Archive for the ‘Resensi Film’ Category

safe_image.php

Halo..apa kabar? Lama banget gak posting di sini, kalian baik-baik saja kan? sehat kan? Setelah sibuk ini itu, riset ini itu, saya belum sempat posting review buku-buku yang sudah dibaca, saya sempat nonton KDrama juga..ahaay…

(lebih…)

Bagi yang udah  nunggu film terbaru seri keempat Twilight Saga, yang..sabar ya bukk… karena film Breaking Dawn akan dirilis masih beberapa bulan kedepan; yaitu 18 November 2011…  😀

Pasti para penggemar Edward Cullen dan Bella Swan udah pada gak sabaran nunggu pernikahan antara manusia dan vampir ini, sekaligus pengen liat Reneesme anak bayi ajaib mereka..

Untuk mengobati kerinduan kalian, ini ada cuplikannya trailer dari Breaking Dawn.  Sebenarnya sih di Youtube udah lama.. tapi bagi yang blum pernah lihat…nih..dinikmati yaa….^^

Inilah film yang menggiring para pejabat di MUI untuk menggelar rapat khusus tentang film “?” (Tanda Tanya) garapan Hanung Bramantyo.  Dan sepertinya MUI cukup (atau bahkan mungkin terlalu?) sensitif menanggapi masalah ini.

Film yang diangkat konon berdasarkan kisah nyata ini, pada kenyataannya hanya memotret peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di masyarakat kita, yang berkaitan dengan kehidupan beragama,  kemudian dijalin dalam rangkaian sebuah skenario film. Pendalaman karakter dan profesi yang dipilih Hanung,  terasa kurang memadai. Kurangnya pendalaman informasi profesi yang diangkat dalam film ini, sangat terasa pada tokoh Soleh yang berperan sebagai Banser  NU. Dalam film ini digambarkan Banser merupakan profesi sementara pada kenyataannya Banser adalah salah bentuk pengabdian dan anggotanya tidak ada bayaran atau gaji.

(lebih…)

Parting is such sweet sorrow (perpisahan adalah kesedihan yang begitu manis)  yang terdapat pada novel Romeo and Juliet , menjadi quote yang menghiasi film animasi terbaru berjudul Gnomeo and Juliet. Dan tak salah lagi, film tersebut memang diilhami oleh karya besar dari William Shakespeare, Romeo and Juliet.

“The neighboring gardens of Montague and Capulet are at war, but the gnomes, Gnomeo and Juliet, are in love.”

Begitulah premis dari film Gnomeo and Juliet. Hampir di seluruh dunia tahu bagaimana kisah tragis yang dialami oleh Romeo dan Juliet, dan di film ini tidak menawarkan sesuatu yang tragis, akan tetapi ending yang lebih baik untuk ”Romeo” yang sedikit “diplesetkan” dengan gnomeo (salah satu tokohnya) dan Juliet, karena memang yang dikisahkan adalah kehidupan para gnome (kurcaci).

(lebih…)


Seperti terbayang seseorang yang pakai wig & kacamata saat nonton pertandingan tenis di Bali…

 

Sumpah, bukan lantaran itu saya mau nonton film ini, tapi karena ada Johnny Depp bintang favorit saya. Waktu melangkah keluar rumah demi nonton film The Tourist, saya nyaris tanpa bekal apa-apa, tidak Googling, tidak pula iseng buka-buka review dari orang-orang yang sudah nonton. Maka jadilah saya berangkat berbekal “Oh, yang main Johnny Depp,..yuukk mareee….”

Lantas apa hubungan antara Johnny Depp dan Mr. Wig dan kacamata itu? Sabar buk..

(lebih…)

Agak katro’ sepertinya, jika aku ungkapkan, tadi malem adalah untuk pertama kalinya aku liat film 3D di Bioskop! Hihii.. tapi ya sutralah.. yang jelas filmnya cukup menghibur .. aku bayangin Avatar pasti jauuhhh..lebih bagus kalau dulu aku sempetin liat versi 3D-nya..

Aku nonton di Plaza Indonesia, mal besar yang mewah…dan bikin bingung kalau gak biasa ke sana..hiks!  sempet muter-muter cuma buat nyari lift yang menuju XXI di Lt. 6, akhirnya ketemu juga di sebelahnya Mother Care,  kalau kapan-kapan kesitu lagi, patokannya Mother Care (mudah-mudahan sih gak ganti toko lain) 😀

Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole, film 3D yang tadi malem aku tonton bareng temenku Dian dan Ardi. Film animasi untuk semua umur, jadi bisa ditonton mulai bayi sampai kakek peyot..*yaiyalahh..nenek-nenek nangkring juga tahu..* :p

(lebih…)

Eclipse-Jacob-eclipse-movie

Eclipse-Jacob-eclipse-movie

Oh..thanks god, aku tidak nonton film Eclipse ini di bioskop… aku bener-bener gak ngerti, kenapa film ini  dibuat begitu membosankan dengan mengumbar ciuman di sana-sini, apa dikiranya penggemar novel Twilight adalah anak-anak abg semua  yang haus belaian dan ciuman gitu?

Hampir sepanjang film isinya ngobrol dan ciuman, masih untung ada sedikit adegan pertarungan antara keluarga Cullen yang dibantu para  Werewolf  kelompoknya Jacob Black melawan vampire baru ciptaan Victoria, meski itupun cuma sebentar .

(lebih…)