Gnomeo and Juliet: Memberi Ending Indah untuk Romeo and Juliet

Posted: Maret 20, 2011 in Resensi Film
Tag:, , , , , , ,

Parting is such sweet sorrow (perpisahan adalah kesedihan yang begitu manis)  yang terdapat pada novel Romeo and Juliet , menjadi quote yang menghiasi film animasi terbaru berjudul Gnomeo and Juliet. Dan tak salah lagi, film tersebut memang diilhami oleh karya besar dari William Shakespeare, Romeo and Juliet.

“The neighboring gardens of Montague and Capulet are at war, but the gnomes, Gnomeo and Juliet, are in love.”

Begitulah premis dari film Gnomeo and Juliet. Hampir di seluruh dunia tahu bagaimana kisah tragis yang dialami oleh Romeo dan Juliet, dan di film ini tidak menawarkan sesuatu yang tragis, akan tetapi ending yang lebih baik untuk ”Romeo” yang sedikit “diplesetkan” dengan gnomeo (salah satu tokohnya) dan Juliet, karena memang yang dikisahkan adalah kehidupan para gnome (kurcaci).

Adalah dua tetangga yang saling bermusuhan, Montague dan Capulet, mereka sama-sama memiliki taman yang dihiasi dengan patung-patung kurcaci. Saat tuan rumahnya tidak ada, para patung-patung ini ternyata memiliki kehidupan bak manusia biasa.

Patung kurcaci dari kubu Gnomeo memakai topi biru, sedangkan dan kubu Juliet memakai topi merah. Kedua kubu ini saling bermusuhan. Dan pada suatu ketika, Juliet yang sungguh menyukai bunga, tertarik dengan bunga anggrek yang sudah mekar di taman tetangganya. Dengan berdandan ala ninja, Juliet bertekad mengambil bunga tersebut. Namun saat bunga sudah di depan mata, ada orang lain yang memergokinya, akhirnya mereka saling pandang dan jatuh cinta saat pandangan pertama..#uhuk# dialah Gnomeo…

Hati Juliet dan Gnomeo telah terpaut satu sama lain, namun begitu menyadari jika mereka dari kelompok yang bermusuhan, membuat Juliet galau. Mereka mencuri-curi waktu untuk sekedar bertemu di suatu tempat, namun pada akhirnya, peperangan antara dua kelompok ini akhirnya pecah jua…

Crop Circle dan Twilight

Ada dua adegan dalam film ini yang membuat aku dan my lovely Aji, ketawa cekikikan, yaitu saat Juliet membuat semacam crop circle yang menggambarkan inisial  G & J. Karena jadi mengingatkan crop circle yang pernah heboh di Sleman beberapa waktu lalu. Rasanya jadi pengen iseng bikin crop circle namaku dan my lovely Aji.. #eeaa

Selain itu, ada adegan yang mirip dengan adegan ala Edward Cullen dan Bella Swan di film Twilight, yaitu saat mereka berdua rerebahan di antara padang rumput lalu di syut dari atas. Romantes benerr…

Yang jelas sih, behubung ini film dibuat untuk segala umur, utamanya buat anak-anak jadi selalu ada pesan yang tersirat. Bahwasanya yang namanya permusuhan dan peperangan pada akhirnya yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang. Tentu saja bonus kehancuran dan sakit hati di dalamnya. Dan meskipun diambil dari kisah klasik yang begitu melegenda Gnomeo and Juliet hadir untuk menghibur dan memberi kisah “Romeo and Juliet” versi anak-anak. Kalau selama ini kisah klasik ini selalu termindset sebagai karya sastra yang “berat” dan hanya bisa dikonsumsi oleh orang-orang dewasa, tentunya dengan pengemasan yang sedemikian rupa, kisah berat-pun bisa tampil lebih ringan dan bisa diterima untuk semua umur, tanpa mengurangi atau memberi efek buruk pada kisah aslinya.

Salam hormat untuk William Shakespeare!

Cheerss..

–Eviwidi—

Komentar
  1. jembatanangin mengatakan:

    hollywood masih terus melanjutkan trend parodi sastra klasik ya mbak evi?

  2. Dean Nieckolas mengatakan:

    kayanya bagus ni gan fiilmnya.. tadi udh liat di video atas..kira-kira bisa ntn fullnya dmn y??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s