Review Buku Kicau Kacau : Curahan Hati, Pemikiran, dan Perenungan dari Indra Herlambang

Posted: Juni 8, 2011 in Resensi Buku Non Fiksi, Review Buku Non Fiksi
Tag:, , , ,

Kicau Kacau, Curahan Hati Penulis Galau

Oleh: Indra Herlambang

ISBN: 9789792267242/ 2011 /  Hal: 344p /  Gramedia/ Indonesia / Rp.65.000

Buku Kicau Kacau

Membaca kicauan dari Indra Herlambang di buku Kicau Kacau, seperti  naik perahu menyusuri sungai di pinggir hutan, dan bertemu bermacam-macam burung, ada yang riang, ada yang sedih, ada yang usil. Sambil membayangkan masa-masa indah bersama orang tercinta,  kenyataan agak sedikit pahit karena itu semua harus dilakukan; SENDIRI dalam kegalauan.

“Saya cinta keluarga saya, saya cinta sahabat dan teman-teman saya. Tapi saya juga cinta diri saya. Karenanya menikmati waktu dengan diri sendiri. Berteman dengan diri sendiri. Berdialog dengan diri sendiri. Buat saya bukan merupakan pilihan, tapi keharusan. Apalagi sebenarnya di ujung hidup ini ada kematian. Sesuatu yang harus benar-benar dijalani sendirian. Tanpa teman.” [Kicau Kacau: 151]

Itu tadi petikan dari salah satu  sub bahasan; Satu Telunjuk Untuk Menjawab Banyak Pertanyaan, di Bab I: Kicauan Tentang Gaya Hidup, Hidup Gaya, dan Hidup Gak Ya?

Menjalani sesuatu sendiri, bagi sebagian orang mungkin terlihat aneh, seperti nonton film di bioskop sendirian, makan di restoran sendirian, atau liburan sendirian. Tapi percayalah, semua itu sebenarnya tidaklah aneh. Saya juga pernah nonton film sendirian, juga makan di restoran sendirian, dan saya merasa baik-baik saya, emang kenapa?

Buku Kicau Kacau ini terbagi menjadi empat Bab dengan pokok pikiran yang berbeda-beda. Diselingi dengan twit dari twitter @indraherlambang Yang kesemuanya merupakan curahan hati dari penulisnya yang mengaku galau. Galau dengan kesendiriannya, galau dengan lingkungannya, dan galau dengan semua hal-hal yang bisa membuat nya tambah galau.  Apa saja.

Disampaikan dengan bahasa yang segar dan lincah, membuat buku ini sangat enak dinikmati. Dari buku ini saya jadi akrab dengan kata “membuas” ,  entah kenapa, kosa kata ini begitu pas digunakan untuk mengungkapakan sesuatu semacam yang ada unsur  keliaran, cepat dan tak terduga.

Contoh penggunaannya:

Kenapa yah hal basi yang sudah terlalu  sering  dibahas dalam lagu-lagu pop kita ini semakin lama semakin membuas? [142]

Diskusi kami lalu membuas jadi adu argumen  yang tidak berujung pangkal. [115]

Selain  membahas tentang kesendirian, Indra juga membahas tentang perselingkuhan. (Oh, Tuhan,  ini gue banget…:( ). Indra dengan analisa secara ilmiah manusia kenapa bisa selingkuh, juga mempertanyakan tentang akal sehat orang-orang yang telah melakukan perselingkuhan.  Bagaimanapun perselingkuhan memang sebuah pilihan, dan  resiko terberatnya adalah adanya pihak-pihak yang tersakiti dari konsekuensi pilihan tersebut.

Sebuah buku yang sarat dengan perenungan, dari hal-hal remeh yang kadang luput dari pengamatan kita sehari-hari. Mencurahkan hati dengan disertai pemikiran dan analisa, tentu saja akan memberikan kita wacana-wacana baru dan  pemahaman-pemahaman  baru tak terduga yang bakal kita dapat. Utamanya mengenai hal-hal yang terja di pada diri kita sendiri, dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Yang nantinya bisa lebih mengasah kepekaan kita pada suatu permasalahan dan mental kita di kemudian hari. Apakah dirimu sudah galau saat ini? ***

Komentar
  1. kaian mengatakan:

    :kak evi@ boleh ngak s kopi paste nie posting coz s da tgs disruh cari contoh resensi buku nih….!!!!!! Boleh ya kak????:(:(

  2. rahmatmuntaha mengatakan:

    thanks reviewnya….buku karya indra ini emang bagus bgt.
    http://kafebuku.com/kicau-kacau-curahan-hati-penulis-galau/

  3. rye mengatakan:

    blognya bagus…

  4. eplur so plur mengatakan:

    bukunya indra,bukannya:KICAUGALAU ya?atau ini extension-nya?sial,padahal,saya mo buat blog dgn nama yg sama dgn buku ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s