Posts Tagged ‘Prosa’

Oleh: Eviwidi & Granito Ibrahim

Aku heran, pekerjaan begini banyak tidak satupun yang menarik. Membuat kata sambutan, menulis beberapa paragraf pada lembar profil perusahaan, iklan-iklan yang menyesatkan, ah kenapa pula tak ada yang menantang. Bukannya apa, seringkali memanipulasi data bukan keinginanku. Kata-kata adalah senjata promosi dan aku tidak ingin menyalah gunakan untuk membunuh, memengaruhi masyarakat pada ketidak jelasan sebuah manfaat produk industri. Dan ini jebakan, aku butuh pemasukan, namun bukan cara seperti ini. Keinginanku untuk menulis cerpen sudah beberapa lama memudar. Butuh mood yang luar biasa. Dan aku dalam masalah.

Aku sering bertengkar dengan Mel akhir-akhir ini, perbedaan yang mencolok mulai terkuak. Aku memilih malam hari untuk bekerja sementara Mel memulai segalanya pada pagi hari. Dia sudah terbiasa dengan jam biologisnya dan aku dengan kebiasaan melawan hukum alam. Malam hari adalah waktu yang super tepat untuk penulis sepertiku, bebas dari hiruk pikuk sekitar sehingga seluruh pikiranku begitu fokus untuk mengembangkan imaji dan kreatifitas. Mel sulit mengerti akan hal ini. Dan ini awal segala permasalahannya.

(lebih…)

Iklan

mengapa, masih saja tak jua kau sadari bahwa kita telah berakhir

begitu sulitkah mengakui kita telah tidak lagi di jalan yang sama?

dan bukankah ini yang kau inginkan?

waktu-waktu kita amatlah berharga, sayang…

jangan lagi kau habiskan untuk menegakkan benang basah

di sudut hatimu, aku telah pergi

tak ada lagi jalan untuk kembali

inilah kenyataan, inilah kita sekarang

kita tak bisa terus menerus hidup dalam kenangan

matahari yang terik membangunkan tidur kita yang panjang

setelah ini, sadarilah kita takkan pernah lagi bersisian

Jakarta, 29/07/2010

Usaikan Beku

Posted: Mei 3, 2010 in Prosa, Puisi
Tag:,

Ya, tlah sampai  kita di sini jua

Pada pertarungan; ego dan sayang

Menepikan cinta yang lama bersarang

oleh sebuah peristiwa di perjalanan

Berbuang pandangan dalam diam

Tak satupun sisa cinta runtuhkan murka

Pun tercecap manisnya yang melewati

malam kita, masih terasa..

Dan kepergianmu tanpa sapa

heningmu adalah genta yang memekakkan telinga

memecahkan bendungan air mata

melangut rasa mengurung jiwa

Oh, kota yang malang

Inikah akhir dari segala kisah usang?

Bergegaslah, bergegaslah usaikan beku

Atau takkan pecah walau dalam rindu…

30/04/2010

www.fotografer.netKau tahu, aku bukanlah Leucopsar rothschili. Tapi kau bersikeras mengatakan itulah aku. Meskipun sebagai Lonchura leucogastroides, akupun ingin suatu saat bermetamorfosis sebagai Leucopsar rothschili atau bahkan Paradisaea guilielmi.

Aku sangat tahu diri. Saat kau begitu bahagia (yang berusaha kau sembunyikan di hadapanku, tapi sepertinya gagal) dikelilingi dan di sukai banyak Paradisaea guilielmi.

Ya, tapi aku juga tahu, Paradisaea guilielmi, itu high maintenance, sementara aku tidak. Dan aku tahu kemampuanmu. Dan kaupun tahu, bahwa aku hanyalah pengembara..

Tetapi tak baik rasanya, terus-terusan mengatakan sesuatu yang dilebih-lebihkan. Meskipun tidak kau katakan demikian, aku akan tetap membantumu. Karena sudah menjadi tugas utama kehadiranku di sisimu, untuk menolong dan membantumu. Tentu saja aku bukanlah penyihir yang sekali mengayunkan tongkat dapat mewujudkan semua keinginanmu. Tapi kau sudah lihat kan, sejauh apa usahaku?

(lebih…)

Adanya Dirimu

Posted: November 3, 2009 in Prosa
Tag:, ,

Konon, berakhirnya jaman 2668444240_760f24417ddinosaurus disebabkan oleh benturan sebuah komet atau asteroid raksasa. Jika kusebut, ‘jaman’ ku denganmu sebagai jaman “Dirimusaurus” sebagai manusia biasa, aku tidak bisa memprediksi, akankah nanti berakhir dengan senyum bahagia, ataukah hujan air mata.

Aku sungguh tidak mengerti. Bermimpipun tidak pernah untuk bisa mengenalmu. Kamu hadir serupa mahluk yang dikirim Tuhan untukku. Pengakuanmu, kau menemukan nomor telponku lewat Google. Oh.. ya..ya.. ini sudah jaman internet, dan aku kadang secara serampangan menuliskan nomor telponku di milis atau kadang forum online. Aku berpikir, ah..siapalah aku? Ngapain juga menghubungi aku kalau gak penting-penting amat.

(lebih…)