Posts Tagged ‘Twitter’

At-Twitter

Oleh: Pidi Baiq

ISBN      :               9786022421146

Rilis        :               2012

Halaman :            208

Penerbit:             Mizan

Bahasa :               Indonesia

Apakah Anda pengguna Twitter?  Hampir sebagian besar, orang yang kerap bersinggungan dengan internet baik karena pekerjaan atau memang untuk keperluan lain, memiliki akun jejaring social twitter.  Tidak hanya orang biasa, para artis, politikus, comedian, CEO perusahaan dll juga saat ini sudah begitu akrab dengan twitter. Apalagi saat ini semakin merajalelanya smartphone di Indonesia.

  (lebih…)

Iklan

Jika Anda pengguna Twitter aktif dan sering mengikuti kabar serta perkembangan berita yang beredar di linimasa, pasti pernah mendengar “kasus” Kamseupay beberapa waktu yang lalu.

Sebuah kata yang kurang lebih artinya:

Kampungan Sekali Uuhh Payah..!

Pembahasan  lebih lengkapnya barangkali bisa juga dibaca di blog-nya Ve Handojo.

Kata kamseupay popular kembali setelah merebak kasus “twitwar” antara Marissa Haque  (@HaqueMarissa) dan Dee Djoemadi (@deedeekartika).  Marissa (atau orang lain? entahlah) kemudian menulis di blog membahas salah satu twit dari Dee yang dirasa mengusiknya.

Berikut ini kutipannya:

“……….Kok mau-maunya punya penyanyi agak ‘kamseupay’ atau kampungan atau norak sekali seperti Dee Djoemadi. Mbok yao cari anak lulusan IPB Pak, banyak kok yang bisa nyanyi.”

(lebih…)

Kicau Kacau, Curahan Hati Penulis Galau

Oleh: Indra Herlambang

ISBN: 9789792267242/ 2011 /  Hal: 344p /  Gramedia/ Indonesia / Rp.65.000

Buku Kicau Kacau

Membaca kicauan dari Indra Herlambang di buku Kicau Kacau, seperti  naik perahu menyusuri sungai di pinggir hutan, dan bertemu bermacam-macam burung, ada yang riang, ada yang sedih, ada yang usil. Sambil membayangkan masa-masa indah bersama orang tercinta,  kenyataan agak sedikit pahit karena itu semua harus dilakukan; SENDIRI dalam kegalauan.

“Saya cinta keluarga saya, saya cinta sahabat dan teman-teman saya. Tapi saya juga cinta diri saya. Karenanya menikmati waktu dengan diri sendiri. Berteman dengan diri sendiri. Berdialog dengan diri sendiri. Buat saya bukan merupakan pilihan, tapi keharusan. Apalagi sebenarnya di ujung hidup ini ada kematian. Sesuatu yang harus benar-benar dijalani sendirian. Tanpa teman.” [Kicau Kacau: 151]

(lebih…)

Image representing Matt Mullenweg as depicted ...

Image via CrunchBase

 

Wordcamp 2011 di Indonesia tinggal hitungan hari, dan berita paling menyesakkan adalah tidak jadi hadirnya Matt Mullenweg di Bandung pada 29-30 Januari 2011 nanti.

Sedih, kecewa sudah pasti, karena cukup banyak peserta yang akan hadir mengharapkan bisa bertatap muka dengan  Mr. WordPress tersebut (terutama saya…hiks). Dan ketidak hadirannya, “diobati” dengan mengutus seorang Happines Engineer  Karim Osman, A dancer, a teacher, a writer, the Dutch-Egyptian-Chinese living in the Netherlands has found that he is in love deeply with web development. He is currently joining Automattic as a Happiness Engineer. Seperti yang telah dilansir dalam berita di blog Wordcamp tertanggal 10 Januari lalu.

Mudah-mudahan, kehadiran Karim, cukup bisa membuat Happy..:)

Bagi yang sudah register dan confirmed di acara Wordcamp 2011, sampai jumpa di Bandung ya… ^^

 

 

See you there..

Eviwidi

#indonesiaunite – Kami Tidak Takut

Nukman Luthfie salah seorang pesohor di bidang Internet  Marketing  di Indonesia, memakai latar bendera merah putih beberapa waktu lalu dan baru-baru ini berganti latar batik di foto profile-nya di Twitter. Desi  Anwar memasang bendera merah putih kecil di foto profilenya dan sering kali menuliskan nama-nama makanan lokal baik di Twitter dan status FB-nya.  Dan tidak hanya Nukman Luthfie dan Desi Anwar yang berbuat demikian. Ada banyak pengguna Twitter dan FB  yang mengganti foto profile-nya dengan bendera merah putih.  Seolah ada kebanggaan jika bisa mengabarkan kepada dunia bahwa mereka  menunjukkan cinta Indonesia melalui status FB dan Twitter dan mengganti foto profilenya dengan bendera merah putih.

(lebih…)

———————–

“Selamat pagi…dunia….”

“Sedang nunggunin anak  di sekolah TK-nya, ih..lucu-lucu banget deh tuh anak kecil-kecil pada baris”

“Uwahh….gila macetnya….nih jalan, jam berapa nih sampe rumah?!  *?!@#$%*&%******%%$#@”

———————-

Menulis status utamanya di  Facebook saat ini sudah masuk dalam kebutuhan pokok barangkali.  Bergonta-ganti  status, mengabarkan sedang apa dan dalam situasi apa dan di mana. Mengungkapkan perasaan gembira, atau sedih, mengabarkan berita yang sedang heboh atau yang sedang terjadi di depan mata bukanlah hal baru lagi.

(lebih…)