Morning Glory

Posted: Maret 16, 2016 in event, Novel, Penulisan

Morning Glory

No. Peserta : 15

#‎Tantangan100HariMenulisNovel

 

Fajar masih malu-malu untuk unjuk diri. Hujan semalaman masih menyisakan mendung yang menggantung. Daun-daun dipenuhi titik-titik air. Bunga Mose Rose masih menguncup, menunggu mentari menyapanya. Sepasang kaki terseret lemah menyusuri jalan perumahan, ditemani gerobak berisi sampah penduduk sekitar. Tak ada suara, hanya gerakan tangan memindahkan sampah dari keranjang sampah pemilik rumah ke gerobaknya yang mulai menua.

Sudah seminggu ini, bapak-bapak pengganti tukang angkut sampah menggantikan Budi, tukang angkut sampah sebelumnya yang berpamitan untuk pulang ke kampungnya, katanya ingin menengok Ibu mertuanya yang sedang sakit. Warga perumahan sudah cukup akrab dengan Budi yang mengontrak salah satu rumah di perumahan ini. Budi tinggal bersama istri, dan seekor kucing kampung warna coklat muda yang gemar naik ke genteng. Siang hari dia berjualan cilok keliling dengan sepeda dan pagi hari bertugas mengangkut sampah warga.

Pengganti Budi bernama Pak Pri, usianya sekitar 60 tahun. Berperawakan kurus dengan tinggi tidak lebih dari 170-an. Pak Pri tinggal di kampung sebelah perumahan. Sehari-hari Pak Pri biasanya berjualan balon di alun-alun tengah kota. Budi dan Pak Pri cukup akrab, seringkali Budi juga ikut berjualan cilok di alun-alun bersama Pak Pri. Tapi Budi dan Pak Pri punya perangai yang bertolak belakang. Budi sangat cheerfull, hampir setiap warga disapanya dengan ramah saat mengambil sampah. Ada saja topik obrolan yang dilontarkan Budi untuk membuka pembicaraan, sehingga tak heran Budi sangat dikenal warga perumahan. Sedangkan Pak Pri, cenderung pendiam, bicara hanya seperlunya, senyum seperlunya. Namun begitu, Pak Pri cukup dikenal untuk membantu warga perumahan yang sedang butuh bantuan, seperti membetulkan genteng bocor, mencabuti rumput, bersih-bersing rumah. Jadi ketika Budi pergi dan mengajukan Pak Pri untuk menggantikan tugasnya, langsung disetujui oleh Pak RT.

Pak Pri juga sangat rapi terutama saat merawat bunga. Ada salah satu tetangga yang cukup berada yang memiliki halaman luas penuh bunga aneka rupa, setiap seminggu sekali menggunakan jasa Pak Pri untuk merawat bunganya. Pemilik rumah yang halamannya penuh bunga bernama pak Hasan. Bapak ini cukup misterius bagi warga di lingkungan perumahan. Jarang terlihat di rumahnya yang megah. Rumahnya yang asri lebih banyak ditinggali oleh dua orang pembantunya. Tapi meskipun jarang di rumah, Pak Hasan sangat royal jika memberikan sumbangan untuk kegiatan warga perumahan. Acara kemerdekaan, Halal bi halal, Maulid Nabi, Natal, selalu tidak luput ada sumbangan dari Pak Hasan yang cukup besar jumlahnya. Warga perumahan nyaris tidak mengetahui apa sebenarnya pekerjaan Pak Hasan. Hanya kadang-kadang pulang ke rumahnya, mengendarai Mercedes, kadang Alphard. Sebatas itu yang warga ketahui.

Memang Pak Hasan tidak pernah mengusik warga perumahan, tapi tetap saja, Pak Hasan juga menjadi bahan obrolan bapak-bapak yang sedang kumpul di balai RT atau Ibu-ibu yang sedang belanja di pagi hari. Meskipun ada pembantu namun perangai pembantu Pak Hasan 11-12 seperti Pak Pri. Pendiam, bicara seperlunya. Ntahlah. Suami istri sama-sama pendiam, akankah rumahnya seperti kuburan? Nyatanya mereka tetap adem ayem, bertahan perkawinannya. Kadang aneh melihatnya, tapi faktanya seperti itu.

Maka demikianlah, Pak Pri perkerja serabutan yang menggantikan Budi, setiap pagi mengambil sampah warga dan setiap Minggu merawat bunga milik Pak Hasan. Tentunya jika hanya berjualan balon dan mengambil sampah tidak ada yang istimewa untuk diceritakan tentang Pak Pri, tetapi ada sebuah peristiwa yang menggegerkan warga, di sebuah pagi buta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s