Archive for the ‘event’ Category

Morning Glory

Posted: Maret 16, 2016 in event, Novel, Penulisan

Morning Glory

No. Peserta : 15

#‎Tantangan100HariMenulisNovel

 

Fajar masih malu-malu untuk unjuk diri. Hujan semalaman masih menyisakan mendung yang menggantung. Daun-daun dipenuhi titik-titik air. Bunga Mose Rose masih menguncup, menunggu mentari menyapanya. Sepasang kaki terseret lemah menyusuri jalan perumahan, ditemani gerobak berisi sampah penduduk sekitar. Tak ada suara, hanya gerakan tangan memindahkan sampah dari keranjang sampah pemilik rumah ke gerobaknya yang mulai menua.

(lebih…)

Pameran Pak Raden

Posted: April 10, 2013 in event, Uncategorized

Workshop pembuatan Boneka Unyil, telah dilaksanakan tgl. 17 Juli 2012, di sela-sela pameran Lukisan Pak Raden atau Drs. Suyadi yang bertempat di gedung Art Cinema Istitut Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki – Cikini. Pameran lukisannya sendiri dilaksanakan dari tgl. 13 – 21 Juli 2012. Pada Workshop tersebut juga diadakan sosialisasi hak cipta, disampaikan oleh Konsultan HAKI yang juga anggota Tim Advokasi untuk proses pengembalian hak cipta boneka Unyil karya Pak Raden, Ibu Risa Amrikasari.

Bagi yang ingin menghubungi Pak Raden atau Drs. Suyadi untuk mengundang beliau mendongeng, bisa menghubungi Bapak Chusnato di No. Hp  : 082124379430 atau email: chusnato.sastra@gmail.com dan twitter: @chusnato. Twitter Pak Raden : @drs_suyadi
Sedangkan twitter Ibu Risa: @RisaHart

Cheerss… 🙂

@eviwidi

(lebih…)

Kalau kata seorang kawan, keluarga adalah kelompok terkecil dari sebuah Negara.  Dalam tingkatan kelompok masyarakat Indonesia, kita mengenal yang namanya: Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Dusun, Desa, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi.. dst.

Image

Dok. Thinkstock

Dari keluarga, biasanya awal kebiasaan anak-anak  dibentuk, kemudian setelah itu lingkungannya, dan jika dikaruniai orang tua yang lengkap, tentunya peran Ibu sangatlah penting dalam proses tersebut.

Menjadi  Ibu jaman sekarang, tantangannya sepertinya semakin kompleks. Dibandingkan jaman kecil saya dulu sekitar tahun 80-an, di mana hiburan tv hanya berupa  acara dari TVRI dan favoritnya adalah tayangan Boneka Si Unyil-nya Pak Raden.

Untuk urusan yang sebenarnya sangat sederhana, misalnya membaca buku. Menjadi sangat tidak sederhana karena  banyaknya “gangguan” acara tv, belum lagi PS yang sering bikin kecanduan.  Sehingga orang tua harus pandai-pandai memfilter setiap acara tv maupun permainan PS untuk anaknya jika ingin anak-anaknya memiliki minat baca yang baik, selain di sekolah.

(lebih…)

Akademi Berkebun ke-4 telah terlaksana pada Minggu, 20 November 2011 di kebun BSD @akademiberkebun @IDberkebun di Ruko Golden Boulevard Blok H2/36-39 BSD, sebelah Graha Telkom.

How lucky I’m, akhirnya bisa ikutan akademi berkebun yang sungguh sangat inspiratif, dan penuh semangat ini! bersama kurang lebih 20 orang lain dari berbagai daerah di sekitar Jakarta. Kelas diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sungguh terharuuu…. semangat kebangsaan yang memang perlu ditumbuhkan kapan pun, di mana pun. Biarpun Indonesia kalah lawan Malaysia di final Sea Games ke XXVI di GBK harus tetap bangga dengan perjuangan Garuda Muda Indonesia!   *loh loh kok malah jadi ngomongin bola? 😀

(lebih…)

Saat ini, gue lagi gandrung nih sama acara talent show bikinan om Simon Cowell, apalagi kalau bukan The X-Factor.

Yeap..dan kali ini ada kontestan yang menurut gue unik banget, namanya Drew Ryniewicz, masih umur 14 tahun berasal dari desa eh kota kecil ding, :p  di Arizona pertama kali nongol di audisi nyanyi lagunya Justin Bieber yang Baby pakai versinya sendiri, dan langsung disukai sama L.A.  Reid dan Simon.

(lebih…)

Oleh: Eviwidi & Granito Ibrahim

Aku heran, pekerjaan begini banyak tidak satupun yang menarik. Membuat kata sambutan, menulis beberapa paragraf pada lembar profil perusahaan, iklan-iklan yang menyesatkan, ah kenapa pula tak ada yang menantang. Bukannya apa, seringkali memanipulasi data bukan keinginanku. Kata-kata adalah senjata promosi dan aku tidak ingin menyalah gunakan untuk membunuh, memengaruhi masyarakat pada ketidak jelasan sebuah manfaat produk industri. Dan ini jebakan, aku butuh pemasukan, namun bukan cara seperti ini. Keinginanku untuk menulis cerpen sudah beberapa lama memudar. Butuh mood yang luar biasa. Dan aku dalam masalah.

Aku sering bertengkar dengan Mel akhir-akhir ini, perbedaan yang mencolok mulai terkuak. Aku memilih malam hari untuk bekerja sementara Mel memulai segalanya pada pagi hari. Dia sudah terbiasa dengan jam biologisnya dan aku dengan kebiasaan melawan hukum alam. Malam hari adalah waktu yang super tepat untuk penulis sepertiku, bebas dari hiruk pikuk sekitar sehingga seluruh pikiranku begitu fokus untuk mengembangkan imaji dan kreatifitas. Mel sulit mengerti akan hal ini. Dan ini awal segala permasalahannya.

(lebih…)

Drs. Suyadi (Pak Raden) di kediamannya di Petamburan

“Nyil..Unyil..Unyil..Usrok..”

Apakah film boneka si Unyil yang dulu pernah tayang di TVRI pernah menjadi bagian hari-harimu?

Jika kamu lahir di era tahun 70-an atau 80-an, film boneka si Unyil seolah menjadi tontonan wajib setiap hari minggu. Inilah karya besar dari Drs. Suyadi atau yang lebih dikenal sebagai tokoh Pak Raden.

(lebih…)

Prince William & Kate Middleton at Boston Medi...

Image by stevegarfield via Flickr

 Pada hari ini, kita di seluruh dunia dihebohkan oleh pernikahan termegah abad ini The Royal Wedding 2011, siapa lagi kalau bukan Prince William dan Kate Middleton dari kerajaan Inggris.  Dan doa-doa serta harapan supaya pernikahan langgeng serta bahagia selama-lamanya “happily ever after” menjadi seperti bunga-bunga yang ditaburkan, semerbak mewangi di seluruh penjuru  dunia….meskipun kadang dalam perjalanannya nanti akan selalu ada onak dan duri, badai dan ombak menerjang…(halah..bahasa gue…hihi).

  (lebih…)

 


Diceritakan kembali oleh: Eviwidi

Di tengah hutan nan lebat, berdiri sebuah pondok mungil yang dihuni oleh seorang perempuan bernama Purbasari, dengan badan yang sangat kotor penuh bercak hitam.  Setiap hari dia terlihat murung, meskipun sebenarnya banyak bunga-bunga cantik yang disukainya, bermekaran di sekitar pondoknya. Begitu juga banyak burung-burung berkicau  riang berusaha menghiburnya.

Ketika hari beranjak siang, datanglah seorang kakek membawa perbekalan makanan.

“Purbasari, turunlah sebentar dari pondok, Uwak membawa perbekalan untukmu..”

“Oh, Uwak Batara  Lengser datang, sebentar Uwak..”

Lalu Purbasari turun dengan hati-hati dari pondokannya dan menemui Uwak Batara Lengser.

“Bagaimana kabarmu Pubasari?”

“Saya baik Uwak..”

“Syukurlah, mudah-mudahan kesabaranmu menjalani cobaan ini, akan berbuah manis dan nanti pada waktunya kamu akan memperoleh kehidupan yang layak, yang seharusnya kamu terima..”

 “Kanda Purbararang bagaimana kabarnya Uwak?”

“Pubasari, mengapa kamu masih menanyakan kabar orang yang telah mencelakaimu dan membuat kamu hidup di hutan seperti ini?”

“Bagaimanapun, Kakanda Purbararang adalah kakak yang seharusnya saya hormati, saya sangat sayang dengan kak Purbararang.. “

“Uwak mengerti Purbasari, tapi bagaimanapun cobaan yang kamu alami saat ini, sudah seharusnya menjadi pelajaran untuk bisa menilai bagaimana sifat kakakmu Purbararang..”

“Iya Uwak.. Purbasari mengerti.. mudah-mudahan kelak kak Purbararang bisa mengubah sifat buruknya..”

“Ya sudah, kamu yang sabar ya, Uwak pamit dulu…”

“Iya Uwak, terima kasih..”

            Uwak Batara Lengser kemudian beringsut meninggalkan Purbasari, dan hari beranjak petang, Purbasari masuk kembali ke dalam pondokannya.

  (lebih…)