Posts Tagged ‘Kompasiana’

 


Diceritakan kembali oleh: Eviwidi

Di tengah hutan nan lebat, berdiri sebuah pondok mungil yang dihuni oleh seorang perempuan bernama Purbasari, dengan badan yang sangat kotor penuh bercak hitam.  Setiap hari dia terlihat murung, meskipun sebenarnya banyak bunga-bunga cantik yang disukainya, bermekaran di sekitar pondoknya. Begitu juga banyak burung-burung berkicau  riang berusaha menghiburnya.

Ketika hari beranjak siang, datanglah seorang kakek membawa perbekalan makanan.

“Purbasari, turunlah sebentar dari pondok, Uwak membawa perbekalan untukmu..”

“Oh, Uwak Batara  Lengser datang, sebentar Uwak..”

Lalu Purbasari turun dengan hati-hati dari pondokannya dan menemui Uwak Batara Lengser.

“Bagaimana kabarmu Pubasari?”

“Saya baik Uwak..”

“Syukurlah, mudah-mudahan kesabaranmu menjalani cobaan ini, akan berbuah manis dan nanti pada waktunya kamu akan memperoleh kehidupan yang layak, yang seharusnya kamu terima..”

 “Kanda Purbararang bagaimana kabarnya Uwak?”

“Pubasari, mengapa kamu masih menanyakan kabar orang yang telah mencelakaimu dan membuat kamu hidup di hutan seperti ini?”

“Bagaimanapun, Kakanda Purbararang adalah kakak yang seharusnya saya hormati, saya sangat sayang dengan kak Purbararang.. “

“Uwak mengerti Purbasari, tapi bagaimanapun cobaan yang kamu alami saat ini, sudah seharusnya menjadi pelajaran untuk bisa menilai bagaimana sifat kakakmu Purbararang..”

“Iya Uwak.. Purbasari mengerti.. mudah-mudahan kelak kak Purbararang bisa mengubah sifat buruknya..”

“Ya sudah, kamu yang sabar ya, Uwak pamit dulu…”

“Iya Uwak, terima kasih..”

            Uwak Batara Lengser kemudian beringsut meninggalkan Purbasari, dan hari beranjak petang, Purbasari masuk kembali ke dalam pondokannya.

  (lebih…)

Jakarta Hilton Convention Center alias JHCC, Minggu 14 Juni 2009. Di tengah lalu lalang orang yang berhamburan, berjalan tergesa-gesa di gedung yang beberapa bulan lalu Rihanna batal manggung, diantara banner-banner yang menampilkan senyum manis Luna Maya sambil pegang handphone. Ditambah pemandangan antrian mirip ular naga untuk membeli handphone yang dibuat mirip-mirip Black Berry seharga sejuta kurang, yang ditengarai karena  orang-orang yang antri itu kena demam Facebook hingga membuat saya geleng-geleng kepala. Di tempat lain beberapa waktu lalu banyak orang antre BLT sampai pingsan-pingsan, di sini antre beli HP untuk bisa main Facebook. Saya berjalan melihat-lihat Indonesian Cellular Show (ICS) sekaligus ingin bertemu kembali dengan rekan-rekan Kompasiana.

(lebih…)

0514Hari Sabtu, 21 Februari 2009 untuk pertama kalinya saya menghadiri Gathering Kompasiana, dari blog yang merupakan expansi dari “big media” KOMPAS yang sudah mahsyur itu.

Bertempat di gedung Bentara Budaya, saya juga menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di sana.

Sesuai jadwal saya datang ke sana, yang rencanya akan dimulai pukul 11.00 WIB, belum begitu banyak yang hadir. Mungkin karena karena memang acara ini dibuat secasual mungkin. Tidak terlalu kaku dan santai saja.

(lebih…)