Posts Tagged ‘hutan’

 

Putihnya kertas yang Anda Pakai, dan sebanyak apa yang Anda habiskan, tanpa disadari telah menyumbang dalam peran penebangan hutan. Semakin banyak penggunaan kertas, maka semakin banyak pula pohon yang mati.

(lebih…)

Tiga negara di Pulau Borneo yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia menyadari bahwa hutan,

tanah dan air di Borneo menyangga kehidupan komunitas yang tinggal di dalamnya dan aset internasional

sebagai paru-paru dunia dan surga keanekaragaman hayati. Heart of Borneo membentang seluas 220,000

km2 melintasi batas-batas tiga negara tersebut.

Global Forest & Trade Network (GFTN) sebagai salah satu inisiatif WWF dalam mencapai pengelolaan hutan

berkelanjutan bekerja di wilayah Heart of Borneo. GFTN mendukung pelestarian hutan-hutan dunia,

berusaha memenuhi permintaan kayu lestari dari Indonesia, mempromosikan pengelolaan hutan

berkelanjutan serta memfasilitasi tercapainya lebih banyak produsen dan manufaktur hasil hutan

tersertifikasi di Indonesia.

GFTN mengajak Anda untuk berpartisipasi dalam

Kompetisi Menulis Opini Global Forest & Trade Network


TEMA Solusi Dalam Mewujudkan Pengelolaan Hutan Lestari di wilayah Heart of Borneo

SUB-TEMA 1. Solusi untuk mengeliminasi illegal logging di Heart of Borneo

2. Solusi pengelolaan hutan di Heart of Borneo melalui sertifikasi hutan

(lebih…)

Ada banyak alasan orang membeli buku, untuk di Indonesia meskipun buku bukanlah sebuah kebutuhan pokok namun jika ada pameran buku di tempat umum maupun promo buku murah yang di selanggarakan oleh toko-toko buku, hampir bisa dipastikan pengunjung yang datang selalu ramai.

Keinginan untuk mendapatkan buku murah sebagai bacaan rupanya masih tinggi dimasyarakat kita. Meskipun di data stastistik Indonesia bukan termasuk yang tinggi konsumsi bukunya dibandingkan negara lain di Asia. Hal ini sedikitnya merupakan kabar yang cukup baik di tengah gempuran acara televisi yang masih terus berjaya dengan sinetron yang setia membuai masyarakat kita dengan mimpi-mimpi semu yang membuat bangsa kita lebih banyak melakoni budaya melihat dan mendengar daripada budaya membaca.

Tapi animo masyarakat tersebut rupanya tidak dibarengi dengan harga yang “bersahabat” atas buku-buku baru yang dijual di toko buku terutama saat BBM sudah memanjat lebih tinggi. Juga terbitnya buku-buku yang bermutu tinggi. Kabar gulung tikarnya beberapa penerbit di Jawa Timur terutama penerbit kecil menengah tentu merupakan kabar yang juga patut untuk disesali.

(lebih…)