..

Selain itu pertarungan antara kludd dan Soren mengingatkan pada adegan pertarungan Tarzan dan Clayton di film Tarzan punya Walt Disney. Di mana akhirnya Clayton akhirnya terjatuh dan kalah saat bertarung di atas pohon.

Berhubung ceritanya untuk semua umur, jadi inti ceritanya sih sangat gamblang. Yang jahat akan kalah oleh yang baik. Tokoh-tokohnya juga sangat hitam putih, jadi mudah sekali dipahami oleh anak-anak.

Untuk hiburan, cukup mengesankan, jadi gak rugi kok nonton di bioskop…:D

Tapi kenapa kacamata 3D di PI itu kok sakit ya dipakai? Apa kepalaku aja ya yang gak cocok pakai kacamata itu?

Rating: 7/10

Cheerss..

-Eviwidi-

Komentar
  1. busana wanita mengatakan:

    info yang bagus dan membuat tertarik untuk menontonnya juga.. salam sukses

  2. foredi balikpapan mengatakan:

    Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.

  3. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

  4. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses selalu.

  5. foredi ambon mengatakan:

    Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

  6. foredi gel bali mengatakan:

    aku paling senang dengan semua pengetahuan ini, terima kasih sudah berbagi ilmu

  7. foredi gel Balikpapan mengatakan:

    Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s