Pernikahan Yang Saling Membahagiakan

Posted: April 29, 2011 in event, Secara Menurut Aku...., Yang Lagi Naik Daun
Tag:, , ,
Prince William & Kate Middleton at Boston Medi...

Image by stevegarfield via Flickr

 Pada hari ini, kita di seluruh dunia dihebohkan oleh pernikahan termegah abad ini The Royal Wedding 2011, siapa lagi kalau bukan Prince William dan Kate Middleton dari kerajaan Inggris.  Dan doa-doa serta harapan supaya pernikahan langgeng serta bahagia selama-lamanya “happily ever after” menjadi seperti bunga-bunga yang ditaburkan, semerbak mewangi di seluruh penjuru  dunia….meskipun kadang dalam perjalanannya nanti akan selalu ada onak dan duri, badai dan ombak menerjang…(halah..bahasa gue…hihi).

 

Gue sendiri belum pernah merasakan pernikahan (mudah-mudahan nanti  diberi kesempatan olah Allah untuk menikah dengan orang yang gue cintai dan mencintai gue…..amin) dan belum mengalami yang namanya “manisnya serta asam garam perkawinan” ,  jadi pendapat ini murni dibuat hanya berdasar analisa dari seorang single (secara menurut gue..getoo..). Jika Anda memiliki pendapat sendiri tentang perkawinan…ya suud lah..silakan berpendapat.

Jadi begini, menurut gue, pernikahan itu kan dilakukan oleh dua individu yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dan masing-masing juga memiliki kehidupan sebagai individu. Nah, kalau sudah menikah itu kan akhirnya menyatukan dua individu yang berbeda.  Dan itu menurut gue butuh proses yang  gak gampang.  Ini dari kaca mata gue dengan model pernikahan yang “standar”, pernikahan standar ini maksudnya adalah pernikahan yang didasarkan pada suka-sama suka dari 2 individu single, jadi lupakan dulu pernikahan poligami, pernikahan terpaksa karena orang tua, dan seterusnya..dan seterusnya…yah..

Okay, start-nya kita bicara pernikahan “standar”.  Pernikahan yang standar ini, menurut gue, kalau bisa kedua belah pihak harus saling menjaga komunikasi dengan baik, dan saling menjaga dan kalau bisa punya penghasilan dua-duanya.. (idealnya..seeh..).  Nah trus… sebelum menikah dua-duanya itu harus sudah “bahagia” jadi pernikahan bukan tujuan akhir untuk mencari “kebahagiaan”.

Sekarang logikanya sih; bagaimana kamu bisa membahagiakan pasanganmu kalau kamu sendiri tidak bahagia?  Dan kalau andai punya anak, bagaimana bisa membahagiakan anakmu kalau orang tuanya saja tidak bahagia? Jadi kalau dua-duanya berangkat sebagai individu yang sudah bahagia, perkawinan itu tentu akan menjadi perkawinan yang saling membahagiakan.

Itu teorinya…

Kenyataannya?

Implementasi dalam perkawinan tentu akan berbeda tiap-tiap  pasangan.  Kita tidak bisa membuat “template” yang pasti bisa diaplikasikan kesemua pasangan.  Jadi mungkin sedari awal, niat menikahnya dulu dimantabkan, tujuannya apa?  Kalau ternyata cuma cari status.. coba pikir-pikir lagi deh. Kalau cuma ingin main drama “keluarga bahagia” sementara kamu sendiri gak bahagia, juga pikir-pikir lagi deh.  Intinya pertanyaanya dikembalikan kepada masing-masing individu yang manjalani..

Gue gak mau ngasih saran apa-apa.. karena gue sendiri belum menikah..ya kalau bisa sih..jika gue nikah nanti gue akan bahagia dengan pasangan gue yang gue cintai dan mencintai gue..gituu…^_^

 ***Untuk Prince William dan Kate, Selamat untuk pernikahannya, semoga pernikahannya bahagia dan lenggeng yah….

 Cheers…

Eviwidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s