Review Buku Perahu Kertas; Perjalanan Kejujuran Hati

Posted: Oktober 22, 2012 in Resensi Buku Fiksi, Review Buku Fiksi
Tag:, , , , , ,

Perahu Kertas
Oleh: Dewi Dee Lestari

ISBN : 9789791227780
Rilis : 2009
Halaman : 444
Penerbit : Bentang Pustaka
Bahasa : Indonesia

 

“Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.” (hal.312)

Dalam beberapa minggu terakhir, perfilman kita diramaikan oleh film yang diadaptasi dari salah satu novel karya Dee Dewi Lestari, Perahu Kertas.  Film besutan Hanung Bramantyo tersebut  dibuat 2 bagian. Mungkin dirasa kurang jika hanya dirangkum hanya dalam 1 film saja.

Perahu Kertas, kisah remaja yang menuju proses kedewasaan merupakan karya Dee yang cukup ringan dibandingkan karya-karya  lainnya, seperti  seri Supernova, Filosofi Kopi, maupun kumpulan cerita  pendek Madre.

Mengisahkan tentang dua orang remaja, Keenan dan Kugy.  Keenan baru pulang dari Amsterdam, digambarkan sebagai seorang cowok yang tinggi, ganteng, cerdas dan memiliki bakat melukis. Namun kecintaannya pada melukis tidak serta merta mendapat restu dari orang tuanya, terutama papanya karena papanya berharap Keenan akan menjadi penerus perusahaan trading miliknya, selain ada kisah masa lalu yang ingin dikubur dalam-dalam. Sedangkan Kugy adalah seorang remaja putri yang tidak terlalu peduli pada penampilan, bertubuh mungil, memiliki obsesi sebagai penulis dongeng dan menganggap dirinya sebagai agen Neptunus. Kugy punya kegemaran menuliskan pesan-pesan khusus di atas kertas, lalu kertas dilipat seperti perahu kemudian dihanyutkan di laut, atau aliran air. Kugy berharap pesannya akan sampai pada Neptunus.

Keenan dan Kugy bertemu saat keduanya berada di statiun kereta api di Bandung. Saat Kugy dan sahabat-sahabatnya Noni dan Eko menjemputnya. Keenan adalah sepupu Eko. Keenan menuruti permintaan papanya yang ingin dia kuliah di jurusan Ekonomi. Sedangkan Kugy kuliah di jurusan Sastra sebagai bagian dari obsesinya sebagai penulis dongeng. Pertemuan demi pertemuan selama kuliah di Bandung kemudian saling menautkan hati keduanya, namun pada saat yang sama, Kugy masih memiliki Ojos, yang telah bersamanya selama hampir tiga tahun. Sedangkan Keenan akhirnya dekat dengan Wanda, salah satu anak pemilik gallery lukis Warsita yang cukup ternama, dan akan membantu Keenan dalam proses karya lukisnya hasil pencomblangan Noni yang merupakan teman Wanda.

Dalam salah satu kesempatan, Keenan sempat membuatkan Kugy ilustrasi untuk dongeng-dongeng yang telah ia tulis. Kugy merasa ada seseorang yang akan mewujudkan mimpinya, pelukis yang akan membuatkan ilustrasi untuk dongeng-dongengnya. Selama ini, tidak ada seorang pun yang bisa memahami tentang obesinya, atau pun orang yang bisa menuangkan karakter-karakter khayalannya dalam ilustrasi yang sesuai dengan apa yang ada dalam benaknya. Keenan bisa mewujudkan karakter itu dalam sekejap, hingga Kugy makin merasa dekat dengan mimpinya.

Rasa yang disimpannya untuk Keenan akhirnya menjadi masalah tersediri, terutama dalam langkah hidup Kugy selanjutnya. Demi mengetahui Keenan dekat dengan Wanda, Kugy akhirnya menghindar dengan menjadi pengajar untuk anak-anak  keluarga miskin di salah satu perkampungan. Kugy tidak ingin bertemu Keenan yang kemudian bisa membuatnya sakit hati dan makin membuat pikirannya kacau.

Keenan dan Wanda sebenarnya juga tidak baik-baik saja, Keenan masih belum yakin akan ketulusan hati Wanda, selain perasaannya sendiri yang masih tertuju pada Kugy. Sampai pada akhirnya, ada kejadian Keenan kecewa dengan Wanda karena mengetahui bahwa lukisan-lukisan Keenan yang laku di Gallery ternyata telah dibeli oleh Wanda sendiri bukan kolektor betulan. Kekecewaan itu bertumpuk manakala hari sebelumnya Keenan bertengkar hebat dengan papanya, Keenan memutuskan untuk berhenti kuliah dan ingin hidup dari melukis karena merasa  bisa hidup dari melukis. Setelah kejadian itu, lukisan-lukisannya yang sebelumnya ada di Wanda dikirim ke rumah Pak Wayan teman baik Ibunya yang memiliki gallery lukisan. Keenan memutuskan untuk menetap di Ubud-Bali, tinggal di rumah Pak Wayan, setelah lukisannya laku dibeli oleh seorang kolektor dari Jakarta.

Sementara Kugy, makin tidak bisa membendung perasaannya sendiri. Hingga akhirnya, memutuskan untuk berpisah dengan Ojos. Hari-hari berganti, dan pertemuan dengan orang-orang baru baik Kugy dan Keenan mengisi keduanya. Akankah Keenan dan Kugy akhirnya bertemu kembali dan hati mereka saling bertaut dan impian terpendamnya akan terwujud?

Drama Korea

Saat selesai membaca Perahu Kertas ini, sebenarnya yang terlintas di benak saya adalah cerita ini akan lebih cocok jika diwujudkan dalan bentuk seperti drama seri Korea. Sehingga ceritanya akan lebih detil dan karakter-karakternya bisa lebih lama dinikmati oleh penggemarnya.

Dee cukup piawai merangkai cerita remajanya yang  nama salah satu tokoh utamanya; Keenan, diambil dari nama anak pertamanya. Selayaknya cerita remaja, memang kisahnya tidak terlalu berat atau rumit yang bikin kening berkerut-kerut. Justru kisahnya sangat mudah dicerna dan dinikmati.

Meskipun ringan, tetap ada isi yang ingin disampaikan, bahwa bagaimanapun impian adalah salah satu bahan bakar manusia untuk tetap bisa bersemangat dalam menjalani hidup. Hingga hidup ini tidak  tanpa arah menjalaninya, namun ada tujuan dan impian yang ingin dicapai. Upaya meraih impian tersebut mungkin tidak mudah, dan tidak mulus, tapi tetap terus diperjuangkan. Selain itu juga, ada kejujuran tentang perasaan dan hati yang tidak baik jika terus disembunyikan dan disimpan. Mungkin ketika harus diketahui dan dibuka, ada rasa sakit atau rasa pahit yang dirasa, terutama olah orang-orang lain. Namun, kadang rasa sakit dan pahit tersebut, akan lebih baik dari pada disembunyikan dan akhirnya akan menyakiti lebih dalam pada orang lain. Kisah Perahu Kertas ini seolah memberi  gambaran, perjalanan menuju kejujuran itu juga tidak semulus jalan tol, ada guncangan ombak dan kadang badai yang harus dihadapi. Apapun nantinya yang terjadi, kejujuran akan memberikan cahaya baru dalam kehidupan. ***

Cheers..

@eviwidi

Komentar
  1. david mengatakan:

    Bolehkah review buku-buku yang ada di sini dishare?
    Terimakasih

  2. rara mengatakan:

    Terimakasih atas postingan mengenai resensi buku fiksi ini, sangat membantu dalam mengerjakan tugas bahasa Indonesia saya ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s